Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryFeb 2, '05 7:51 AM
for everyone



Telah kugenggam bayangmu
saat pertama kali bertemu
senyummu mengalahkan lelahku
dan kerudung putih itu
menari di bawah mentari
namun liuknya
kuakrabi sebagai luka

hari demi hari
kau putuskan
untuk menaklukkan kata-kata
dalam puluhan cerita
yang tersebar di nusantara
kaulah yang memantikkan api
di dada dan pena kami

menulis! katamu, menulis!
jalin lara serambi dengan doa dan cinta
nyalakan kalian, nyalakan! katamu
jalin lara serambi dengan doa dan cinta

Namun sekonyong-konyong
maha gelombang itu datang
menerpa menyapu segala
membawamu pergi dari kami

dari Jakarta
aku merasa cuaca berdarah
mengiris-iris perih,
udara dipenuhi kalimat-kalimat
yang berhamburan dari sepuluh bukumu
jejak yang tak terhapuskan

Sesungguhnya telah kugenggam bayangmu
saat pertama dan terakhir kali bertemu
kau yang lebih indah
dari bunga dan airmata
abadi dalam panggung kenanganku.

Selamat jalan, Diana Roswita

Cipayung, 2 Februari 2005
Helvy Tiana Rosa
----------------------------

Tentang Diana Roswita

Diana Roswita lahir 6 Agustus 1979 di Banda Aceh. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Drs. Diah Husin dan Dra. Rosniah ini senang menulis cerpen dan menggambar komik sejak di bangku Sekolah Dasar.

Sewaktu duduk di bangku Madrasah Aliyah, ia bergabung dengan majalah sekolah Gema Madrasah sebagai ilustrator. Karya-karyanya juga mulai dimuat di berbagai media. Buku fiksinya yang telah terbit antara lain: Lukisan Sakura (Mizan 2001), Suci (Mizan 2003, Bidadari di El Rijal (Syaamil, 2003), Impian Jaquelyn (Mizan, 2004), Menanti Sang Pangeran (Lingkar Pena Publishing House, 2004). Karyanya juga terdapat dalam beberapa antologi, di antaranya Doa untuk Sebuah Negeri (Syaamil 2001), Antologi Sastra Putroe Phang (DKA, 2003), Bintang di Langit Baiturrahman (GIP 2004), Hati yang Terpisah (Syaamil, 2003), Di Sini Ada Cinta (seri MTPS, LPPH 2004), dan lain-lain.

Karyanya Selalu Ada Jalan menjadi Juara I Lomba Penulisan Buku Cerita Keagamaan tingkat SLTP yang diadakan oleh Depag RI (tahun 2002). Ia juga pernah menjadi Finalis Lomba Cipta Cerpen Tingkat Nasional yang diadakan Forum Lingkar Pena Pusat (2002), serta juara hiburan pada Lomba Menulis Cerita Pendek Islami (LMCPI) VI majalah Annida (2003) dengan cerpennya yang berjudul “Permintaan Rijal”

Diana adalah Sarjana Agama dari Fakultas Tarbiyah Jurusan Bahasa Arab IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pada tahun 2001 ia menikah dengan Zulfadhli, ST. Tahun 2004 ibu dua putra kembar balita, Muhammad Jihad al Fathi dan Muhammad Imad Farahat ini menjadi Ketua Divisi Fiksi FLP Nanggroe Aceh Darussalam. Sebelumnya Diana adalah Wakil Ketua FLP Nanggroe Aceh Darussalam, sekaligus perintis pembentukan FLP di wilayah tersebut.

Diana dan kedua anak kembarnya meninggal dalam tragedi tsunami, 26 Desember 2004. Salah satu buku terakhirnya Cahaya Mata (GIP, 2004) ditulis berdua dengan suaminya yang selamat dalam musibah tersebut.








unisa81 wrote on Mar 5, '05
sedih banget....
apalagi ngeliat poto yg lucu itu...
moga2 keluarga tercinta diberi ketabahan selalu..
helvytr wrote on Mar 22, '05
Bagi saya dan teman-teman FLP, semangat Diana tetap tinggal di sini. Tak akan pernah pergi....
syawalmutia wrote on May 11, '06
saya dulu pernah menjadi anggota flp aceh ketika flp aceh pertama berdiri. kak ita (beliau tidak suka dipanggil diana)yang saya kenal memang Subhanallah. speechless, walaupun telah lewat berbulan-bulan, sedih dan haru itu terus tumbuh.innalillahi wa inna ilaihi raji'uun...
jendela wrote on May 30, '06
hiks.. sedihnya.....
tangis di hati andi bergumul hendak memecah dada
gerimis, mbak....
saiful82akmal wrote on Jan 31, '07
asw. mbak helvi, ini dia senior ane di LDK IAIN Ar-Raniry, sebenarnya waktu sebelum meninggal, kita sempat mendapat panngialn rektor saat itu, untuk membiayai buku ukhti diana yang prtama kerjasama dengan Arraniry presss...Allah knows the best, suaminya sahabat karib kita
awienda wrote on May 10, '07
sastra emang bisa membuat jiwa menjadi indah ya mbak. apalagi puisi... Aq suka banget sama puisi. tapi nggak bisa bikinnya. suka membacanya saja. pernah nyoba2. tapi jadinya malah aneh =P. sukses terus ya mba..
mulla71 wrote on Jun 30, '07
Saya penggemar cerpen2nya Diana. Saya ingin mengikuti jejaknya, karena walaupun sudah meninggal dunia, namun karyanya tetap abadi. Dan itu jadi amal jariyah
kuntumshlihat wrote on Jan 13, '08
orang tidak akan pernah mati selama ada orang yang mengenangnya...
dan menulis adalah salah satu jalan untuk dikenang. Semoga semangat Mbak Diana bukan hanya untuk dikenang tapi menjadi semangat kita juga.

salam kenal ya mbak Helvy,
kenalkan, aq pertapa sunyi yang sedang belajar jadi penulis karena hanya dengan menulis aq bisa mengakrabi pagi :)
Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.