Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryMar 15, '06 1:36 PM
for everyone

Ada apa, Ra? Mengapa kulihat kembali gurat pedih itu di wajahmu? Lalu seperti aliran sungai yang menderas, matamu pun bercerita pada mataku…

Ah, aku juga jadi tak mengerti. Mengapa suamimu masih menyimpan nomor telpon perempuan itu? Saat secara tak sengaja kau temukan sms-sms mesra itu di ponsel suamimu, naluri sebagai istri membuatmu hafal nomor ponsel perempuan itu.

Beberapa waktu lalu, suamimu memang telah meminta maaf, bahkan menangis mencium tanganmu berkali-kali. Suamimu juga berkata, ia telah menghapus semua tentang perempuan tersebut, termasuk nomor ponselnya. Ia juga berjanji tak akan lagi membalas email-email perempuan itu, yang membuat mereka semakin akrab berbulan-bulan. Tapi apa buktinya? Mana?

Kau merasa sangat perlu menjaga privasi suamimu. Karena itulah kau tak pernah ingin mengusik ponselnya, mencari tahu tentang apapun, termasuk hubungan antara suamimu dan perempuan itu yang kau kira telah tamat. Kau tahu suamimu sudah sangat menyesal. Hingga suatu saat, entah mengapa perasaanmu begitu tak enak.

Malam itu kau coba melihat kembali ponsel suamimu. Sebuah sms dari nomor tanpa nama tak mungkin bisa kau abaikan. Gaya bahasa perempuan itu! Meski tanpa kata cinta dan sapa mesra, kau tahu: perempuan itu menghubungi suamimu lagi, dengan nomor baru! Lalu kau catat kembali nomor tersebut. Tak perlu kertas. Luka telah menjadi pena yang lancar menggores kembali hatimu.

Kau diam. Hanya diam. Kau layani suamimu sepenuh hati, dengan keriangan yang terpaksa kau cuatkan dari nestapamu. Namun beberapa hari kemudian, saat suamimu lengah, kau cari nama yang mencurigakan dalam ponselnya. Mana? Di mana nama perempuan itu? Apakah suamimu sudi menyimpan nomor itu kembali? Kau terhenyak. Tak ada! Kau telusuri satu persatu nama dan kau cocokkan dengan nomor ponsel perempuan itu yang kau hafal sampai ke jantungmu. Kau terkejut! Sejak kapan suamimu mulai fasih (kembali) berbohong? Tiba-tiba kau merasa tak pernah mengenal suamimu sebelumnya. Sebuah nama lelaki yang mencurigakan dengan nomor ponsel yang terus menghantuimu, tertera jelas di sana!

“Supaya suamiku tidak tahu, aku selalu pakai nama perempuan untuk selingkuhanku lho,” terngiang perkataan centil teman perempuan sekantormu. “Jadi dia tidak mengira sama sekali bahwa Susi itu adalah Mas X,” tutur temanmu lagi. “Kadang namanya aku ubah sesukaku: Maryam, Imel, jenifer, Aisyah,” katanya cekikikan.

Kau beristighfar. Apakah itu juga yang dilakukan lelaki tercintamu?

Kau tak pernah membayangkan, suamimu tega menggali kembali luka yang ingin kau, yang ingin kalian lupakan atas nama cinta...dan kau masih bertanya-tanya sendiri, "Benarkah? sengajakah sang tercinta? Tak sengajakah? Apa yang sebenarnya terjadi?"

Terbersit di pikiranmu untuk bertanya pada suamimu: mengapa? Tapi ada batu menindih lidahmu. Bukankah suamimu "hanya" menyimpan nomor telpon perempuan itu? Itu tak lantas berarti mereka menjalin hubungan istimewa lagi bukan? Namun mengapa harus nama pria yang tertera di ponselnya? Mengapa sang tercinta tak jujur saja menyimpan nama dan ponsel perempuan itu sebagai teman, dan ia katakan padamu?

Kini semua nomor perempuan itu ada dalam genggamanmu. Dan kau belum memutuskan apa pun. Hanya luka menjelma pena tajam tak berhenti menulis kembali semua angka dalam batinmu, diiringi airmata….

Andai aku bisa sekadar membantumu, Ra….


70 CommentsChronological   Reverse   Threaded
himma wrote on Mar 15, '06
duuh mba helvyy......paling hanyut saya kalo membaca tentang luka lara wanita.......semoga diberi ketabahan dan kekuatan utk Ra ya mba....hiks..
Comment deleted at the request of the author.
helvytr wrote on Mar 15, '06
himma said
duuh mba helvyy......paling hanyut saya kalo membaca tentang luka lara wanita.......semoga diberi ketabahan dan kekuatan utk Ra ya mba....hiks..

Iya Yun...sampai ikutan nggak bisa tidur ...hiks...
irmawan wrote on Mar 15, '06
...semoga diberikan kekuatan utk mengahadapinya, semoga yang terbaik penyelesaiannya amin
maryamilyas wrote on Mar 15, '06
Aduh, Kak... Semoga Ra diberi ketabahan yah...
mamieksyamil wrote on Mar 15, '06
Ternyata menyimpan nama samaran masih jadi trend yah..:(. Dulu temen saya (bapak-bapak) memakai nama "Donald" untuk si Dona, dst. Naudzubillah mindzalik!

Mbak Helvy, saya paling gemes kalau mendengar wanita terlara-lara gara-gara perselingkuhan dsb. Kita harus bikin semacam pelatihan atau kursus untuk "menjadi tegar di segala cuaca" buat para ibu ini (termasuk saya ;D). Dengan demikian....siapa takut?! *yah...takut juga sih :(*

mamaabram wrote on Mar 15, '06
Astagfirullah Mbak, cerita perempuan itu sudah pernah Mbak tulis beberapa waktu yang lalu kan? Rupanya masih berlanjut ya, mudah2an teman Mbak tersebut tabah.
menhariq wrote on Mar 15, '06
aku tahu banget rasanya.. been there.. :(
annidalucu wrote on Mar 15, '06
duh mbak, gak kuat rasanya nahan airmata ini...
kenapa selalu ada yang tega menyakiti hati istri setelah semua yang diberikan istri pada suami?
*para suami ndak perlu sewot lho, ini juga berlaku sebaliknya :)*

semoga Allah berikan semesta kesabaran pada sang istri dan penyelesaian yang baik untuk keduanya...
lelakibiasa wrote on Mar 15, '06
speechles
hiks *
myshant wrote on Mar 15, '06
ini kelanjutan cerita yg waktu itu kan mba' ? perjuangan istri merekatkan kembali keluarga dgn lem kesabaran dan mencoba memaafkan suami, meskipun cinta dihati entah berganti menjadi apa.
kalo' udah ketauan mendua gini, mendingan dinikahkan alias poligami, atau minta cerai ya mbak ? *serius mode on*
katanya sebagai istri yg baik daripada suami selingkuh mendingan beristri lagi
tapi kalo' suaminya emang tipe kegatelan, sampe' kapan musti dituruti ?
asli, sedih banget kalo' baca masiy ada keluarga yg diganggu wanita lain ...huhuhu
suwadi wrote on Mar 15, '06
harus ada keterbukaan & kejujuran,
karena satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan2 lain.
kayaknya, kebohongan yang dibuat suami Ra sudah bertumpuk yang seakan sulit diurai lagi, meskipun awalnya cuma satu kebohongan saja yang dibuatnya.
Mudah2an Ra dan suami bisa mengurai kembali benang2 yg sudah "ruwet" dan kembali menjalani irama rumah tangga dengan penuh kejujuran dan keterbukaan antara keduanya.
ti2n wrote on Mar 15, '06
duhhh.. pediiihhh....
hhuuhu... bisa ngebayangin betapa sakitnya.
semoga Ra dikuatkan hatinya... dan suaminya diberi kesadaran..amiin....
dwiswandi wrote on Mar 15, '06
beban berat yang harus ditanggung oleh istri yang dibohongi suaminya. lahir batin yang terkoyak-koyak berjuang demi keutuhan bahtera yang telah ditengah samudera.
semoga yang berselingkuh disadarkan hatinya untuk kembali bersama mendayung perahu kecil yang sudah dikembangkan ditengah samudera yang berombak.
kembali bersatu untuk selamanya. jalan kita masih panjang,sayang. mengapa engkau menyerah begitu saja pada keadaan ini. mari kita bersama menghantam kerasnya terpaan ombak didepan kita.
masih ada maaf untukmu.
Hik's....
Jadi cedih dechh.....
diansya wrote on Mar 15, '06
Masya Alloh..
Semoga Alloh memberikan buah kesabaran Ra dengan kebahagiaan yang berlipat-lipat di jannahNya. Amieenn
brownhieze wrote on Mar 15, '06
:(

semoga Allah memberi kekuatan bwt temennya mbak helvy..
diberi kebaikan dan "jalan" yang jauuuhh lebih baik untuk semua keshabarannya dan kesedihannya... amin...!!
rostiani wrote on Mar 15, '06
Aduh sedih banged baca ceritanya, mudah2an di beri kesabaran yaa:)
adesiti wrote on Mar 15, '06
Seperti kebetulan mbak, saya juga punya teman yang kisahnya mirip banget dengan Ra ini. Temen saya itu, seorang dosen, kandidat doktor di Aussie, dan aktifis feminis yang saleh.... Do'a saya untuk teman mbak helvy dan teman saya. Semoga 'cobaan' ini menjadi jalan untuk lebih memperkokoh cinta....
sorayalannazia wrote on Mar 15, '06
daripada penasaran dan tdk bisa tidur, lebih baik suruh org utk mengikuti suaminya
so kita bisa tau secara jelas (drpd h2c, harap-harap cemas).
setelah punya bukti kuat, so kita bisa melakukan tindakan berikutnya
mo rembuk keluarga utk menyadarkan suami, or ke konsultan pernikahan, or minta janji dia, or bercerai....terserah pokoknya kita punya bukti yg kuat utk menindak lanjuti masalah yg ada!

smoga bermanfaat!
hayat wrote on Mar 15, '06
terkadang inilah ujian bagi para wanita sholeh yang mencoba berbakti pada suami. walau seperti ini balasan sang suami. mudah-mudahan Allah selalu menguatkan iman dan kesabaran "para wanita" khusunya Ra...
rikaadinda wrote on Mar 15, '06
hah? ini sambungan dari cerita mba helvy yg dulu ya? doh! sptnya suami itu harus ditegaskan kembali deh, niat ga sih tetap dalam pernikahan?
wishknew wrote on Mar 15, '06
Dalam dunia komputer, khususnya software, pasangan yang selingkuh sebaiknya diuninstall saja kalau gak bisa dimodify atau direpair. Tingkah lakunya bagaikan trojan (di luar baik, dalamnya merusak). Segera gunakan anti spymate dan antiworm spouse untuk membersihkannya. Jika perlu, upgrade saja dengan versi terbaru.
isnachristiadi wrote on Mar 15, '06
Mbak Helvy, saya paling gemes kalau mendengar wanita terlara-lara gara-gara perselingkuhan dsb. Kita harus bikin semacam pelatihan atau kursus untuk "menjadi tegar di segala cuaca"
Iya...saya juga geregetan. Why she has to let her husband and the other woman ruin and control her life?? Ah ...saya takut takabur juga sih. Na'udzubillahi min dzalik. Baca ayat Qursyi banyak2...terus telpon no perempuan itu (sudah disiapin apa yang mau diomongin). Terus tanya....dengan kalem dan jelas maunya apa tuh perempuan. Setelah itu, ngomong juga dgn suami dgn kalem dan jelas mengenai soal itu. TErus sholat...sholat....sholat minta kekuatan dari Allah menghadapi badai kehidupan ini. Semoga Allah memberikan yg terbaik buat teman mbak Helvy itu, amin.
tentangkami wrote on Mar 16, '06
Ra itu siapa mbak?? *pengen tahu aja yah :D* hhmm mudah2an Ra diberi kesabaran yg lebih menghadapi cobaan
utski wrote on Mar 16, '06
mbaaak, uci paliiiiing sebel yang namanya pengkhianatan... HUH.... gemes.... semoga sahabatnya mbak Helvy itu tabah dan mendapat balasan berlipat-lipat dari Allah...
inci73 wrote on Mar 16, '06
Saya juga baca ceritanya yang sebelumnya, waktu itu sambil berderai air mata, tapi ikut senang karena berakhir baik. Ternyata belum selesai juga ya Mbak? Waduh... kasihan Ra. Semoga Allah memberikan jalan dan kekuatan kepada Ra untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik. Dan tentunya yang terbaik buat semua. Aminnnn...
dayseema wrote on Mar 16, '06
Kita harus bikin semacam pelatihan atau kursus untuk "menjadi tegar di segala cuaca" buat para ibu ini (termasuk saya ;D). Dengan demikian....siapa takut?! *yah...takut juga sih :(*
Susahnya, setiap kasus akan beda....
Nggak bisa dipukul rata dan harus benar benar dilihat satu satu karena pasti banyak faktor faktor yang musti ditimbang sebelum bisa ngambil keputusan. Wah kebayang deh njelimetnya kalau mau dibikin matrix dari setiap case...
Dan kebayang njelimetnya membikin materi untuk kursus/pelatihan ini.

sahcrescent wrote on Mar 16, '06
ternyata..wanita memang lemah..
tapi soal perasaan jangan tanya....wanita lah yang paling kuat merasa...dan menyimpannya...
itulah kenapa surga di bawah telapak kaki ibu...
sedih banget mab ceritanya...
tapicukup menghibur kita yang lama...gak baca tulisan mba hevy..
maklum di luar.seh...
maimon wrote on Mar 16, '06
kasihan Ra.
udah ada anak ya Mbak?
Kalau belum, sarannya, tinggalin aja tu orang...
Emangnya kite siape?
diniauliya wrote on Mar 16, '06
Jd msh berlanjut mbak??? Fuiiiih….saya muaaak dgn perselingkuhan!! Di kantor sy yg dulu, sy satu departemen dgn para suami yg hobinya selingkuh…dan mrk addicted ! di rumah mrk akting layaknya bapak dan suami yg bertanggungjawab dan care ke keluarga, pdhal di kantor dan di luar rmh…mrk brengsek !Mual & menyebalkan, dan sy paliiing juteek bin judes ke mereka!!!!Ada apa sih dgn para lelaki yg hobi selingkuh???yg hobi membuat istrinya menangis,terluka , berduka sampai berderai2 airmata?puasss dgn semua itu?
( maaf mbak helvy…jd esmosi nih )
Utk mbak Ra, TEGAS aja mbak…jangan mau jadi bulan-bulanan….jangan takut kalau memang akhirnya hrs membuat keputusan utk berpisah…sendiri bukan berarti mati….ada Allah yang kan slalu menemani…
( mbak helvy sy jg banyak melihat hal serupa dan jg diceritakan bbrp teman, salah satunya seorang ibu yg amat shalihah, dia single parents , kini berjuang mendidik dan membiayai anaknya seorang diri, dulu saat menikah dgn suaminya mrk dipertemukan sbg sesama aktivis dakwah,setia menemani suaminya dr melarat hingga suami bisa lulus S3, stlh jd org sukses si suami dgn teganya ninggalin dan nikah dgn perempuan lain …! Selingkuh itu penyakit yg bs menerjang kalangan manapun yg mata hatinya sudah mati..!!!
bundaagnes wrote on Mar 16, '06
Duuuh paling gemes deh kalo bahas soal selingkuh ini. Kalo aku jadi Ra, aku dah minta cerai mbak, persis yg dibilang ama Dini, sendiri bukan berarti mati, ada Allah yg selalu menemani. Rasanya ga mungkin deh bisa respek lagi sama suami yang udah kayak gitu, anak-anak jg belum tentu jd lebih baik, suruh cerai aja deh mbak, eh koq jd ikutan esmosi gini, soalnya paling sebel mbak sama para suami yg nggak ngerti perjuangan seorang istri...hmm...
arvenda wrote on Mar 16, '06
haduh haduuh.. ada apa dgn para suami? sebegitu kejamkah? kacaw!
smoga Allah SWT menolong, melindungi dan menaungi para wanita sholihah itu dalam cinta-Nya ...
jendela wrote on Mar 16, '06
seandainya belum baca komentar-komentar di atas, yang tergambar dalam benak ketika membaca tulisan mbak helvy adalah: "sebuah karya sastra yang menyentuh",

habis suka kecele sih ;)
jika tidak disebut jelas nama tokohnya tulisan mbak helvy sulit dibedakan antara fiksi dan nonfiksi.

anyway, naudzubillahi min dzalik.

semoga orang-orang yang terzalimi selalu memperoleh kesabaran dari Allah swt. dan semoga orang-orang yang menzalimi mendapatkan teguran dari Allah swt. Amiin
helvytr wrote on Mar 16, '06
irmawan said
semoga diberikan kekuatan utk mengahadapinya, semoga yang terbaik penyelesaiannya amin

Terimakasih doanya ya Yud. Nanti saya sampaikan (kayaknya Ra juga baca tulisan ini. Malah dia yang minta saya menuliskannya)...
helvytr wrote on Mar 16, '06
Ternyata menyimpan nama samaran masih jadi trend yah..:(. Dulu temen saya (bapak-bapak) memakai nama "Donald" untuk si Dona, dst. Naudzubillah mindzalik!

Mbak Helvy, saya paling gemes kalau mendengar wanita terlara-lara gara-gara perselingkuhan dsb. Kita harus bikin semacam pelatihan atau kursus untuk "menjadi tegar di segala cuaca" buat para ibu ini (termasuk saya ;D). Dengan demikian....siapa takut?! *yah...takut juga sih :(*

Iya mbak. Tren banget...jadi tanpa harus berprasangka buruk...para istri yang sudah menangkap sedikit gelagat, kudu lebih waspada lagi...;(

Wah usulan yang bagus nih mbak! Kita memang harus selalu etgar dan...merangkul suami kita sekuat-kuatnya ;p
helvytr wrote on Mar 16, '06
Astagfirullah Mbak, cerita perempuan itu sudah pernah Mbak tulis beberapa waktu yang lalu kan? Rupanya masih berlanjut ya, mudah2an teman Mbak tersebut tabah.

Kayak cerita bersambung ya mbak? Hiks
helvytr wrote on Mar 16, '06
aku tahu banget rasanya.. been there.. :(

Mbak juga dikelilingi beberapa perempuan yang pernah mengalaminya, bahkan lebih berat dari Ra. Sakit banget ;(
helvytr wrote on Mar 16, '06
duh mbak, gak kuat rasanya nahan airmata ini...
kenapa selalu ada yang tega menyakiti hati istri setelah semua yang diberikan istri pada suami?
*para suami ndak perlu sewot lho, ini juga berlaku sebaliknya :)*

semoga Allah berikan semesta kesabaran pada sang istri dan penyelesaian yang baik untuk keduanya...

Nulisnya juga sambil ikutan nangis dek? Kenapa kenapa kenapa? Ya, kenapa?
Jazaakillah doanya.
helvytr wrote on Mar 16, '06
myshant said
ini kelanjutan cerita yg waktu itu kan mba' ? perjuangan istri merekatkan kembali keluarga dgn lem kesabaran dan mencoba memaafkan suami, meskipun cinta dihati entah berganti menjadi apa.
kalo' udah ketauan mendua gini, mendingan dinikahkan alias poligami, atau minta cerai ya mbak ? *serius mode on*
katanya sebagai istri yg baik daripada suami selingkuh mendingan beristri lagi
tapi kalo' suaminya emang tipe kegatelan, sampe' kapan musti dituruti ?
asli, sedih banget kalo' baca masiy ada keluarga yg diganggu wanita lain ...huhuhu

Persoalannya, menurut Ra, suaminya tak sejauh itu, Shant. Doi sumpah cuma akrab di internet, kirim2 sms dan telpon setiap waktu. Bahkan waktu cewek itu ngajak ketemuan, suaminya Ra nggak minat. Intinya suami Ra cuma butuh teman curhat. Gitu. Doi juga nggak niat sama sekali menikahi perempuan itu. Jadi belum jauh juga sebenarnya. Itulah yang membuat Ra bingung. Kalau memang suaminya selingkuh dalam arti memang jalan bareng berdua, berhubungan fisik dsbnya, udah pasti Ra akan minta cerai. Tapi ini tidak demikian. Makanya waktu Ra cerita saya juga sempat bingung. Dan tentu saja sebal sekali engan si wanita penggoda itu. kayak nggak ada pria lain aja gitu loh! ;(
helvytr wrote on Mar 16, '06
suwadi said
harus ada keterbukaan & kejujuran,
karena satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan2 lain.
kayaknya, kebohongan yang dibuat suami Ra sudah bertumpuk yang seakan sulit diurai lagi, meskipun awalnya cuma satu kebohongan saja yang dibuatnya.
Mudah2an Ra dan suami bisa mengurai kembali benang2 yg sudah "ruwet" dan kembali menjalani irama rumah tangga dengan penuh kejujuran dan keterbukaan antara keduanya.

Setuju banget nih!

Kalau dengar cerita Ra, dia sih berusaha banget terbuka sama suaminya, begitu juga suaminya. Termasuk kalau merasa ada sesuatu yang terjadi dalam rumah tangga mereka. Namun Ra bilang, ahir-akhir ini suaminya selalu mengelak kalau ngomong soal itu dengan alasan luka dalam rumah tangga mereka. Dia ingin menguburnya saja. Cuma kok masih nyimpen nomor hp dan rumah perempuan itu? Pakai nama cowok lagi! Berarti kan dia memang ingin menyembunyikan Ra takut mau bertanya karena suaminya akan gusar dan memicu pertengkaran di antara mereka. Sekilas saya lihat suami Ra memang baik banget sebenarnya. Makanya saya shock sahabat saya mengalami hal seperti ini! Btw makasih yaaaa
helvytr wrote on Mar 16, '06
beban berat yang harus ditanggung oleh istri yang dibohongi suaminya. lahir batin yang terkoyak-koyak berjuang demi keutuhan bahtera yang telah ditengah samudera.
semoga yang berselingkuh disadarkan hatinya untuk kembali bersama mendayung perahu kecil yang sudah dikembangkan ditengah samudera yang berombak.
kembali bersatu untuk selamanya. jalan kita masih panjang,sayang. mengapa engkau menyerah begitu saja pada keadaan ini. mari kita bersama menghantam kerasnya terpaan ombak didepan kita.
masih ada maaf untukmu.
Hik's....
Jadi cedih dechh.....

Wah...terimakasih empatinya pada Ra. Semoga suaminya sadar bahwa keterbukaan di atas segalanya. Ra bilang ia masih sangat mencintai suaminya dan akan habis-habisan mempertahankan rumah tangganya bila memang suaminya belum sejauh itu...

Hiks...
helvytr wrote on Mar 16, '06
adesiti said
Seperti kebetulan mbak, saya juga punya teman yang kisahnya mirip banget dengan Ra ini. Temen saya itu, seorang dosen, kandidat doktor di Aussie, dan aktifis feminis yang saleh.... Do'a saya untuk teman mbak helvy dan teman saya. Semoga 'cobaan' ini menjadi jalan untuk lebih memperkokoh cinta....

Wah, tapi Ra dan temanmu bukan orang yang sama kan? he he...
Ya, Ade. emoga kejadian ini bisa memperkokoh cinta mereka kelak...amiin. Salam untuk temanmu juga yaa...
helvytr wrote on Mar 16, '06
daripada penasaran dan tdk bisa tidur, lebih baik suruh org utk mengikuti suaminya
so kita bisa tau secara jelas (drpd h2c, harap-harap cemas).
setelah punya bukti kuat, so kita bisa melakukan tindakan berikutnya
mo rembuk keluarga utk menyadarkan suami, or ke konsultan pernikahan, or minta janji dia, or bercerai....terserah pokoknya kita punya bukti yg kuat utk menindak lanjuti masalah yg ada!

smoga bermanfaat!

Istrinya dah coba untuk terus menyelidiki...tapi memang karena dia kerja, kemampuannya terbatas. Menyewa atau menyuruh orang menyelidiki, Ra belum mau. dalam pikirannya suaminya nggak sejahat dan setega itu....thx masukannya! ;D
helvytr wrote on Mar 16, '06
Dalam dunia komputer, khususnya software, pasangan yang selingkuh sebaiknya diuninstall saja kalau gak bisa dimodify atau direpair. Tingkah lakunya bagaikan trojan (di luar baik, dalamnya merusak). Segera gunakan anti spymate dan antiworm spouse untuk membersihkannya. Jika perlu, upgrade saja dengan versi terbaru.

Xi xi xi xi xi...Wisnu, Wisnu. Betul juga lho! ;D
helvytr wrote on Mar 16, '06
ya...saya juga geregetan. Why she has to let her husband and the other woman ruin and control her life?? Ah ...saya takut takabur juga sih. Na'udzubillahi min dzalik. Baca ayat Qursyi banyak2...terus telpon no perempuan itu (sudah disiapin apa yang mau diomongin). Terus tanya....dengan kalem dan jelas maunya apa tuh perempuan. Setelah itu, ngomong juga dgn suami dgn kalem dan jelas mengenai soal itu. TErus sholat...sholat....sholat minta kekuatan dari Allah menghadapi badai kehidupan ini. Semoga Allah memberikan yg terbaik buat teman mbak Helvy itu, amin.

Iya Isna..., saya juga menyarankan hal yang sama pada Ra. Kata Ra, dia perlu waktu untuk melakukan semua. Ra itu halus banget orangnya...jadi dia tidak mau disakiti maupun menyakiti...hiks...btw thx banget!
helvytr wrote on Mar 16, '06
Ra itu siapa mbak?? *pengen tahu aja yah :D* hhmm mudah2an Ra diberi kesabaran yg lebih menghadapi cobaan

Ra itu salah satu sahabat terdekat saya. Kami sudah berteman sejak kecil....
helvytr wrote on Mar 16, '06
Susahnya, setiap kasus akan beda....
Nggak bisa dipukul rata dan harus benar benar dilihat satu satu karena pasti banyak faktor faktor yang musti ditimbang sebelum bisa ngambil keputusan. Wah kebayang deh njelimetnya kalau mau dibikin matrix dari setiap case...
Dan kebayang njelimetnya membikin materi untuk kursus/pelatihan ini.

Betul mbak...
Mungkin pendapat saya dan mbak Mamiek lebih ke menyiapkan iman, mental dan finansial kita sebagai perempuan. Jadi kalau ada kasus yang mengoyak-ngoyak kayak gini, lebih siap.Nauzubillah. Moga nggak akan pernaaaaaaahhh! Jauh jauh dah!
helvytr wrote on Mar 16, '06
ernyata..wanita memang lemah..
tapi soal perasaan jangan tanya....wanita lah yang paling kuat merasa...dan menyimpannya...
itulah kenapa surga di bawah telapak kaki ibu...
sedih banget mab ceritanya...
tapicukup menghibur kita yang lama...gak baca tulisan mba hevy..
maklum di luar.seh...

Betul, wanita lebih kuat. Karena itu pula mungkin Allah menakdirkan kitalah yang mengandung dan melahirkan para pria juga wanita...
Kalau sedang berempati...cerita seperti ini gampang keluar dari saya. Sepertinya tangan-tangan ini mengetik sendiri dan sepuluh menit kemudian selesai...

Thx dan sukses ya, di luarnya...;D
helvytr wrote on Mar 16, '06
maimon said
kasihan Ra.
udah ada anak ya Mbak?
Kalau belum, sarannya, tinggalin aja tu orang...
Emangnya kite siape?

Sayangnya, Mun.Mereka dah punya anak. Dah belasan tahun menikah...
Kita doakan yang terbaik ya...
Miss u!
helvytr wrote on Mar 16, '06
mbak helvy sy jg banyak melihat hal serupa dan jg diceritakan bbrp teman, salah satunya seorang ibu yg amat shalihah, dia single parents , kini berjuang mendidik dan membiayai anaknya seorang diri, dulu saat menikah dgn suaminya mrk dipertemukan sbg sesama aktivis dakwah,setia menemani suaminya dr melarat hingga suami bisa lulus S3, stlh jd org sukses si suami dgn teganya ninggalin dan nikah dgn perempuan lain …! Selingkuh itu penyakit yg bs menerjang kalangan manapun yg mata hatinya sudah mati..!!!

Hidup Diniii! Saya juga muak banget dah sama yang kayak gini. Kacang lupa kulit banget ya? bagus juga ibu ini. Mending pisah deh kalau suaminya ga tahu diri model gini!! (emosi jugaaa!). Salam kenal dan sayang untuk ibu tersebut kalau ketemu ya say...Trims...
helvytr wrote on Mar 16, '06
jendela said
seandainya belum baca komentar-komentar di atas, yang tergambar dalam benak ketika membaca tulisan mbak helvy adalah: "sebuah karya sastra yang menyentuh",

habis suka kecele sih ;)
jika tidak disebut jelas nama tokohnya tulisan mbak helvy sulit dibedakan antara fiksi dan nonfiksi.

anyway, naudzubillahi min dzalik.

semoga orang-orang yang terzalimi selalu memperoleh kesabaran dari Allah swt. dan semoga orang-orang yang menzalimi mendapatkan teguran dari Allah swt. Amiin

Iya dek. Ini bisa fiksi bisa non fiksi kok ;). nggak apa dibaca sebagai cerpen. Tapi ini kisah Ra, kisah sebenarnya tanpa bumbu dari salah satu sahabat yang paling akrab dengan saya...

Jzkml doanya dek
myshant wrote on Mar 17, '06
helvytr said
Intinya suami Ra cuma butuh teman curhat. Gitu. Doi juga nggak niat sama sekali menikahi perempuan itu. Jadi belum jauh juga sebenarnya. Itulah yang membuat Ra bingung. Kalau memang suaminya selingkuh dalam arti memang jalan bareng berdua, berhubungan fisik dsbnya, udah pasti Ra akan minta cerai
*jadi ikutan bingung*
semoga diberikan jalan sama Allah ya mbak, ini cobaan cinta nih :)
duh, bayangkan seandainya sang wanita lain itu gak nanggepin si suami dan mundur teratur
si suami akan dengan tenang balik lagi ke istrinya
wawati wrote on Mar 17, '06
Aduh mbak, gak abis pikir deh ama perempuan seperti mbak Ra itu, yang bisa menahan
luka dan sakit hati begitu.. Semoga dia segera diberi kekuatan tuk keluar dari sakit itu ya mbak.. Prihatin banget ngeliatnya :(
helvytr wrote on Mar 17, '06

Iya Wati...kalau menurutnya dia ingin mengambil tindakan yang seadil mungkin dan tidak menyakitkan siapapun...kita doakan yaa...thx banget ya
helvytr wrote on Mar 17, '06, edited on Mar 17, '06
myshant said
duh, bayangkan seandainya sang wanita lain itu gak nanggepin si suami dan mundur teratur
si suami akan dengan tenang balik lagi ke istrinya
Yang duluan kan perempuannya, kata Ra. Jadi dia ngirim email terus, curhat ke suaminya Ra. Lama-lama jadi akrab...perempuan itu dah punya anak, tapi janda...(merusak reputasi janda neh. Temanku janda banyak yang baik banget dan nggak mau ganggu rumah tangga orang! Hiks...)
myshant wrote on Mar 17, '06
helvytr said
Yang duluan kan perempuannya, kata Ra. Jadi dia ngirim email terus, curhat ke suaminya Ra. Lama-lama jadi akrab
iya, coba kalau mulai sekarang si perempuan itu gak ngirim2 email lagi, mundur dan gak menghubungi suami Ra lagi
pasti ceritanya akan jadi akhir yg bahagia :)
bener ya mba' helvy, jadi merusak citra janda yg jadi single parent tapi menjaga kehormatannya
aku jg ada temen janda yg single parent tapi baik banget dan anti mengganggu suami orang.
vin4 wrote on Mar 17, '06
Inikah sahabat yg waktu itu Bunda ceritakan padaku?
smoga mbak Ra diberi ketabahan menghadapi semua ini ya Bun
helvytr wrote on Mar 17, '06
vin4 said
Inikah sahabat yg waktu itu Bunda ceritakan padaku?
smoga mbak Ra diberi ketabahan menghadapi semua ini ya Bun

Wah, yang mana, Vin? *garuk2 kepala* Yang di tulisan sebelumnya iya...;D
helvytr wrote on Mar 17, '06
myshant said
bener ya mba' helvy, jadi merusak citra janda yg jadi single parent tapi menjaga kehormatannya
aku jg ada temen janda yg single parent tapi baik banget dan anti mengganggu suami orang.

Iya say ;(

Simpatiku juga untuk temanmu yang baik hati itu ;D
windageulis wrote on Mar 17, '06
helvytr said
dia ngirim email terus, curhat ke suaminya Ra. Lama-lama jadi akrab
hmmm...kalau seandainya suaminya mbak Ra cuekin mungkin tidak akan terjadi, tapi kembali lagi namanya juga manusia dengan segala kemungkinannya. semoga keluarga mbak Ra bisa kembali utuh tanpa ada gangguan...
helvytr wrote on Mar 17, '06

Iya. Kalau Ra bilang, dari cerita suaminya waktu itu (lihat: Saat Dia Berpaling), tadinya hanya dari niat baik membalas email2 itu...lama-lama karena dia ngirim terus jadi luluh juga...hiks...

NB: aku dah kayak juru bicara Ra neh ;p
srisariningdiyah wrote on Mar 17, '06
helvytr said
cerita seperti ini gampang keluar dari saya. Sepertinya tangan-tangan ini mengetik sendiri dan sepuluh menit kemudian selesai...
hebat banget euy mba Helvy.....
salut.... 10 menit???
helvytr wrote on Mar 17, '06

Iya...kalau lagi mood banget memang gitu, Ri...kalau lagi nggak...yaaaa lama juga kok he he he
jendela wrote on Mar 18, '06
helvytr said

Iya. Kalau Ra bilang, dari cerita suaminya waktu itu (lihat: Saat Dia Berpaling), tadinya hanya dari niat baik membalas email2 itu...lama-lama karena dia ngirim terus jadi luluh juga...hiks...

NB: aku dah kayak juru bicara Ra neh ;p
hmm... komunikasi memang menjalankan hal yang sangat penting dalam kehidupan. apalagi jika kita menganggap hubungan keluarga adalah hubungan formil, sehingga komunikasi yang terjalin kaku tidak cair. padahal justru orang yang paling berhak mengetahui kondisi dan perasaan kita adalah keluarga, kemudian orang seiman yang dekat. karena merekalah yang akan mendukung kita ketika lengah dan lemah.

tetapi kalau antara suami istri sudah tidak terjalin komunikasi yang terbuka, akan sulit mengurai benang kusut kecuali keduanya bersabar. apa yang ada di pikiran dan hati perempuan akan berbeda responnya terhadap hal yang sama yg ada pada laki-laki.
padahal sudah jelas ajaran quran jika terjadi perselisihan, kembalikan saja ke quran.

[bukankah pemahaman (penafsiran) quran setiap orang berbeda? maka ada satu hal yang dapat menyamakannya yaitu menggunakan bahasa harfiah quran (terlalu menyederhanakan ya? :D)]

NB juga: wah jadi ngelantur, maaf pernyataan di atas bukan berasal dari ahli yang kapabel dalam hal psikologi, komunikasi, dan tafsir :D
helvytr wrote on Mar 18, '06

Nggak apa dek. Makasih banyak sharing nya...itu juga yang saya sampaikan pada Ra...,tapi tetap aja geregetan pengen ngomong sama suaminya. Cuma ya gimana...takut dikira ikut campur urusan RT orang...hiks
yanidodo wrote on Mar 21, '06
mbak Helvy....kalau cinta sampai dikhianati dan dikhianati lagi, apakah itu masih cinta?
kalo saya jadi mbak Ra, pasti sulit sekali untuk ngasih ruang privasi untuk suami yang pernah berbohong. Istri juga berhak kan melarang suami untuk berteman dengan orang yang bisa membuat suasana rumah tangga gak harmonis. Dia pernah melukai mbak Ra dengan "bercakap mesra" dengan perempuan itu. Sekarang, dia masih terus keep in touch dengan perempuan itu, memangnya dia nggak ada tempat curhat lain? kok sanggup ya melakukan hal yang jelas-jelas bakal membuat istrinya terluka? apa ini masih cinta??..*bingung*
dari yani, selangor
helvytr wrote on Mar 21, '06

Benar juga ya, Yan. Tapi teman saya itu khawatir dia terlalu nuduh. Soalnya kayaknya suaminya juga cuma nyimpan nomor itu...,barangkali bahkan mereka sudah tak ada hubungan apa pun lagi...makanya menurut saya sebaiknya dia tanya saja baik2 sama suaminya ya...thx lho...
helvytr wrote on Mar 21, '06
hmmm...kalau seandainya suaminya mbak Ra cuekin mungkin tidak akan terjadi, tapi kembali lagi namanya juga manusia dengan segala kemungkinannya. semoga keluarga mbak Ra bisa kembali utuh tanpa ada gangguan...

Thx ya say....

Iya...harusnya suami Ra tidak ikut larut...
Kita doakan ya....
rarina wrote on Mar 23, '06
Saya mengenal seorang wanita yang pernah mengalami hal yang sama....salah satu yang dilakukannya adalah bertanya pada suaminya dan akhirnya mengajak si wanita lain itu berbicara.....dan wanita itu bertanya apakah dia mencintai suaminya...kalau benar dia mencintainya maka dia ikhlas dan memberikan izin untuk menikah...hanya saja sang suami harus meninggalkan rumah dan menjaga jarak dengan dia dan anak-anaknya...akhirnya si wanita lainnya menjauh.....dan mudah-mudahan tidak menggoda suaminya lagi...satu hal yang sangat saya kagumi adalah ketegaran dan keikhlasannya....karena sebagai seorang wanita..saya juga bisa merasakan kepedihan hatinya...Mudah-mudahan Mba Ra diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan...

Ra"...nama ini pernah saya pakai buat bikin tulisan pendek...tapi ga pernah di publish..nggak pede mba..
helvytr wrote on Mar 26, '06

Say, makasih sharing-nya yaaa...
Tadinya Ra juga mau melakukan itu...tapi kemudian ga jadi. Dia hanya meng-sms perempuan itu baik2. Pada suaminya, dia minta agar istikharah...dah baca finalnya kan?

Ayo nulis lagi dan publikasikan..., kamu bisa! ;D
Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.