
Saya suka sekali mengatakan ini:
menulis itu sama dengan bermain kungfu! Lho, apa hubungannya? Ya, kita tak akan
pernah bisa bermain kungfu bila hanya menontonnya di bioskop dan televisi.
Ibaratnya sampai botak sariawan kita pelototi Jet Li setiap hari, kita nggak
akan bisa kungfu juga, apalagi sampai taraf mahir. Lalu bagaimana caranya?
Tentu saja kita harus latihan kungfu dan agar mahir, kita harus berlatih
sungguh-sungguh. Contoh yang lain, bisakah anda menjadi perenang andal tanpa
pernah menyemplungkan diri hingga basah? Tentu tidak, begitu pula dengan
menulis. Untuk bisa menjadi penulis, syarat utama tentu Anda harus menulis!
Banyak orang
berkata: “Saya ingin jadi penulis! Sumpah!” Tetapi mereka malas
membaca, malas untuk mulai menulis. Sampai kapan pun mereka tak akan jadi
penulis. Padahal menulis adalah salah satu bentuk komunikasi dan refleksi
kecendekiaan seseorang yang dibutuhkan dalam perkembangan orang itu sendiri dan
masyarakatnya.
Menurut James Peannebaker, menulis bisa menjadi terapi diri atau bahasa
awamnya: menghilangkan stress! Dan menurut Abdurahman Faiz, menulis bisa
membuatmu menolong orang lain!
Lantas
adakah kiat praktis untuk menjadi penulis? Tentu saja ada!
1:
Suka membaca
Membaca
dan menulis mempunyai kaitan yang erat sekali. Untuk bisa menulis
dibutuhkan wawasan yang memadai. Wawasan kita akan berkembang terutama
bila kita banyak membaca. Muhammad Iqbal pernah menganjurkan kepada
pemuda-pemudi Pakistan,
agar dalam seminggu minimal mereka membaca lima buku. Bukan hanya membaca buku yang mereka minati atau
sesuai dengan bidang yang mereka tekuni, tetapi juga membaca buku lain--- di
luar minat dan bidang mereka. Ini belum termasuk koran dan majalah lho!
Tak ada ruginya pula menyempatkan waktu membaca karya para pengarang ternama
serta mempelajari apa kelebihan buku ciptaan mereka.
O
ya, membaca yang saya maksud di sini juga berarti membaca apa saja, bukan
terbatas pada buku. Bacalah diri, lingkungan, masyarakat,
semesta, ini akan sangat membantu anda menjadi penulis yang peka.
2:
Mencintai bahasa
Kita
tak akan bisa lepas dari bahasa sepanjang hari, selama hidup kita. Bukan itu
saja, kerap kali kadar intelektual seseorang diukur pula dari cara ia
menggunakan bahasa. Jadi mengapa kita tak mencoba untuk senantiasa mengembangkan kemampuan
berbahasa yang baik? Bahkan tahukah anda, ternyata menyenangkan juga
membuka-buka KUBI (kamus Umum Bahasa Indonesia). Di sana
masih banyak kata yang jarang digunakan, padahal cukup indah dan bisa kita
pakai untuk tulisan kita.
3:
Menulis catatan harian
Mempunyai
catatan harian dan menuliskan apa yang kita pikirkan, kita rasakan atau kita
alami setiap hari di dalamnya menjadi latihan yang efektif bagi mereka yang
ingin menjadi penulis. Bukan itu saja, siapa tahu kelak anda menjadi orang
terkenal dan catatan harian anda dibukukan seperti Anne Frank! Sekarang bahkan
anda bisa menulis catatan harian anda di blog, multiply, dan website pribadi
anda. Mengapa tak memulainya?
4:
Korespondensi
Sama
dengan catatan harian, korespondensi juga menjadi latihan yang baik dan
efektif. Kita akan terbiasa bercerita atau menuliskan gagasan yang
mungkin akan didukung atau dibantah oleh ‘sahabat pena’ kita. Mau tidak mau hal
tersebut membuat kita terpacu untuk lebih meningkatkan wawasan agar nyambung
dengannya. Nah kalau merasa menulis surat
via pos sekarang sudah tidak masanya, kita tetap bisa mengembangkan
korespondensi ini melalui surat
elektronik (e-mail). O ya, satu hal. Dulu saya selalu bertanya-tanya,
mengapa Kartini begitu berarti bagi negeri ini, hingga hari
kelahirannya diperingati setiap 21 April? Apa yang membuat dia lebih
istimewa dari Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Rasuna Said
atau Christina Martha Tiahahu? Apakah karena peran Kartini bagi
pendidikan dan kebangkitan perempuan Indonesia? Saya kok ragu.
Nama-nama yang saya sebut barusan juga tak kalah hebat. Lalu apa dong
sebabnya? Baru kemudian saya tahu: salah satunya pasti karena Kartini
menuliskan pikiran dan perjuangannya! Sedang pahlawan perempuan yang
saya kagumi dan sebut namanya tadi, tidak. Meski hanya bermaksud
korespondensi, akhirnya surat-surat Kartini bisa terbit dalam bentuk
buku...
5:
Latihan deskripsi dan imajinasi
Cobalah
deskripsikan kamar Anda secara detil melalui tulisan. Mudahkah? Latihlah
terus kemahiran itu dengan mencoba “melukiskan” ruangan, alam terbuka, orang,
benda-benda sekitar dan lain sebagainya. Lalu kembangkan imajinasi Anda.
Saat di pagi hari anda melihat seorang nenek tua menatap anda dari balik
jendela rumahnya, anda bisa mulai bertanya-tanya dan menerka banyak
kemungkinan. Siapa dia? Apa yang dia inginkan dari anda? Bahagiakah hidupnya?
Apa ia punya rahasia masa lalu yang tragis? Kalau anda tulis,
pertanyaan-pertanyaan itu akan menjelma jalinan cerpen atau novel deh!
6:
Hobi meneliti dan berdiskusi
Menulis
bukan melulu persoalan ketrampilan berbahasa. Tulisan bisa menjadi lebih
berkualitas dengan penelitian. Penelitian sering membuat tulisan kita lebih
‘kaya,’ unik dan cerdas. Begitu pula dengan diskusi. Seringkali kita
temukan hal-hal baru usai kita berdiskusi dengan seseorang. Kita pun bisa
berlatih untuk mencoba menuliskan kembali apa saja yang kita diskusikan dengan
teman kita, misalnya. Dan tiba-tiba, seperti habis membaca banyak buku, kita
akan merasa semakin ‘kaya.’ 
7. Publikasikan karya Anda!
Banyak orang merasa malu dan
ragu mempublikasikan karya mereka di media massa dengan alasan baru
pemula atau takut karyanya dikritik sebagai karya yang tak bermutu.
Akhirnya karya-karya tersebut hanya ditumpuk dalam laci atau disimpan
dalam folder entah sampai kapan. Cobalah untuk lebih pede
mengirimkannya, tapi tetap dengan mental yang siap bila karya itu tak
dimuat. Kadang kita selalu merasa karya yang kita tulis itu buruk,
amit-amit lah pokoknya. Tapi bisa jadi pembaca justru merasa
sebaliknya. Boleh juga kita minta beberapa teman dekat yang
senang mengapresiasi untuk membaca karya tersebut sebelum kita
kirimkan--- kalau memang belum terlalu pede untuk langsung mengirimkan
setelah kita menuliskannya. Nah agar bisa cepat menerbitkan buku, salah
satu caranya adalah dengan meminta semacam kata pengantar dari penulis
atau pengamat sastra terkemuka, misalnya. Atau paling tidak meminta
semacam endorsmen (komentar di belakang buku). Penerbit yang kita tuju
pun menjadi lebih yakin pada kita...
Demikian
beberapa kiat yang perlu kita coba untuk bisa menjadi penulis yang baik. Tak
perlu terlalu resah dengan kata ‘bakat’. Bila anda merasa tak berbakat, anda
tetap bisa menjadi penulis hebat, asal punya tekad dan terus latihan. Mochtar
Lubis bilang, hanya diperlukan 10% bakat dan 90 % tekad serta latihan untuk
menjadi penulis yang sukses. Jadi, selamat menulis ya!
(Helvy Tiana Rosa)
  | uyuni wrote on Jun 19, '05 doeeeh mba' helvykoe tayank... tengkyuuuh kiat praktis menulisnya at least menjadi spirit buat makin "pede" nulis di multiply ;) heheee... |
 | imazahra wrote on Jun 19, '05, edited on Jun 19, '05 Lagi-lagi Bunda menjadi dosen yang menyemangati kita-kita di MP neh :-) Syukran banget Mba ^-^ |
 | herwina wrote on Jun 19, '05, edited on Jun 19, '05 Thanks ilmunya Mba (serasa sudah duduk UI, kelasnya Bu Helvy, Alhamdulillah...). . |
 | Buntje...terima kasih ya buat ilmu kungfunya...besok jurus apa lagi yang buntje ajarkan? ;) |
 | helvytr wrote on Jun 19, '05, edited on Jun 19, '05 doeeeh mba' helvykoe tayank... tengkyuuuh kiat praktis menulisnya at least menjadi spirit buat makin "pede" nulis di multiply ;) heheee...  Yuyunkoe tayank...makin ditunggu deh tulisanmu ya ;)). Tetap pede! ;) |
 | Aaaa...akhirnya tahu dek. Jurus abadiku: Jurus mencinta! ;))
|
Comment deleted at the request of the author.
 | femmy wrote on Jun 19, '05, edited on Jun 19, '05 > Banyak orang berkata: “Saya ingin jadi penulis! Sumpah!” Tetapi mereka > malas membaca, malas untuk mulai menulis. Sampai kapan pun mereka tak > akan jadi penulis.
Hehehe... kesindir deh. Dulu aku keukeuh merasa sudah jadi penulis meskipun belon nerbitin apa-apa, karena dulu aku seneng nulis, sering nulis. Pokoknya, penulis itu orang yang menulis! Sekarang... bukuku yang terbit hampir dua, tapi malah ngga merasa jadi penulis, abis nulisnya udah jarang... Jadi bingung, aku ini penulis apa bukan... :-p |
 | dywan wrote on Jun 19, '05 makasih, mbak Helvy... atas kiat2nya... |
 | kiat praktis ini jadi salah satu mata kuliah ya mba' ? hehehe ... makasih banget lho, jadi tambah semangat untuk tetap rajin membaca dan mencoba menulis. |
 | Jangan merendah gitu dong, Mas Tian... yang baca minimal 5 buku kan Iqbal...saya aja paling 3 buku ;)). Tapi nggak ada salahnya nyontoh Iqbal ya...
Banyak kok wartawan yang juga sastrawan. Malah langkahnya kayaknya mudah banget ya :))
|
 | Mba Helvy, makasih banyak jurus-jurusnya. Simple dan mengena sekali. Satu yg mungkin perlu disinggung dan diulas lagi, mba. Yaitu ttg "self censorship". Tiap kali mencoba nulis, saya pribadi kadang suka mandeg krn terlalu memikirkan "kira2 org lain suka atau tidak, ya?". Ada trik utk mengatasinya, mba? |
 | tarengkyu bunda...ya kadang klo tidak di depan media tulis/kompi misalkan lagi nyuci,nyapu,atau olah raga de el el.....cerita itu banyak, tp pas di depan kompi atau media tulis.....eh bingung mulai dari mana yah.....selalu bilang ga mood, tp klo da bisa nulis prakatanya, kesananya insya Allah lancar....dan klo dibaca ulang...lumayan bagus juga (muji dewek).....tp belum bisa disamakan dengan FLP neh..... |
 | syukron yah bunda atas kiat2nya... duluuu sekali aku seneng nulis buku harian, tapi setelah buku harianku ada yang baca, aku jadi males lagi utk menulis... tapi sekarang??...mm kayaknya pengen nulis2 lagi deh, yah.. walaupun mungkin tulisan saya yang ngerti yah... saya sendiri...he..he... |
 | jonru wrote on Jun 20, '05 Wah.. jarang2nya mbak helvy menularkan ilmunya lewat internet. Biasanya lewat jalur darat. Hehehe... Thanks mbak atas ilmunya, moga bermanfaat bagi kita semua :) |
 | Baca postingannya Mbak Helvy, saya jadi tertarik untuk menulis... Selama ini ingin sekali... Cuma bingung mau mulai dari mana... Mungkin emang bener ya... kita start dari MP... Aku mau sering2 deh... nulis di MP... Thanks lo mbak... |
 | Mbak Helvy, ayo buka kelas online. Bitte! |
 | Assalamualaikum wr wb sebelumnya perkenalkan saya orang baru di sini :) dan ingin berkenalan dengan bunda dan semua sahabat2 bunda
terima kasih yah bunda atas kiat praktisnya menjadi penulis, semoga bisa memacu saya :) oh ya bunda jadi nggak ke samarinda tanggal 25-27 Juni ini ? |
 | Terima kasih Bunda, saya jadi tau kelemahan saya selama ini yaitu kurang latihan deskripsi dan imajinasi |
 | TOP bangget deh tulisannya .....jadi semangat nih mo jadi penulis..., point 1, ok memang seneng, point 2 dst perlu banyak belajar...Jazakillah ummi faiz |
 | helvytr wrote on Jun 20, '05, edited on Jun 20, '05 wah, satu aja udah syukur Mbak... soalnya bacanya pas on the way ke ktr (itu kalo gak ketiduran...hehehe) atau malem2 pas babyhana dah bobo (soalnya kalo gak dia mo ikut baca juga) atau...hehehe...maaf...di kamar mandi...oops...  Alhamdulillah ya bisa menyempatkan baca buku baru dalam seminggu. baby Hana juga gitu kan (jangan-jangan banyakan doi yang minta dibacain buku ;)) |
 | helvytr wrote on Jun 20, '05, edited on Jun 20, '05 arengkyu bunda...ya kadang klo tidak di depan media tulis/kompi misalkan lagi nyuci,nyapu,atau olah raga de el el.....cerita itu banyak, tp pas di depan kompi atau media tulis.....eh bingung mulai dari mana yah.....selalu bilang ga mood, tp klo da bisa nulis prakatanya, kesananya insya Allah lancar....dan klo dibaca ulang...lumayan bagus juga (muji dewek).....tp belum bisa disamakan dengan FLP neh  Beginning is difficult..., itu juga kata Hemmingway... Coba punya buku kecil tempat menulis ide, jadi idenya nggak hilang. Dan supaya bisa step by step serta fokus, buat aja dulu kerangka karanagn ;). Semoga membantu ya.... |
 | membaca adalah salah satu aktivitas yang sebenarnya saya sukai. tapi, gak tau kenapa tiap waktu mata ini seperti terbius oleh huruf-huruf dan angka-angka dari buku yang saya baca. Walhasil gak sampai 15 menit pasti saya sudah terbang ke angkasa. ada solusinya gak ya mba helvy?kacau juga nih kalo lama-lama kayak gini. |
 | Asyik :) aku save tulisan ini ya mbak :) pasti berguna.... Terima kasih... |
 | ti2n wrote on Jun 20, '05 Makasih banget Bunda atas kiat-kiatnya ^_^ akan coba saya praktekkan deh.... tapi yang sulit tuh.. baca buku! dooh...saya pemalas bangettt... apalagi nggak mudah mendapatkan buku2 di sini....hiks! yang ada tulisan dalam huruf kanji.. huuuwaaaa.. gimana mau baca... :((
tapi, baca2 jurnal di MP ini asik lho.. bisa nambah banyak pengetahuan ^_^ terutama jurnal2nya Bunda tuh.... |
 | bundaagnes wrote on Jun 20, '05, edited on Jun 20, '05 Wah makasih banget ya mbak kiat-kiatnya berharga banget nih. Sering-sering dong mbak nulis yang beginian di multiply hehe maunya :-) Mbak...gimana caranya biar bisa baca buku banyak begitu? Aku baca buku 1 aja seminggu nggak kelar2. ngurus rumah, masak, anter jemput anak sekolah, kadang udah nyapein dan nyita waktu mbak, disini kan semua serba sendiri tea mbak :-). tips dong mbak, tips biar bisa baca banyak :-) Ditunggu kiat2nya ya mbak, makasih banyak lo sebelumnya :-) |
 | kangmaman wrote on Jun 20, '05, edited on Jun 20, '05 Sederhana tapi sarat cakrawala makna!!! itu tulisan Mbak Helvy kali ini ;)tapi ampuh banget Mbak Helvy, saya langsung cobain nih resep Mbak Helvy dan Alhamdulillah dalam waktu kurang lebih satu setengah jam dah jadi 1 tulisan di MP-ku. Padahal lagi sibuk-sibuknya dikantor :D (saya nulis habis diwaktu senggang & pulang kantor)
Makasih Mbak Helvy buat tulisannya, jangan bosen-bosen ngasih ilmu ya. Saya akan berusaha untuk bisa belajar nulis setiap hari, walau itu satu paragraf he.. he.. he... (ngamalin ilmu dari mbak helvy... learn to know, learn to do, learn to be).. semoga ilmunya barakah ya Mbak !!!!
|
 | bikin grup menulis fiksi aja mbak, trus orang-orang pada setor tulisan disitu buat dikomentarin bareng2 dan diberi masukan sama mbak helvy. Yah dikirim ke majalah dan koran khan belum PD jadi dikirim ke MP aja dulu |
 | 
Saya suka sekali mengatakan ini: menulis itu sama dengan bermain kungfu! Lho, apa hubungannya? Ya, kita tak akanpernah bisa bermain kungfu bila hanya menontonnya di bioskop dan televisi.Ibaratnya sampai botak sariawan kita pelototi Jet Li setiap hari, kita nggakakan bisa kungfu juga, apalagi sampai taraf mahir. Lalu bagaimana caranya?Tentu saja kita harus latihan kungfu dan agar mahir, kita harus berlatihsungguh-sungguh. Contoh yang lain, bisakah anda menjadi perenang andal tanpapernah menyemplungkan diri hingga basah? Tentu tidak, begitu pula denganmenulis. Untuk bisa menjadi penulis, syarat utama tentu Anda harus menulis! Banyak orangberkata: “Saya ingin jadi penulis! Sumpah!” Tetapi mereka malasmembaca, malas untuk mulai menulis. Sampai kapan pun mereka tak akan jadipenulis. Padahal menulis adalah salah satu bentuk komunikasi dan refleksikecendekiaan seseorang yang dibutuhkan dalam perkembangan orang itu sendiri danmasyarakatnya. Menurut James Peannebaker, menulis bisa menjadi terapi diri atau bahasaawamnya: menghilangkan stress! Dan menurut Abdurahman Faiz, menulis bisamembuatmu menolong orang lain! Lantasadakah kiat praktis untuk menjadi penulis? Tentu saja ada! 1: Suka membaca Membacadan menulis mempunyai kaitan yang erat sekali. Untuk bisa menulis dibutuhkan wawasan yang memadai. Wawasan kita akan berkembang terutamabila kita banyak membaca. Muhammad Iqbal pernah menganjurkan kepada pemuda-pemudi Pakistan,agar dalam seminggu minimal mereka membaca lima buku. Bukan hanya membaca buku yang mereka minati atausesuai dengan bidang yang mereka tekuni, tetapi juga membaca buku lain--- diluar minat dan bidang mereka. Ini belum termasuk koran dan majalah lho!Tak ada ruginya pula menyempatkan waktu membaca karya para pengarang ternamaserta mempelajari apa kelebihan buku ciptaan mereka. Oya, membaca yang saya maksud di sini juga berarti membaca apa saja, bukanterbatas pada buku. Bacalah diri, lingkungan, masyarakat,semesta, ini akan sangat membantu anda menjadi penulis yang peka. 2:Mencintai bahasa Kitatak akan bisa lepas dari bahasa sepanjang hari, selama hidup kita. Bukan itusaja, kerap kali kadar intelektual seseorang diukur pula dari cara iamenggunakan bahasa. Jadi mengapa kita tak mencoba untuk senantiasa mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik? Bahkan tahukah anda, ternyata menyenangkan jugamembuka-buka KUBI (kamus Umum Bahasa Indonesia). Di sanamasih banyak kata yang jarang digunakan, padahal cukup indah dan bisa kitapakai untuk tulisan kita. 3:Menulis catatan harian Mempunyaicatatan harian dan menuliskan apa yang kita pikirkan, kita rasakan atau kitaalami setiap hari di dalamnya menjadi latihan yang efektif bagi mereka yangingin menjadi penulis. Bukan itu saja, siapa tahu kelak anda menjadi orangterkenal dan catatan harian anda dibukukan seperti Anne Frank! Sekarang bahkananda bisa menulis catatan harian anda di blog, multiply, dan website pribadianda. Mengapa tak memulainya? 4:Korespondensi Samadengan catatan harian, korespondensi juga menjadi latihan yang baik danefektif. Kita akan terbiasa bercerita atau menuliskan gagasan yangmungkin akan didukung atau dibantah oleh ‘sahabat pena’ kita. Mau tidak mau haltersebut membuat kita terpacu untuk lebih meningkatkan wawasan agar nyambungdengannya. Nah kalau merasa menulis suratvia pos sekarang sudah tidak masanya, kita tetap bisa mengembangkankorespondensi ini melalui suratelektronik (e-mail). O ya, satu hal. Dulu saya selalu bertanya-tanya,mengapa Kartini begitu berarti bagi negeri ini, hingga harikelahirannya diperingati setiap 21 April? Apa yang membuat dia lebihistimewa dari Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Rasuna Saidatau Christina Martha Tiahahu? Apakah karena peran Kartini bagipendidikan dan kebangkitan perempuan Indonesia? Saya kok ragu.Nama-nama yang saya sebut barusan juga tak kalah hebat. Lalu apa dongsebabnya? Baru kemudian saya tahu: salah satunya pasti karena Kartinimenuliskan pikiran dan perjuangannya! Sedang pahlawan perempuan yangsaya kagumi dan sebut namanya tadi, tidak. Meski hanya bermaksudkorespondensi, akhirnya surat-surat Kartini bisa terbit dalam bentukbuku... 5:Latihan deskripsi dan imajinasi Cobalahdeskripsikan kamar Anda secara detil melalui tulisan. Mudahkah? Latihlahterus kemahiran itu dengan mencoba “melukiskan” ruangan, alam terbuka, orang,benda-benda sekitar dan lain sebagainya. Lalu kembangkan imajinasi Anda.Saat di pagi hari anda melihat seorang nenek tua menatap anda dari balikjendela rumahnya, anda bisa mulai bertanya-tanya dan menerka banyakkemungkinan. Siapa dia? Apa yang dia inginkan dari anda? Bahagiakah hidupnya?Apa ia punya rahasia masa lalu yang tragis? Kalau anda tulis,pertanyaan-pertanyaan itu akan menjelma jalinan cerpen atau novel deh! 6:Hobi meneliti dan berdiskusi Menulisbukan melulu persoalan ketrampilan berbahasa. Tulisan bisa menjadi lebihberkualitas dengan penelitian. Penelitian sering membuat tulisan kita lebih‘kaya,’ unik dan cerdas. Begitu pula dengan diskusi. Seringkali kitatemukan hal-hal baru usai kita berdiskusi dengan seseorang. Kita pun bisaberlatih untuk mencoba menuliskan kembali apa saja yang kita diskusikan denganteman kita, misalnya. Dan tiba-tiba, seperti habis membaca banyak buku, kitaakan merasa semakin ‘kaya.’  Demikianbeberapa jurus yang perlu kita coba untuk bisa menjadi penulis yang baik. Takperlu terlalu resah dengan kata ‘bakat’. Bila anda merasa tak berbakat, andatetap bisa menjadi penulis hebat, asal punya tekad dan terus latihan. MochtarLubis bilang, hanya diperlukan 10% bakat dan 90 % tekad serta latihan untukmenjadi penulis yang sukses. Jadi, selamat menulis ya! (Helvy Tiana Rosa)  waduh!! ketauwan!
*jadi malu*
:p |
 | Wah.. Makasih nih BUnda Helvy mau sharing kiat praktis menjadi penulis fiksi.. woww.. tapi mendengar kata fiksi? bagiku berat banget nih... :-( daya khayalku udah terbatas banget deh kayaknya... menulis non fiksi aja susahh banget... gimana nih caranya yah Bunda ? Point ke5 tuh bagiku yang susah sekaleee... ^_^
|
 | Vy sayang, Aku juga lagi mulai nulis lagi neh. Tapi teteup aja nggak pede. malah kalao lihat buku dg tulisanku, rasanya pingin nyungsep aja saking malunya. Apalagi kalau abis baca tulsian org lain, para senior (kayak kamu, Asma, Sakti, mbak Intan, teteh Pipiet dll)... huaaaa... nggak pede abisss! Jadi kali hrs ditambahin satu kiat lagi, pede ngasih ke penerbit, pede ditolak dan diterima dan pede lihat namanya nampang di majalah atau di buku. :) |
 | 
Saya suka sekali mengatakan ini: menulis itu sama dengan bermain kungfu! Lho, apa hubungannya? Ya, kita tak akanpernah bisa bermain kungfu bila hanya menontonnya di bioskop dan televisi.Ibaratnya sampai botak sariawan kita pelototi Jet Li setiap hari, kita nggakakan bisa kungfu juga, apalagi sampai taraf mahir. Lalu bagaimana caranya?Tentu saja kita harus latihan kungfu dan agar mahir, kita harus berlatihsungguh-sungguh. Contoh yang lain, bisakah anda menjadi perenang andal tanpapernah menyemplungkan diri hingga basah? Tentu tidak, begitu pula denganmenulis. Untuk bisa menjadi penulis, syarat utama tentu Anda harus menulis! Banyak orangberkata: “Saya ingin jadi penulis! Sumpah!” Tetapi mereka malasmembaca, malas untuk mulai menulis. Sampai kapan pun mereka tak akan jadipenulis. Padahal menulis adalah salah satu bentuk komunikasi dan refleksikecendekiaan seseorang yang dibutuhkan dalam perkembangan orang itu sendiri danmasyarakatnya. Menurut James Peannebaker, menulis bisa menjadi terapi diri atau bahasaawamnya: menghilangkan stress! Dan menurut Abdurahman Faiz, menulis bisamembuatmu menolong orang lain! Lantasadakah kiat praktis untuk menjadi penulis? Tentu saja ada! 1: Suka membaca Membacadan menulis mempunyai kaitan yang erat sekali. Untuk bisa menulis dibutuhkan wawasan yang memadai. Wawasan kita akan berkembang terutamabila kita banyak membaca. Muhammad Iqbal pernah menganjurkan kepada pemuda-pemudi Pakistan,agar dalam seminggu minimal mereka membaca lima buku. Bukan hanya membaca buku yang mereka minati atausesuai dengan bidang yang mereka tekuni, tetapi juga membaca buku lain--- diluar minat dan bidang mereka. Ini belum termasuk koran dan majalah lho!Tak ada ruginya pula menyempatkan waktu membaca karya para pengarang ternamaserta mempelajari apa kelebihan buku ciptaan mereka. Oya, membaca yang saya maksud di sini juga berarti membaca apa saja, bukanterbatas pada buku. Bacalah diri, lingkungan, masyarakat,semesta, ini akan sangat membantu anda menjadi penulis yang peka. 2:Mencintai bahasa Kitatak akan bisa lepas dari bahasa sepanjang hari, selama hidup kita. Bukan itusaja, kerap kali kadar intelektual seseorang diukur pula dari cara iamenggunakan bahasa. Jadi mengapa kita tak mencoba untuk senantiasa mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik? Bahkan tahukah anda, ternyata menyenangkan jugamembuka-buka KUBI (kamus Umum Bahasa Indonesia). Di sanamasih banyak kata yang jarang digunakan, padahal cukup indah dan bisa kitapakai untuk tulisan kita. 3:Menulis catatan harian Mempunyaicatatan harian dan menuliskan apa yang kita pikirkan, kita rasakan atau kitaalami setiap hari di dalamnya menjadi latihan yang efektif bagi mereka yangingin menjadi penulis. Bukan itu saja, siapa tahu kelak anda menjadi orangterkenal dan catatan harian anda dibukukan seperti Anne Frank! Sekarang bahkananda bisa menulis catatan harian anda di blog, multiply, dan website pribadianda. Mengapa tak memulainya? 4:Korespondensi Samadengan catatan harian, korespondensi juga menjadi latihan yang baik danefektif. Kita akan terbiasa bercerita atau menuliskan gagasan yangmungkin akan didukung atau dibantah oleh ‘sahabat pena’ kita. Mau tidak mau haltersebut membuat kita terpacu untuk lebih meningkatkan wawasan agar nyambungdengannya. Nah kalau merasa menulis suratvia pos sekarang sudah tidak masanya, kita tetap bisa mengembangkankorespondensi ini melalui suratelektronik (e-mail). O ya, satu hal. Dulu saya selalu bertanya-tanya,mengapa Kartini begitu berarti bagi negeri ini, hingga harikelahirannya diperingati setiap 21 April? Apa yang membuat dia lebihistimewa dari Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Cut Meutia, Rasuna Saidatau Christina Martha Tiahahu? Apakah karena peran Kartini bagipendidikan dan kebangkitan perempuan Indonesia? Saya kok ragu.Nama-nama yang saya sebut barusan juga tak kalah hebat. Lalu apa dongsebabnya? Baru kemudian saya tahu: salah satunya pasti karena Kartinimenuliskan pikiran dan perjuangannya! Sedang pahlawan perempuan yangsaya kagumi dan sebut namanya tadi, tidak. Meski hanya bermaksudkorespondensi, akhirnya surat-surat Kartini bisa terbit dalam bentukbuku... 5:Latihan deskripsi dan imajinasi Cobalahdeskripsikan kamar Anda secara detil melalui tulisan. Mudahkah? Latihlahterus kemahiran itu dengan mencoba “melukiskan” ruangan, alam terbuka, orang,benda-benda sekitar dan lain sebagainya. Lalu kembangkan imajinasi Anda.Saat di pagi hari anda melihat seorang nenek tua menatap anda dari balikjendela rumahnya, anda bisa mulai bertanya-tanya dan menerka banyakkemungkinan. Siapa dia? Apa yang dia inginkan dari anda? Bahagiakah hidupnya?Apa ia punya rahasia masa lalu yang tragis? Kalau anda tulis,pertanyaan-pertanyaan itu akan menjelma jalinan cerpen atau novel deh! 6:Hobi meneliti dan berdiskusi Menulisbukan melulu persoalan ketrampilan berbahasa. Tulisan bisa menjadi lebihberkualitas dengan penelitian. Penelitian sering membuat tulisan kita lebih‘kaya,’ unik dan cerdas. Begitu pula dengan diskusi. Seringkali kitatemukan hal-hal baru usai kita berdiskusi dengan seseorang. Kita pun bisaberlatih untuk mencoba menuliskan kembali apa saja yang kita diskusikan denganteman kita, misalnya. Dan tiba-tiba, seperti habis membaca banyak buku, kitaakan merasa semakin ‘kaya.’  Demikianbeberapa jurus yang perlu kita coba untuk bisa menjadi penulis yang baik. Takperlu terlalu resah dengan kata ‘bakat’. Bila anda merasa tak berbakat, andatetap bisa menjadi penulis hebat, asal punya tekad dan terus latihan. MochtarLubis bilang, hanya diperlukan 10% bakat dan 90 % tekad serta latihan untukmenjadi penulis yang sukses. Jadi, selamat menulis ya! (Helvy Tiana Rosa)  kok ke'quote' semua begitu yah???
aku cuma mo quote yang di bawah ini kok
"Banyak orang berkata: “Saya ingin jadi penulis! Sumpah!” Tetapi mereka malas membaca, malas untuk mulai menulis"
kadang males kadang semangat
kalo pun lagi semangat baca, ngga pernah bisa anteng di satu buku, pasti pindah pindah buku akhirnya ngga ada yang beres ngga ada yang terbaca dengan sempurna hiks
:p
|
 | helvytr wrote on Jun 21, '05, edited on Jun 21, '05 bikin grup menulis fiksi aja mbak, trus orang-orang pada setor tulisan disitu buat dikomentarin bareng2 dan diberi masukan sama mbak helvy. Yah dikirim ke majalah dan koran khan belum PD jadi dikirim ke MP aja dulu  Boleh, boleh. Andrie yang koordinir? Or nanti saya ajak teman-teman FLP untuk terlibat membuat semacam kelas menulis fiksi di internet ya...;). Bang Jonru gimana nih?
Tapi soal kirim ke koran, majalah...pede aja lagi? Kenapa nggak, di internet juga, di media cetak juga ;D |
 | helvytr wrote on Jun 21, '05, edited on Jun 21, '05 kalo pun lagi semangat baca, ngga pernah bisa anteng di satu buku, pasti pindah pindah buku akhirnya ngga ada yang beres ngga ada yang terbaca dengan sempurna hiks  Dek, yang dimaskud terbaca dengan sempurna apa? Utuh detil gitu? Nggak usah sedih, hakikat baca buku kan kita mengerti inti buku tersebut dan tahu jelas buku itu menyampaikan apa. Itu bukan? :)). Memang kita butuh buku menarik yang bisa "menahan" kita hingga selesai menamatkannya ya...;)
Btw...yang kutipan panjang ini..., bolehkah minta tlg diedit? ;)) Luv... |
 | Acaranya hari ahad aja dek. Sabtu sore kami tiba, senin siang dah pulang. Wah mbak nggak tahu pakai biaya atau tidak. Nanti tanya panitia yaaa...
NB: tapi kalau mau ketemu yang pasti selalu gratis dong ;)
|
 | hafidah wrote on Jun 22, '05, edited on Jun 22, '05 thanks tips nya mbak, sangat membantu sekali...fida akan mulai belajarr nih..diharapkan sekali komentar mbak helvy di tulisanku. muach..muachh..buat mbak :) |
 | Mbaaak...
Kalo gitu bagi tips membaca cepatnya duong.... hehe ngelunjak ya aye hi hi ikut2an mbak helvy nih betawian, dlm rangka ultah jakarta neh :-) |
 | kiat-kiatnya oke bgt mba...thx a lot, jkk mulai sekarang harus latihan dan harus PD !!! (minimal nulis di multiply :D) |
 | Benar Euis..., ayo kita manfaatkam MP sebagai sarana latihan yang efektif ;))
|
 | mbak, kalo ada waktu tulisan kita dikomentari yah??? |
 | yenia wrote on Aug 12, '05 Terima kasih mbak Helvy, saya jadi semangat lagi nih |
 | Oke Yen...terus semangat dalam berkarya ya! ;)
|
 | duh,, akhirnya mampir ke sini,, kabar Faiz gimana mbak? ,, kalo Faiz ga bikin puisi, ga mungkin deh aku kenal mbak Helvy,, hehehe |
 | He he he anaknya lebih dikenal ya ;D Faiz alhamdulillah baik...thx ya perhatiannya....
|
 | Saya salah satu dari sekian banyak fans berat Mbak Helvy dan Faiz. Bahkan bisa menangis terharu baca pusinya Faiz. Tulisannya bagus banget, Mbak Helvy...Saya jadi terpacu untuk jadi rajin nulis. Soalnya suka macet,Mbak... macettt....
|
 | Hwaaaa, Fauziah sayang! Kemacetan itu bisa diatasi dengan tekad kuat dan latihan rutin! Ayo danjangan pernah menyerah ya! Semua orang bisa menjadi penulis! Luv
|
 | Dalam kealpaan diri kumelangkah tanpa arah.... Kesemuan membayangi setiap tatapan yang kudapat, Kini secercah cahaya memercik membahagiakan... Dengan sedikit arah kini kutemukan...
Semangat itu dapat membuatku menulis kembali.
*makasyi pencerahannya m'Helvy....* |
 | Brili, kamu bisa banget dong! ;)
|
 | :o) m'Helvy memang pembangkit semangat yang TOP!!! *yg B rasa* |
 | Masa seh? Belajar semangat juga dari beberapa pertemuan denganmu dek ;D
|
 | hmmm.... lemme think it over..... hmmm.... u had growing my spirit up to writting, sist.... :o) |
 | yaaahh.. m'Helvy dah off..... B masyi dikantor.... yg lain dah ada yg pada lesai nonton.... hikzz... hehehe..... SLOGAN MPers...: "SEMANGAAATTT!!!!" |
 | Semangattt! Weiiiii, OL lagi say! Ni kapan pulangnya seh? Dah malan say...titi dj ya...eh kalau malam Titi Kamal ding! ;p
|
 | Hhehheee..... B masyi dikantooor ni m'Helvy... hehehe... bentar lagi mo pulang... n istirahat bentar bru balik ngantor lagee... hehehee.... :o) SEMANGAATT!!!!! |
 | Sekarang pasti dah di kantor lagi? He he he iseng banget seh? ;p
|
 | Kiat ini saya simpan dan bolak balik saya baca. Terima kasih mbak Helvy. |
 | vin4 wrote on Sep 10, '06 Bundaa.. lama g bisa main ke rumah ini, dan tau-tau sudah di charge lagi negh. terima kasih banyak ya bunda ^__^ |
 | Lagi dong ilmunya mbak...soalnya saya lagi suka-sukanya menulis nih...jadi masih mau baca yang banyak "kiat menulis"nya...Jazaakillah... |
 | Assalamu'alaikum mbak helvy yang cantik...
Aku mau nanya nih. Gimana kalo ada orang yang menuntut kita untuk mengganti gaya kepenulisan kita? Padahal itu ciri khas yang ingin kita tonjolkan, tapi ada aja yang nggak suka. Katanya kurang misinyalah, jenis ceritanya nggak cocok sama kitalah, dan lain-lain. Hiks. Jazakillah. |
 | Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Ummi, bolehkah ana memanggil bunda dengan Ummi? gini... ana 20 tahun, ya.. masih awam sih ama yang namanya menulis, apalagi mengarang (sama yach?) ana ketarik dan punya harapan juga tuk jadi seorang penulis handal yang dapat mengeluarkan karyanya melalui buku-buku itu lho... kayak: al-Qharni, yusuf al Qhardawi, hasan al-bana, dll. apalagi karya kita itu dapat kita perlihatkan pada ortu kita sebelum mereka 'pulang' ke Rahmatullah..
selama belajar, ana tersandung batu.. ana g' punya modal tuk beli buku bacaan, yang bisa ya.. pinjam-pinjam aja ma orang lain, tapi Alhamdulillah pengetahuan ana sudah cukup banyak koq dari membaca. dan sekarang ana lagi coba-coba tuk menulis lagi, tapi yang ditulis itu kebanyakan referensinya bukan dari bacaan/buku tapi dari pengalaman hidup, imajinasi dan pikiran aja, gimana ya Ummi... bagus nggak klo hasil tulisan kita hanya dari hasil analisa dan persepsi kita? walau sih hanya masih belajar doank???
makasih ya Ummi, moga Bacaan ISlami semakin maju dan banyak.. Amiinn..
Wassalaamu'alaikum Wr. Wb
salam Mujahid untuk Ummi Helvy, Ikhwan dan Akhwat smua... |
 | Kak Evy, Yaaa ampunnn.. ini bener kan kak Evy kakak kelasku yg si SMP78?..kak Evy yg kakaknya Rani yg berambut panjang??? dulu kalian berdua penggemar berat penyanyi Julius Sitanggang?.. benerkan??? APa Kabar kak Evy??.. eh maaaffff ya sodara2.. kangen oi ketemu temen lama & kakak yg manissss & baek hati..eh kak Evy bales dong via PM & kudu cerita yg lengkap ya kak.. trus congrat ya buat si baby kecil.. bisou, Susy NH Tambunan |
 | mata1 wrote on May 24, '07, edited on May 24, '07 Helvy Tiana Rosa, aku sering denger namanya sewaktu masih sekolah dulu tahun '80an di stasion radio yang ada di Senen. Karena aku suka namanya, aku juga kirim-kirim buat request, padahal aku belum tahu orangnya. Aku salut karena Helvy sekarang sudah jadi orang ngetop. Aku doakan semoga karya-karyanya terus berkibar. Aku bisa nyangkut di blog ini, karena kangen masa-masa kecil waktu di Jakarta yang aku gak bisa dapati lagi di Australia. Sukses Helvy...
Rahmat N.S |
 | assalamu'alaikum... salam kenal m'Helvi. terimakasih kiat2nya. saya sedang belajar menjadi penulis |
 | Terimakasih kiatnya bu, insya Allah akan dipraktekkan. |
 | ass. AF I bagaimana caranya merangsang kemampuan untuk mendeskripsikan dalam menulis novel. wasalam |
 | Syukron Mbak HTR atas infonya. Saya catat ya! |
 | tianarief wrote on Feb 12, '08, edited on Feb 12, '08 wah, hampir semuanya udah dilakukan mbak (kecuali no 1 & 5), tapi kok nggak bisa-bisa bikin karya fiksi... :( |
 | makasih infonya mbak helvy, saya print untuk dibaca ;) |
 | than's banget bunda 'tuk infonya....:) jadi ikut2an panggil bunda dech?? btw spa sich yg ngawali panggilan tsb...??? yuuuuhuuuu.....:) |
 | terima kasih ya, Mbak HTR atas tausiyah kepenulisannya. :) |
 | Muhandis@Lembang-Saya baru saja membuka blognya Ibu Helvy. Dan saya baru juga membaca tulisan beliau. Kata demikata yang beliau tulis serasa beliau langsung berbicara kepada kita, komunikatif dan fresh lah. Nah ini yang ingin saya tanyakan. Bagaimana cara mengasah kemampuan menulis selancar kita berbicara. Gitu aja bu. Hatur nuhun... |
 | cuma pede nulis di multiply, blogspot aja *itu juga curahan hati doank* hihihi
mauuuuuuuuuuu belajarrrrrrrrr nulis fiksiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii |
 | wah, gak sia-sia deh baca tulisan ini. Pas banget kondisinya lagi ragu.. Tapi sekarang dah gak lagi.. semangat!!! makasih ya mbak:) |
 | bagus jadi motivasi buu.. |
 | Asiik... ini dia sungguh aplikatif bisa langsung praktek, gak perlu mikir alur (hehee) makasih mbak |
 | maksih banget bu. selama ini aku ingin mencoba menulis, tapi selalu gagal sebelum sempat menulis karena mengingat kekurangan, tidak percaya diri, merasa tulisan tidak terlalu menarik. tulisan diatas membuat ku akan sadar, tak seharusnya harus sempurna. aku ingin bercerita lbh banyak lg, tapi fasilitas comment ini terbatas karakter. aku ingin belajar banyak bu... Trims |
 | Assalamu'alaikum, Mbak. Tulisan ini boleh saya bagi buat adik-adik saya yang lain? Wass,ww (Ibnu HS) |
 | Semoga langsung di praktekkan Bunda,,:-) |
| |