Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryMar 24, '06 10:49 PM
for everyone
RA:


Akhirnya aku putuskan untuk bertanya padamu, Bang. Setelah batinku lelah terus menanggung pilu yang semakin menggunung dan menyesakkan dada.

Kau sangat terkejut dan tak menyangka aku tahu sebanyak itu bukan?

Pertama kali aku mengetahui tentang kalian memang belum lama, baru empat bulan lalu, ketika terbaca sms-sms mesra kalian dalam ponselmu yang tertinggal di rumah hari itu. Secara naluri, aku langsung menelpon perempuan itu, berpura-pura menanyakan sesuatu. Suara yang sangat ketus menyatakan salah sambung!

Malam ketika kau pulang, aku bertanya baik-baik padamu, Bang. Mulanya kau menyangkal. Namun setelah kutunjukkan bukti-bukti, kau menangis. Kau bilang kalian baru dekat 3 bulan saja dan hanya lewat email dan telpon. Dia curhat padamu, kau meladeni dan akhirnya kalian semakin akrab. Aku tahu kau tak pernah berdusta. Jadi ketika kau nyatakan kau bertobat dan meminta aku memaafkanmu sambil menangis, meski perih aku menerimamu kembali. Apalagi kau bilang, janda beranak dua itu, pernah mengajak bertemu tapi kau menolak. Dan menurutmu kalian belum pernah bertemu. Kau hapus segala tentangnya, juga nomornya di ponselmu.

Hari pun berlalu dan rumah tangga kita semakin baik. Ah, sebenarnya sejak dulu kita juga baik-baik saja kan? Aku berusaha untuk lebih berubah lagi, mengikuti keinginan dan imajimu tentang seorang ibu rumah tangga. Sampai bulan ini entah mengapa aku mencium gelagat yang lain darimu.

Teman dekatku pernah berkata, ada beberapa tanda seorang suami berpaling:

  1. Lebih suka jalan sendiri daripada bersamamu
  2. Lebih mudah marah
  3. Lebih memilih main game sampai larut malam daripada bicara denganmu
  4. Tidak suka bicara soal kehidupan rumah tangga sendiri
  5. Membawa HP ke sudut manapun meski hanya dalam rumah
  6. Lebih memperhatikan penampilan , tapi tak membutuhkan saranmu
  7. dll

Waktu itu aku cuma tertawa mendengarnya. Namun kemudian kuperhatikan, semua ada padamu. Kau tahu, Bang, aku sudah tak pernah lagi mau memeriksa ponselmu, sejak peristiwa pertama itu berlalu. Bukankah sejak dulu aku memang seperti itu? Aku ingin menghargai privasimu. Aku percaya padamu.

Lalu entah mengapa, sebulan lalu, perasaanku tak enak. Senja merah dan saat kau lengah, kubaca isi ponselmu. Memang tak ada sms mesra dari perempuan itu seperti dulu. Tapi seseorang bernama “Doni” mengirim sms padamu dengan gaya bahasa yang sama dengannya. Aku terhenyak dan seperti disadarkan. Mengapa, Bang? Mengapa kau jalin lagi hubungan dengannya, padahal kau sudah berjanji untuk setia padaku dan Allah setelah peristiwa pertama? Dan ia yang kau namai “Doni” adalah perempuan itu! Mengapa? Mengapa harus berdusta padaku dengan menyamarkan namanya menjadi nama lelaki?

Aku mulai mengerahkan semua panca indera, juga mata ketigaku untuk melihat hubunganmu dengannya.

Tanpa setahumu, aku menyelidiki perempuan itu. Aku tahu nama, alamat, juga nomor-nomor ponselnya. Aku tahu siapa dia, mengapa ia bercerai dari suaminya, dan lain-lain.

Ketika ada beberapa kali kesempatanmu menginap di kota B, kau pergi dengan sangat riang. Entah mengapa suatu hari, aku terusik dan…mengikutimu!

Aku tahu di sana kau memang benar-benar bekerja, Bang. Tapi aku merasa kau pasti pernah bertemu dengannya, setidaknya saat itu, kala aku menemukan kalian dengan mata kepalaku sendiri. Kalian makan minum bersama di tempat yang kau bahkan belum pernah mengajakku ke sana. Aku melihat caramu dan cara dia menatap satu sama lain. Dan kau tak menyadari bukan? Dengan tubuh menggigil karena kehujanan, aku berdiri di dekat jendela, lalu bergeser ke pintu dan memandang kalian dengan penuh luka…Kau, dia tertawa-tawa dengan mesranya, tanpa beban…Dadaku berdegup keras. Ingin rasanya aku melabrak kalian! Atau kalau tidak, sekadar mendatangi dan memandang kalian dengan mata lara.

Namun sebuah sms dari anakmu menyadarkanku untuk pulang malam itu juga dari Kota B kembali ke Jakarta. Sepanjang jalan, dalam kendaraan umum, aku menangis. Ah, apa yang bisa kulakukan lagi saat itu selain menangis?

Ketika kau pulang, aku belum ingin berkata apa pun. Belum. Aku tetap mencoba melayanimu dengan riang. Aku berharap dengan ketulusanku, kau tergugah dan lebih mencintaiku, lebih mencintai keluarga kita yang telah terbangun belasan tahun ini.

Kemarin, entah mengapa aku gulana. Firasatku mengatakan ada yang tak beres. Saat kau ke kamar mandi, kulihat ponselmu. Benar, dia menghubungimu lagi! Dia bercerita bahwa dia sedang sakit dan mau ke rumah sakit bersama ibunya. Dalam sms lain ia bilang ia ingin ganti nomor ponsel karena merasa tak nyaman memikirkan mungkin aku tahu nomornya. Yang membuatku lebih tersentak adalah ketika di bagian sent yang belum sempat kau hapus, kau katakan padanya untuk menghanguskan nomor lama dan menggantinya dengan nomor CDMA seraya mengatakan kau yang akan membelikan ponselnya!

Pagi itu saat kau pamit ke kantor dan mengecupku, tubuhku bergetar menahan tangis yang nyaris meledak. Tapi kau tak membacanya…,kau memang tak pernah bisa membacaku dengan benar, Bang…

Lalu kemana aku harus berbagi cerita dan meminta saran? Kebanyakan temanku lelaki. Tapi apakah aku akan mengulang jalanmu dengan curhat pada mereka, lalu jadi makin dekat dan akhirnya berpeluang besar menghancurkan rumah tangga mereka? Tidak. Aku tak pernah mau ambil resiko. Aku hanya ingat seorang teman yang menyarankanku untuk menuliskan semua beban hidup agar terasa ringan. Aku bercerita padanya.

Dia mengatakan agar aku berani bicara padamu lagi. “Komunikasi adalah kunci utama keutuhan sebuah rumah tangga,” katanya.

Sebelum bicara padamu, mungkin juga pada perempuan itu, aku mendapat kekuatan dari sebuah tempat yang tak pernah kuduga: multiply! Di webnya, sahabatku mengangkat persoalanku dengan jati diri yang disamarkan. Kau tahu, Bang? Begitu banyak simpati, empati yang menghiburku. Mereka juga memberikan saran-saran yang sangat baik dan bisa langsung kuterapkan! Ah, aku berhutang budi pada mereka semua….

Awalnya aku mengirim sms…sebuah doa untukmu. Kau menjawabnya dengan riang, dan mengucapkan terimakasih. Lalu kukirim sms pada sahabat perempuanku, bahwa aku mengetahui hubungan kalian lebih jauh. Tapi Allah berkehendak lain. Jari-jariku lincah mengetik sms yang kemudian malah terkirim padamu itu!

Baru setengah jam setelah itu kau membalas. Kau bilang kau tetap cinta padaku. Kau akan bertobat dan kau meminta maaf untuk kedua kalinya (tak akan ada kata maaf yang ketiga. Aku berjanji padamu dan Allah, tulis sms mu). Aku masih terguncang, namun kutahan tangis saat menatap wajah anak kita. Saat itu aku sedang di rumah sakit, memeriksakan kesehatanku dan anak kita. Untuk pertama kalinya, kukirim sms pada dua nomor hp milik perempuan itu. Bukan amarah yang kukirim, hanya sebuah pertanyaan: Mengapa Anda memanfaatkan situasi dan terus menghubungi, mengganggu suami saya (jangan bilang anda tak memanggilnya cinta). Apa salah saya pada Anda? Tak ada jawaban. Tak pernah ada.

Malamnya kau pulang dan kita bicara baik-baik, meski aku sempat menangis sesenggukan. Aku minta kau bicara sejujurnya. Kau lebih banyak diam dan mendengarkanku dengan wajah menyesal.

“Jadi apa target hubungan kalian?” tanyaku dengan suara bergetar.

“Tak ada,” paparmu. “TTM…”

Aku mual mendengarnya. TTM (Teman Tapi Mesra). Itu akan jadi lagu yang paling kubenci di dunia ini!

“Dulu abang bilang tak pernah bertemu dengannya. Mengapa abang berdusta?”

Kau menciumku dan berulangkali minta maaf. “Hanya mengobrol, curhat-curhatan saja. Tolong maafkan aku….”

Hatiku semakin ngilu.

“Bisakah aku memaafkanmu, Bang? Mungkin bisa…tapi tidak sekarang….”

Aku lalu memintamu untuk istikharah memilih aku atau dia…

Kau mendesah. “Aku tak ingin kita berpisah. Aku memilihmu. Aku masih mencintaimu,” bisikmu. “Aku tak akan berhubungan lagi dengannya, dalam bentuk apa pun.”

Aku masih menangis.

Esoknya keadaan agak membaik. Kau lebih memperhatikanku dan masih terlihat menyesal. Kau bahkan mengatakan tak ingin membawa HP dan memberiku password dua email-mu. Ketika kutanya nama lengkap dan alamat email perempuan itu, kau memberikannya….

Ketika berangkat kerja aku sudah berpikir , kau menyesal dan tak ingin mengulangi. Kau telah berkata sejujur-jujurnya. Maka apa yang menghalangiku untuk tak memaafkanmu? Pagi itu dari atas bis kota aku mengirim sms maafku padamu dan kau menyambut dengan sukacita. Kita mulai lagi dari awal ya…kita berjuang bersama, sayang! Kiss u! sms-mu.

Berakhir, pikirku. Berakhir…saatnya memaafkan….

Sore itu, iseng saja, kubuka emailmu---hal yang tak pernah kulakukan selama belasan tahun kita menikah. Kucek semua email darinya. Tak ada. Ah, tentu saja sudah kau hapus bukan? Namun aku tak menyerah…kuteliti lagi…! Dan aku terpana, melihat tiga imel dengan id yang berbeda, tapi tetap darinya. Mungkin kau lupa menghapusnya….

Ah, ternyata banyak yang tak kutahu tentang kalian. Sampai kemarin kau masih mengatakan hubungan kalian baru bulan puasa 2005 kemarin. Namun aku menemukan email dari perempuan itu pada tahun 2004, bahkan 2003! Rasanya aku ingin pingsan! Mengapa? Mengapa Abang tak jujur padaku? Kalian sudah menjalin hubungan selama 3-4 tahun! Ya Allah, sudah sejauh mana? Dalam email itu baru kusadari kalian tak pernah berkenalan melalui internet, email. Pada email bertahun lalu itu perempuan itu curhat padamu mengenai perceraian dengan suaminya. Suaminya terlibat hutang ratusan juta, dan perempuan itu dalam kesulitan ekonomi. Aku juga tahu kau sangat peduli padanya dan meminjamkannya sejumlah uang….sejak lama….

Kuraih ponselku. Minggu ini juga, aku ingin bertemu denganmu dan perempuan itu, untuk membicarakan persoalan kita dan hubungan kalian yang telah empat tahunan itu. Mungkin aku memang harus pergi. Mengapa kau harus berdusta, Bang?

Tiba-tiba kepalaku pusing, Bang…aku terjatuh dan tak ingat apa-apa lagi. Lamat-lamat hanya kudengar suara anak-anak berteriak. “Panggil taxi, ibu pingsan! Ayo. Cepaaaat! Kita ke rumah sakit!”

Ketika sadar, kulihat aku ada dalam dekapanmu. Kau membelai dan menciumku bertubi-tubi disertai kata-kata yang itu juga: “maaf”. Kulihat matamu basah….

Tapi aku terlalu lemas untuk menyapa. Hancur. Aku hanya mampu bertanya lemah, “Mengapa, Bang? Mengapa?”

Malam itu baru kau ceritakan semuanya secara utuh. “Aku takut kamu marah dan tak mau menerimaku lagi kalau aku ceritakan semua…,”katamu terisak. “Aku takut….maafkan aku….”

Aku hanya menatapmu dengan mata bengkak, nyaris tanpa kedipan…., “Mengapa?”

Pertemuan pertama kalian terjadi saat kau SD di sebuah kota. Kalian satu angkatan. Tapi kalian tak terlalu dekat. Sampai empat tahun lalu, saat terjadi reuni, kalian bertemu kembali. Lalu semakin akrab. Saat itu ia curhat padamu tentang suaminya yang terlibat hutang ratusan juta. Ia memintamu mencarikan pekerjaan untuk suaminya. Maka kau yang baik hati dan sebenarnya sangat sibuk pun benar-benar membantu, bahkan bolak balik ke kota B hanya untuk itu. Tapi suami perempuan tersebut benar-benar bermasalah, mereka bercerai dan kalian semakin dekat. Kau bahkan beberapa kali menginap di rumah perempuan itu!

“Tak terjadi apapun,” katamu bersumpah atas nama Allah. “Sentuhan fisik hanya terjadi saat kami bersalaman….”

“Apakah aku harus percaya itu?” aku sesenggukan….

“Aku sudah menceritakan semua, tak ada lagi yang kututupi,” katamu sambil membelaiku.

Aku hampa. Hambar….”Kalau kau mau pergi dari hidupku, inilah saatnya, Bang…aku rela…,” kataku pedih. “Aku juga tak mau menerimamu lagi kalau kau pernah melakukan itu dengannya….”

Kau terus mendekapku. “Tidak. Kami tak pernah melakukan itu. Ya Allah, aku tak ingin kehilanganmu,” ujarmu berulangkali....

“Aku tak bisa terus menerus memaafkanmu…,” lirihku sambil mengusap mataku yang memerah dan semakin membengkak..

“Ini yang terakhir, yang terakhir…,”katamu sambil mendekapku lebih erat. “Aku tak akan pernah meninggalkanmu selamanya! Tak akan..."

Empat tahun. Aku ingat empat tahun terakhir inilah aku kehilanganmu, suamiku. Kau yang dikenal sangat alim, kerap sholat subuh kesiangan. Kau juga mudah tersinggung, mudah marah, malas ngobrol dan seolah tak memperhatikanku. Kau memang lebih memperhatikan penampilan, tapi tak pernah meminta saranku. Kau lebih suka main game sampai lewat tengah malam, daripada berbicara denganku. Hubungan kita benar-benar hambar dan formal. Kau selalu sibuk dengan kerja, kerja dan kerja. Empat tahun ini tak pernah kurasakan kehangatan, juga dalam hubungan suami istri yang sekadarnya itu... Empat tahun ini kau seperti bukan dirimu!

Suara kentongan berbunyi dua kali. Kau masih mendekapku erat. Saat itulah kau berkata, kau seperti disentakkan. Kau merasa hubunganmu dengan Allah buruk sekali empat tahun terakhir. Kau juga sudah jarang mengaji. " Karena itulah aku lebih mudah tergoda dan berbuat hina seperti ini. Memalukan sekali. Maafkan aku...,aku akan memperbaiki hubunganku dengan Allah, dengamu...maafkan aku sayang...,aku sadar. Aku akan menebus empat tahun yang hilang itu. Ya Allah saksikanlah janjiku..."

Kita menangis bersama. Aku tahu sekali, Bang...pada dasarnya kau lelaki yang sangat baik. Kau tahu? Itulah sebabnya bertambah tahun, bertambah cintaku padamu...

Dan kau benar, hubungan yang rapuh denganNya membuat kita mudah tergelincir. Aku pun berjanji pada diriku sendiri untuk memperbaiki diri, memperbaiki hubunganku dengan Allah, memperbaiki peranku sebagai istri, ibu sejati...dan semoga kita tak akan pernah saling menyakiti dan kehilangan lagi satu sama lain....

Malam itu kita bercinta dengan sepenuh hati. Ya, sepenuh hati, untuk pertama kali setelah empat tahun. Masih ada luka..., namun sungguh tak tergambarkan keindahannya bagiku...

"Aku mencintaimu dan tak akan pernah mau berpisah denganmu...,"bisikmu, "Maafkan aku, Cinta...."

Terimakasih untuk Helvy dan teman-teman multiply yang banyak memberi perhatian, saran sepenuh cinta dan doa. memang masih tersisa perih, tetapi kisah duka kami telah berakhir. Aku memutuskan memaafkan Abang dan melupakan semua nestapa, untuk terakhir kalinya...

Semoga kalian juga bahagia...amiin...

Salam, RA.



125 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ti2n wrote on Mar 24, '06
huwaa...... hiks..hiks....
terharuuu....!!!!

tapi tetap saja perih hati ini...
timurmatahari wrote on Mar 24, '06
akhirnya.....sampai juga di bagian final. terharu.....saya ikut bahagia untuk mbak Ra

alhamdulillah.....semoga kebahagiaan mbak Ra dan keluarga selalu dipelihara oleh Allah .....amiin
blumenophi wrote on Mar 24, '06
Waduhhhhhhhhhhhh...sedihhh....ya Allah luruskanlah jalan suaminya mba Ra, semoga dia betul betul kembali ke jalan lurus, ke keluarganya yang mencintainya. Saya salut sama Mba Ra mempunyai hati yang sangat ikhlas.
dwitrazaky wrote on Mar 25, '06
hik..hik...sedih dan pedih, untungnya happy ending ya. Wah, kalaw saya bisa abis tuh saya labrak perempuannya. doa dari jauh untuk mbak Ra.
juminarsih wrote on Mar 25, '06
Subhanllah....akhirnya selesai juga. Allahu Akbar! Salam hangat buat Mbak Ra, semoga keluarganya selalu diberkahi Allah, dan terhindar dari cobaan-cobaan berat. Sesungguhnya Allah bersama hamba-Nya. :)
wandaruni wrote on Mar 25, '06
huhuhuhuhu...... :((
lukmannulhakim wrote on Mar 25, '06
Jujur, aku pesimis dengan komitmen laki-laki ini (maaf mbak RA...). I used to be a recruiter in a company, and our motto is 'the best way to predict our employee's performance/behavior in the future is by knowing his/her performance/behavior in the past'. And it works!! I think you're just too good by heart, and he is just too good in knowing and utilising your, "should i call strength/weakness??".

Setiapkali laki-laki itu berdusta (negative attitude), RA memaafkan (positive attitude=reward/hadiah), hal itu dia pelajari, ketika setiap negative attitude dibayar dengan reward, maka negative2 attitude (dusta2) selanjutnya hanya menunggu waktu.

Kalo menurut saya sih sebaiknya dikasih hukuman dulu, memberi maaf boleh, tapi kasih hukuman dulu, kasih efek jera. Waalahu alam...
harlia wrote on Mar 25, '06
hiks... *mengusap sudut mata*
zrofikoh wrote on Mar 25, '06
Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar..... air mata menggenang membaca akhir kisahmu Mbak Ra......
Kami sangat bahagia dengan akhir kisah mbak Ra, semoga samara selamanya dan terhindar dari fitnah & coba ....... Salam sayang selalu....... :)
juminarsih wrote on Mar 25, '06, edited on Mar 25, '06
Kalo menurut saya sih sebaiknya dikasih hukuman dulu, memberi maaf boleh, tapi kasih hukuman dulu, kasih efek jera. Waalahu alam
Saya se7 nih sama mas Lukman. Terus terang aja membaca kisah ini bikin saya ngeri, karena beberapa teman saya pun mengalami hal yang sama :( Malah ada yg posisinya sbg org ke-3 nya. :(( Dengan berbagai konteks berbeda, tapi teteup aja posisinya sama, org ke-3!
Ceritanya panjang juga sama dg kasus mbak Ra. Jadi kayaknya saran ini perlu dilakukan deh, supaya kalo si abangnya mbak Ra mau 'coba-coba' lagi dia bakal mikir sejuta kali, ntar efeknya apa ya??? gitu...
Eh, bukan maksudnya memprovokasi yah? tapi mudah2an ini untuk kebaikan keluarga Mbak Ra juga. Tapi kan biar bagaimanapun yang tahu masalah ini secara mendetail ya Mbak Ra sendiri. Jadi silakan ditimbang, mana yang terbaik. Saya cuma outsider yg berusaha lihat secara objektif.
Terus dr sisi org ke-3 nya juga kayaknya perlu deh diselesaikan. Jangan cuma menyelesaikan masalah dr 1 sisi aja. Jangan sampai suami mbak Ra yang sdg berusaha memperbaiki diri, nanti 'tergoda utk jatuh kasihan lagi' karena msh terus dikontak dan dicurhatin sama dia. Caranya? aduhh ini yg susah ya. Salah satunya mgk dg cara memutuskan hubungan komunikasi sama sekali, ganti no hp, ganti no telp, alamat imel yg dia tahu di-cancel2 in account nya, dst. Terus apa lagi yah?Mungkin yg lain bisa kasih saran???
Semoga mbak Ra mendapatkan yg ter-the best! Amiiin
srisariningdiyah wrote on Mar 25, '06
ya Allah.... mba Helvy...
aku sampe nangis bacanya.....
sampaikan salam buat Ra ya mba..... semua doaku yang terbaik akan kukirim untuk nya...
juga buat teman2 di multiply, agar tidak mengalami hal2 yang menyakitkan....
himma wrote on Mar 25, '06
ya Alloh terharu aku mbacanya........
bambangpriantono wrote on Mar 25, '06
Aku trenyuh membacanya Mbak Bunce...dan kayaknya aku nggak pandai menggambarkan kisah-kisah seperti yang Mbak tuturkan ini....
Salam untuk Ra, semoga dia mendapat yang terbaik...amien
desimulyani wrote on Mar 25, '06
Bunda Faiz, kisahnya mengharukan sekali......
Semoga hubungan Mbak RA dan suaminya kembali harmonis.....
dan "JANGAN ADA DUSTA DIANTARA KITA.........KASIIIIIHHH" ^_^
prajuritkecil wrote on Mar 25, '06
speechless....abisss!!!! bengong aja....
salam buat RA ya Mba...
semoga Allah selalu bersamanya...
cahayahati wrote on Mar 25, '06, edited on Mar 25, '06
Semoga kali ini keputusan yang betul-betul akhir dan membawa kebahagiaan sejati untuk mereka berdua terutama RA. Saya hanya berdoa untuk kebahagiaan mereka terutama untuk RA yang mau selalu memaafkan dan baik hati. Ia berhak mendapatkan yang terbaik ....

Terus terang kalau saya menjadi RA, saya sudah mengambil keputusan yang berbeda .... karena bagaimanapun luka itu tentulah sukar terbalut rapi dan entahlah ..... bila saya di tempat RA, apa saya bisa tabah mempercayai kesembuhan luka yang berkali-kali terbuka di tempat yang sama itu.... tapi tentu saja setiap orang harus mengikuti instink dan hal-hal yang dipercayainya, GOOD LUCK RA !!!
maryamilyas wrote on Mar 25, '06
Alhamdulillah, Kak Helvy, berakhir manis...
Mudah-mudahan dengan mereka semakin dekat kepadaNya, semakin besar juga cinta yang tumbuh kembali di antara mereka berdua, mengalahkan luka dan kesalahan masa lalu. Amin.
mamaabram wrote on Mar 25, '06
Nice happy ending! Alhamdulillah semua berakhir dengan baik. Mudah2an tidak ada lagi yang memisahkan mereka berdua kecuali kematian, Amin.
mamieksyamil wrote on Mar 25, '06
helvytr said
tetapi kisah duka kami telah berakhir bahagia
Saya berdoa dengan sepenuh hati...semoga demikian adanya, semoga inilah akhir yang bahagia.
Karena...terus terang...beberapa kali saya lihat sendiri, perilaku suami seperti itu sering kambuh lagi, dan lagi. Apalagi jika wanitanya agresif. Jauhkan suami dari tipe wanita seperti ini, meski cuman teman sekalipun, atau saudara jauh, atau whatever. Karena sesungguhnya mereka ini tipe pria yang lemah, tidak mampu menolak.

cymanjunetax wrote on Mar 25, '06
sangat mengharukan mbak, salam dan doa saya buat mbak RA. Semoga rumah tangganya makin rukun dan makin dekat dengan Tuhan. Terima kasih juga buat mbak, melalui tulisan ini mengingatkan saya kembali untuk benar2 setia dengan istri.
rtvanda wrote on Mar 25, '06
Alhamdulillah mbak Helvy...jadi happy ending...saya gak berani buka jurnal yg nomor tiga, takut ikut sedih & sakit hati...:( krn yg ini judulnya final, saya ikutan baca deh.
isnachristiadi wrote on Mar 25, '06
Saya pribadi percaya setiap manusia bisa terperosok (tdk prp tdk laki--kebanyakan sih lk ya?), lebih2 pada saat hubungannya dgn Allah rapuh seperti yg mbak Ra bilang. Langkah yg sangat bagus mbak Ra sdh bicara dgn suami (yg walaupun bulak balik masih memnyembunyikan sst) dan sdh menghubungi prp itu dgn baik2. Lebih bagus lagi kalau bisa ketemu dgn prp itu. Conquer your fear. Kadang2 kita bisa surprise lho kalau berhadapan langsung dgn org yg bersangkutan. Soal apakah suaminya akan mengulangi lagi perbuatannya, kembalikan kpd takdir Allah (rahasia Allah). Saat ini doa/sholat tahajud minta Allah menjaga rt mbak Ra dari godaan lagi dan kembali sedikit demi sedikit mencintai suami. Ingat ada anak yg harus dijaga hatinya. Lagipula mbak Ra dan suami masih saling mencintai khan? Semoga rt mbak Ra rt yg sakinah, mawaddah, wa rahmah, amin.
ummiss wrote on Mar 25, '06
Alhamdulillah.... saya ikut bahagia untuk Mbak Ra, dan setulusnay mendo'akan semoga Mbak Ra dan keluarga selalu berbahagia dalam berkah dan lindungan Allah....
hafizahmadfauzan wrote on Mar 25, '06
subhanalloh denger kisah Mba Ra ini. jadi pengen ikutan sumbang suara. menurutku karena masalahnya udah kompleks tetap mesti diselesaikan secara terbuka. ini cuma usul lho. ajak seorang mediator yg alim dan bijaksana, fungsinya spt konselor pernikahan.
Ra, suaminya, perempuan itu, dan mediator ini duduk bersama. masing2 mdpt kesempatan bicara mengeluarkan isi hati dan harapan, sementara itu yg lain jangan memotong. jadi perempuan itu juga bisa membangun empati thd Ra dgn mengetahui perasaannya. diharapkan sang suami menyatakan cinta dan janji setianya hanya utk Ra di dpn perempuan itu.
kalo perlu, menurut saya perlu, bikin perjanjian hitam di atas putih, mencatat janji dan sumpah mereka di atas nama Alloh. mungkin bisa ditutup dg tausiyah dari sang mediator, mengingatkan tentang dosa dan siksa yang berat atas zina.
saya setuju sang suami harus dihukum (ini kan menjurus ke zina, lumayan dosa besar), misalnya disuruh menghafal semua ayat Quran yg melarang zina beserta artinya dan menyetornya pada istri. suami diminta menunjukkan baktinya pada istri (emang istri aja yg harus berbakti) sebagai tanda penyesalan, misalnya membuatkan teh manis tiap pagi dan memasak tiap weekend utk istrinya. kalo gak bisa masak? yaa, kudu belajar! komitmen2 baru perlu dibuat lagi utk mengembalikan fungsi suami yg soleh sbg pemimpin keluarga.
hehe maap kepanjangan.. abis gemes banget!
hafizahmadfauzan wrote on Mar 25, '06
oiya kelupaan, menurutku insyaAlloh mba helvy cocok kok jadi mediatornya. suwer.. :)
nianoviana wrote on Mar 25, '06
Alhamdulillah Mbak ra baik banget ya pema'af..Mudah-mudahan Allah berikan yang terbaik untuk Mba dan keluarga, ngomong-ngomong tanda-tanda suami berpaling emang begitu ya Mba helvy????...waduh mesti diteliti nih hehehhe....
izziaryy wrote on Mar 25, '06
Subhanallah... bertahan untuk cinta ya Mbak...:)
danida82 wrote on Mar 25, '06
Subhanallah.......doa saya untuk mbak Ra, semoga setelah ini suami mbak Ra akan benar2 berubah & mbak Helvy aku nggak pengen tiba2 tulisan ini bersambung dgn judul "Dia Masih Berpaling" ya, semoga kalopun bersambung itu dgn cerita bahagia keluarga mereka,aamiin:)
diansya wrote on Mar 25, '06
Hemmm...
Hebat ya, mbak RA.
Tapi....
Yah, semoga bahagia selamanya mbak.
Comment deleted at the request of the author.
Comment deleted at the request of the author.
dimyati wrote on Mar 26, '06
Bunda makaseey akhirnya bisa selesai jg ..hiks sabaar pisan sabar bangeed mba Ra...buwat mba Ra aku berdoa smga Allah memberikan selalu kekuatan dan keinginan untuk ttp memperhtahankan cinta diantara mba akan terwujud....doa kami untuk mba Ra..smga tak ada penyesalan yg selanjutnya, smg ini yg terakhir
irmawan wrote on Mar 26, '06
jadi takut nikah nih .... :-(
annidalucu wrote on Mar 26, '06
duh mbak Helvy, nangis Febi bacanya.....
gak pernah habis pikir (selalu) ada wanita sejahat penggoda suaminya Ra dan (selalu) ada (juga) wanita sekuat, sesabar, selembut hati Ra

dikhianati suami...Na'udzubillahi min dzaalik ya Rabb...
wahjuve wrote on Mar 26, '06
Semoga tak ada lagi kata maaf
Semoga mbak Ra menjadi wanita yang tegar
Semoga suami mbak Ra tulus
Semoga aku menjadi suami yang baik, jujur, setia :p
okalaksana wrote on Mar 26, '06
Entahlah, saya pikir ini bakalan jadi cerita gosip tingkat tinggi. Namun ... subhanallah ketegaran mbak Ira (?) membuat saya ingat istri dan Masya Allah kelakuan sang suami membuat saya bergidik. Tapi saya (atau Kami para suami?) bisa juga melakukan hal itu (Naudzu billahi min dzalik). Ayo mbak ra jangan ragu untuk tetap bertahan. Jika ini sebuah permainan bagi suamimu, bertarunglah hingga mbak menjadi pemenangnya. Semoga suaminya benar2 jera sekarang. Tapi jika dia berbuat kesalahan yang sama, Allah dan kita semua yang ada di MP ini jadi saksi : suamimu akan menemukan perih tak berujung, seluruh air mata MPers akan digabung dalam setiap kesedihan hatinya, hari demi hari !!!
seulanga wrote on Mar 26, '06
sedih dan bahagia..
sedih atas penderitaan bertahun²nya mba ra..
bahagia 4 happy ending
myshant wrote on Mar 26, '06
*sibuk nyari tissue buat ngelap airmata yg turun tak terbendung*
betapa mulia hati Ra, semoga suaminya menyadari bidadari yg dimilikinya, tidak akan terganti oleh wanita manapun
tulus doa terucap buat keluarga Ra, semoga bahagia, jadi team yg makin solid menghadapi segala segala godaan, amin
*masih nangis*
dayseema wrote on Mar 26, '06, edited on Mar 26, '06
Perkawinan adalah sebuah project yang membutuhkan kesungguhan dan kerja keras dari kedua-belah pihak. Mudah mudahan kali ini suami mba RA benar benar insyaf dan turut bekerja keras mempertahankan rumah tangganya.

Untuk si orang ketiga, ngga perlu mba RA ketemu dia. She is not worth it. Suami mba RA yang harus memutuskan hubungan mereka. Dan ini ujian bagi beliau untuk menunjukkan kesungguhannya dalam mempertahankan rumah tangganya. Selama masa probation, maka suami mba RA harus ikhlas HP dan eMailnya di monitor oleh mba RA.

Pernah nggak ya terbayang oleh suami mba RA bahwa dia sudah membahayakan keluarganya secara fisik juga ketika dia memulai affairnya? Apa dia ngga belajar dari film "Fatal Attraction"? Mba RA sekeluarga musti siap siap juga just in case si perempuan itu nekat berusaha menyakiti keluarga mba RA secara fisik. Na'udzubillah min dzalik.
mielnschatz wrote on Mar 26, '06
subhanallah.. besarnya hati dan cintamu ra.. mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik untukmu.. amien
helvytr wrote on Mar 26, '06

Ra, begitulah yang kukatakan padamu, bukan? Di multiply kita telah menjadi satu keluarga yang saling berbagi bahagia dan sedih dalam berbagai cuaca...

Di multiply ini juga pernah kukatakan padamu bahwa tiba-tiba aku punya sejumlah kakak, abang, adik yang begitu perhatian..., bahkan ayah dan ibu ;). Walau jauh di mata...tapi dekat di hati, rasanya...

Kini...jadi kan kau ikutan? Pakai nama aslimu saja ya..., biar mereka semua yang penuh cinta ini mengenalmu dari awal lagi dan semoga dengan kisah yang minus lara ;)

Untuk semua teman di multiply...bagaimana cara saya menyatakan terimakasih...? Sesungguhnya bukan saya, tapi kalian yang sudah banyak membantu Ra!
*with big love and big hug!*
Comment deleted at the request of the author.
imamisnaini wrote on Mar 26, '06
Saya salut sama Mbak Ra, saya tidak terlalu yakin akan janji-janji suaminya, tetapi saya yakin akan balasan Allah atas ketulusan dan keikhlasan Mbak Ra. Semoga bahagia buat Mbak Ra dan semua MPers....
rikaadinda wrote on Mar 27, '06
mba ra, semoga mba mendapat ganjaran yang lebih atas kebaikan hati mba ra. Bila memang Allah mentakdirkan mba ra tetap berjodoh dg suami mudah2an diberi kebahagiaan lahir batin dan pahala yang berlipat ganda di akhirat, atau bila Allah mentakdirkan lain, semoga mba ra mendapat penggantinya yang jauuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh lebih baik, orang yg benar-benar mampu mempertanggung jawabkan kepemimpinannya di dunia dan akhirat.
deeyand wrote on Mar 27, '06
Alhamdulillah... semoga Allah semakin menguatkan cinta mereka setelah diterjang badai. Makasih Mbak kisahnya, jadi deg-degan bacanya :)
jendela wrote on Mar 27, '06
horee!!! wonderful final decision! semoga banyak hikmah yang dapat kita petik... semoga Allah menguatkan hati setiap pasang insan yang telah disatukan dalam ikatan pernikahan dan menjadikan Allah satu-satunya harapan. Amiin.

andi-citra
aquilasofi wrote on Mar 27, '06
mbak Helvi...its briliant story...Hope the best life 4 her life.
maimon wrote on Mar 27, '06
fuih...
Besar hati amat...
Kalo Pak Andri yang gini, no way, pintu tertutup selamanya :-))
Na'udzubillah...
(Agak deg degan juga....ha ha ha, soalnya karena doski dikenal 'dosen gunung es...or dsen paling cool cool=dingin, bukan cool=keren...banyak mahasiswi yang cararentil. Grrh!!)
rostiani wrote on Mar 27, '06
Kalo aku jadi Mbak Ra, mungkin aku tak akan pernah memaafkannya. Sakit sekali rasanya, tapi walaubagaimanapun salut buat Mb Ra atas ketulusan dan kebesaran hatinya untuk memberikan maaf. Mudah2an gak akan ada lagi maaf ang ketiga kalinya....semoga hub nya bisa harmonis lagi ya Mbak....:)
aql1nd4 wrote on Mar 27, '06
Subhanallah....
Mbak Ra punya lautan sabar yang luas :)
Semoga keluarga mbak Ra mendapat barokah dan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, Amin :))

btw, menikah itu banyak susahnya juga yah :( *waduh musti mikir2 lagi neh*
abuazzam wrote on Mar 27, '06
Subhanalloh untuk Ra yg kesabarannya seluas dan sedalam samudra...
Untuk suami Ra : " Mas, janji mas kepada Alloh, kalo ndak di tepati, akan berbuntut panjang, sampai ke akhirat nanti.....hati-hati Mas......neraka-Nya amat sangat menyakitkan dan membakar....sekali lagi, hati-hatilah Mas.......TEPATILAH janji itu ".
yanidodo wrote on Mar 27, '06
Subhanalloh... mbak Ra ini hatinya lembut dan baik sekali....semoga Alloh melindungi hati mbak yang lembut itu. Alloh nggak pernah tidur kan?
mbak, pernah kepikiran nggak membuat perjanjian legal tertulis dengan suami (setelah semua yang ia lakukan) yah semacam konsekwensi yang harus ia tanggung apabila ia sampai mengulang lagi hal serupa, bagaimanapun, dengan siapapun. Sekedar antisipasi, supaya mba' gak terluka lagi.....selain didukung dengan kekuatan ibadah dan do'a, tentu saja.
sikrit wrote on Mar 28, '06
Huhuhuhu...terharu sekali lagi saya baca ini..Alhamdulilllah...semoga Ra dan keluarga tetappp selamanya hidup tenang...! Makasih ya mbak Helvy udah rutin berbagi cerita ini secara bersambung..Smg cerita ini bisa menjadikan pengalaman berharga bagi siapa saja...
portfolioku wrote on Mar 28, '06
Wah, Mb...kok ada ya cerita nyata yg kayak di novel2 gini...Jadi pengin tahu, tanggapan Mas Tommy-nya Mb Helvy pas denger atau baca ini (dari kacamata lelaki dan suami) hehehe....
ulyaz wrote on Mar 28, '06
Wuah, kaget. Kirain kisahnya mbak Helvy, but it's impossible (teringat sms2 mesranya..huehuehue...nasib yang ketumpangan sms). Alhamdulillah kisahnya happy ending. Oohhh, jadi begitu ya. Mbakku sayang ini emang paling bisa. Untuk mbak RA, yang sabar yaa..semoga kehidupan rumah tangganya selalu dalam lindungan Allah. Lam kangen buat semua mbak. Salam, Ulie
imazahra wrote on Mar 28, '06, edited on Mar 28, '06
Saya se7 nih sama mas Lukman. Terus terang aja membaca kisah ini bikin saya ngeri, karena beberapa teman saya pun mengalami hal yang sama :( Malah ada yg posisinya sbg org ke-3 nya. :(( Dengan berbagai konteks berbeda, tapi teteup aja posisinya sama, org ke-3!
Ceritanya panjang juga sama dg kasus mbak Ra. Jadi kayaknya saran ini perlu dilakukan deh, supaya kalo si abangnya mbak Ra mau 'coba-coba' lagi dia bakal mikir sejuta kali, ntar efeknya apa ya??? gitu...
Eh, bukan maksudnya memprovokasi yah? tapi mudah2an ini untuk kebaikan keluarga Mbak Ra juga. Tapi kan biar bagaimanapun yang tahu masalah ini secara mendetail ya Mbak Ra sendiri. Jadi silakan ditimbang, mana yang terbaik. Saya cuma outsider yg berusaha lihat secara objektif.
Terus dr sisi org ke-3 nya juga kayaknya perlu deh diselesaikan. Jangan cuma menyelesaikan masalah dr 1 sisi aja. Jangan sampai suami mbak Ra yang sdg berusaha memperbaiki diri, nanti 'tergoda utk jatuh kasihan lagi' karena msh terus dikontak dan dicurhatin sama dia. Caranya? aduhh ini yg susah ya. Salah satunya mgk dg cara memutuskan hubungan komunikasi sama sekali, ganti no hp, ganti no telp, alamat imel yg dia tahu di-cancel2 in account nya, dst. Terus apa lagi yah?Mungkin yg lain bisa kasih saran???
Semoga mbak Ra mendapatkan yg ter-the best! Amiiin
Aku setuju Mba!!!
*based on my real experience when I was working in WCC* too many cases!!!

Untuk Mba Ra, ribuan salute atas keputusan2 yang diambil, mungkin jika saya yg mengalami, akan berbeda sekali keputusan yang diambil. Untuk suami, selamat memulai lembar baru lagi, peganglah Allah dan RasulNya Mas..., janjinya sangat nyata!
bearahmat wrote on Mar 28, '06
subahanallah ....

*speachless neeeh*
imutmanis wrote on Mar 28, '06
Alhamdulillah, happy ending... kemaren2 saya sempat deg2an nunggu gimana kisah selanjutnya. Buat mba Ra, semangat yah memulai lembaran baru..!
ck1win wrote on Mar 30, '06
Assalamu'alaikum wr.wb
Mbak Helvy boleh kenalanlagi ya...,dulu sih sering dapat e-mail dari mbak,tapi ga pa2 ya untuk kenal mbak...
Saya satu dari banyak orang yang menyukai gaya dakwahpenulisan mbak..
Maturnuwun
Wassalamu'alaikum wr.wb
ghinarumaisha wrote on Mar 30, '06
assalamualaikum wr wb
secara nggak sengaja, saya yang baru di multiply, menemukan multiplynya mbak helvy. senang sekali karena kami sekeluarga senang membaca tulisan mbak yang islami (juga buat anak-anak kami)
cerita Mbak Ra yang mengharukan, semoga memberi hikmah pada saya pribadi dan bagi kita semua, amin.
Positif thing nya, saya pikir gaya penulisan Mbak Ra sudah cocok tuh sebagai penulis, iya nggak Mbak Helvy? Semoga dari cerita "awal" ini, maaf kalau saya salah, bisa mendorong Mbak Ra untuk menulis lebih banyak lagi; jadi produktif seperti Mbak Helvy. Amin
wahyu25 wrote on Mar 30, '06
Saya sebenarnya udah mo reply dari 2 hari yang lalu ... tapi dang ... tamu2 menyergap ... dan tulisan yang sudah kutulis cape2, ilang karena ditutup teman ... hiks
selamat-selamat-selamat ... babak baru sudah dimulai ... semoga ini babak yang baik :)

hilya wrote on Apr 2, '06
well.. (ambil nafas dulu).. kalau saya jadi anda, pasti saya sudah tendang jauh2 pria itu dari hidup saya sejak kebohongannya yang pertama. Itu sebabnya saya dengan tulus hati mengatakan... mbak wanita yang luar biasa. Hidup mengajari saya untuk tidak mempercayai laki2 100%. Itu sebabnya saya tidak pernah bisa menolerir kebohongan seorang suami bagaimanapun bentuknya. "Katakan padaku apa itu cinta?.. dan orang rela mati karenanya"
tomipratomo wrote on Apr 2, '06
sebuah kisah yang sangat menggelikan untuk saya. Bukan menganggap remeh masalah ibu RA, tetapi pemecahannya menurut saya tidak tepat. Laki2 sunatullahnya adalah kepala/pemimpin keluarga. Jika si suami berbuat seperti kisah diatas, selayaknya dia tidak pantas untuk menjadi kepala keluarga siapapun, kapanpun dan dimanapun lagi. Seorang pemimpin wajib memenuhi kriteria yang dituntutkan kepadanya, jika tidak sanggup...Mundur dan dihukum ( Mis: zina -> mati )! Begitu maksud saya bagaimana seharusnya Ibu RA bersikap terhadap suaminya. Untuk si perempuan pengganggu, selayaknya diajak "Ngobrol" ( Interogasi ), dengan tema utama menanyakan maksud tindakannya...kalau terbukti dan sepertinya pasti salah, wajib dihukum...janda, zina ->rajam oder cambuk? Saya berfikir masalah seperti ini wajib diselesaikan tuntas. Saya sebagai laki2 dan kepala keluarga terus terang juga merasa tindakan suami ibu RA tidak pantas dan memalukan!
helvytr wrote on Apr 2, '06

Wah masih rame aja ya? ;)

Terimakasih sekali buat semua teman yang sudah peduli dengan Ra...,yang pro maupun kontra atas penyelesaian akhir. Kita doakan agar Ra dapat menggapai kebahagiaannya dan suaminya benar-benar sadar (Suami Ra bersumpah tidak pernah berhubungan fisik kecuali berjabat tangan dengan perempuan itu). Bagi Ra, ia akan terus membuka mata dan batinnya serta memandang suaminya dengan semua mata yang terbuka itu. Dan kalau kelak ternyata suaminya masih berhubungan, atau ada di antara keterenagan suaminya dulu yang dusta, mereka akan berpisah.

Salam dari Ra...maaf katanya dia juga belum sanggup buat MP sendiri ;)
Terimakasih juga dari saya yaaa...
imaslia wrote on Apr 3, '06
hiks....subhanallahu.....sedih bacanya....
salut utk mba ra krn bisa menyikapinya dengan baik, walopun ide untuk memaafkan suaminya kurang bisa masuk di akal saya (saya lebih setuju kalau seumpamanya mba ra meminta waktu sendiri utk sementara dulu) :)
niwei...semoga keluarga mba ra dilimpahi oleh barakah dariNYA dan kebahagiaan dunia akhirat diraih oleh mba ra sekeluarga, amien....
salut utk mba ra lagi deyh...... :), semangat mba yaa..... :)
justyans wrote on Apr 3, '06
Aku baru buka MP lagi de', dan KELILIPAN ABIIIZZZZZ.....
Ternyata hidup ini kadang seperti sinetron ya de? Salam buat temenmu RA... (kayaknya namanya ga asing di kupingku). Bilangin dia, jangan curhat-curhatan.
Curhat nya ke kamu aja, dan tulis di MP. Teruslah bikin aku kelilipan.... Mudah-mudahan airmata itu bisa menajamkan rasa....
Pepatah lama: "berharaplah warna pelangi setelah butir-butir gerimis"
(jangan takut gerimis memudarkan warna pelangi. Percayalah...)

kabayan_4ever
vin4 wrote on Apr 4, '06
gemeter bacanya Bunda, ngebayangin suasana hati Mbak Ra.. namun alhamdulillah semuanya sudah selesai, dan smoga episode itu takkan pernah ada lagi untuk selamanya. salut buat ketabahan & kebesaran hati Mbak Ra, smoga Allah membalas dengan sebaik-baik balasan. semoga Allah makin cinta padamu Mbak, dan episode kelabu ini menjadi titianmu menuju jannah-Nya. amiin.
yennys wrote on Apr 4, '06
sedih sekali bacanya :(. semoga mbak Ra selalu diberi ketabahan dan kekuatan mempertahankan keutuhan rumahtangganya. Betul,kalo kita dekat dengan-Nya, Insya Allah semuanya akan dijaga. Jadikan semua cobaan bagi mbak Ra sebagai penghapus dosa dan peninggi derajat mbak Ra sekeluarga. Amin
flphongkong2004 wrote on Apr 4, '06
sediih .... ngebacanya saja sudah tak bisa mengndalikan air mata. apalagi....mengalaminya. Tapi sungguh.. Allah memang Maha bijaksana. Selalu ada hadiah terindah untuk hambanya yang tabah. Semoga suami Mbak Ra benar2 telah bertobat dan menemukan cintanya. rumah tangganya akan kembali harmonis.
nicegreen wrote on Apr 5, '06
mbak helvy ceritanya sangat mengharukan
waktu baca, linda jadi ikutan sakit hati ya
alhamdulillah berakhir bahagia
luvhoney wrote on Apr 6, '06
hiks...
sedih...
knapa perempuan 'kerap' menjadi korban yah...
smoga Alloh menghindarkan segala keburukan dari kita semua
(salam kenal dari saya mbak..)
kitaro06 wrote on Apr 6, '06
Subhanallah salut atas ketabahan hati mbak ra. semoga Allah menganti kesabaran itu dengan keindahan tak terkira.. menangkan ujian cinta ini mbak..... !!!!
diniauliya wrote on Apr 9, '06, edited on Apr 9, '06
maimon said
fuih...
Besar hati amat...
Kalo Pak Andri yang gini, no way, pintu tertutup selamanya :-))
Na'udzubillah...
(Agak deg degan juga....ha ha ha, soalnya karena doski dikenal 'dosen gunung es...or dsen paling cool cool=dingin, bukan cool=keren...banyak mahasiswi yang cararentil. Grrh!!)
ni imun kok mirip dini ya....hehe ....closeeeeeeeeeeeeeeeeeeee poko nya mah ya ni...:)depend on the case sih tp naudzubillah semoga dijauhkan dr yg beginian
tuk mbak Ra...sy setuju ma pendapat mas lukman, berdasarkan survey, pengalaman berinteraksi mksudnya satu dept dan sering curi2 dengar dgn para bapak2 "cheater" di kantor yg nyebelin yg suka nelp selingkuhannya pake telp kantor , kalo ngga diselesaikan ke akar2nya , mrk punya bnyk jurus utk meluluhkan hati istrinya, pdhal di hatinya ketawa2...dan bilang " lahhhh...benerkan...gue minta maaf aja pake acting agak mendalam, istri gue pasti maafin.."
yg pasti...dikasusnya mbak ra ini, ada bnyk kebohongan2 yg akhirnya ketauan ma mbak ra, hati2 mbak ra, saya kok rada pesimis ya hubungan 4 tahun hanya "touch" hand aja...biasanya yg nyampe tahunan apalagi ini 4 tahun ( apalagi sering ktemuan di tempat tertentu ) si perempuan selingkuhan itu pasti punya "jurus" atau "service" yg membuat suami mbak balik lg ke dia....maaf ya mbak...sy sengaja sering ngobrol ma bapak2 tukang selingkuh di kantor..sekedar ingin tahu motifnya dsb...dan spt itulah...mrk bilang "ngga mungkin dong gue tahan bertahun2 ma selingkuhan gue tanpa dia ngasih something special ke gue..kalo istri gue curiga...utk "touch" begini ,sumpah deh ngga bakalan gue kasi tau ke istri gue krn akibatnya pasti bakal fatal...jd para lelaki tuh kalo ketauan selingkuh ma istrinya dia akan ngaku khilaf, tp kalo istrinya nanya2 dah "touch" sampe mana...maka para cheater itu bakal abis2an ngeboong bahwa dia gak pernah sekalipun nyentuh selingkuhannya...bilang aja...cuma temen curhat...pdhal..gile aja..mana mau gue cuma sekedar curhat..."...ini yg sy benci habis2an dr para bapak2 tukang selingkuh yg beredar di kantor sy dulu.
ah mudah2an suami mbak tdk separah temen2 sy di kntr dulu....
jd mbak ra....sy rasa jurus nya mas lukman utk memberikan punishment ke suami mbak kayaknya bagus tuh...biar gak keulang lagi...
eniwei....salut utk tegarnya mbak ..memaafkan itu amat baik...tp hrs disertai efek jera utk org yg dimaafkan itu...biar dia ngga ngegampangin kata maaf
giffamuhammad wrote on Apr 9, '06
akhirnya sampai juga di final....ane salut ama mbak ra orangnya sabar dan ikhlas beliau sungguh orang yang dewasa dan bijaksana...ternyata komunikasi antara suami istri itu amat sangat penting ya... dan ternyata curhat dengan selain muhrim itu mudah tergoda syetan..naudzubillah...alhamdulillah akhirnya bisa kembali bersama mudah mudahan abadi hingga di surga....Amin....doa saya untuk mba ra...
bundazidansyifa wrote on Apr 9, '06
*tariknafaspanjangberulang2*
nggak sanggup ngomong apa2.. mudah2an ini benar2 akhir dari yang dulu2.. amiiin..
kisanak wrote on Apr 12, '06
Idem sama Ibu Inong :)
Mudah-mudah sesuai judul mbak Helvy, final, nal, nal, nal...
So, We all do hope and pray, that there will be no 5th edition :)
Amin....
weendee wrote on Apr 12, '06
Bismillah.. Semoga ini FINAL bgt....ga ada lanjutan apa..tapi klo boleh urun rembuk..saling memaafkan it's ok dan subhanallah.. Tapi urusan dengan pihak ke-3 juga harus clear. Akan sangat melegakan jika benar-benar clear bukan..orang ke-3 juga harus diberikan pencerahan dilarang TTM..Astaghfirullah ratu ratu...bikin lagu kok mengerikan gituu...

Mba Ra...salut buat mba..semoga Allah memberikan yang terbaik buat mba..Amiin
helvytr wrote on Apr 12, '06

Iya...semoga semua final! Dan doa-doa kita semua untuk Ra dikabulkanNya. Amiin...
luvhoney wrote on Apr 13, '06
jadi inget, pas baca dimana yah
cinta laki-laki itu seperti gunung berapi, ia besar, menjulang tinggi, kokoh, namun suatu saat bila meledak, akan memuntahkan lahar yang sangat panas
dan cinta perempuan seperti seujung kuku, meski dipotong berkali-kali, ia tidak pernah berhenti untuk tumbuh..

semoga sahabat mba helvy diberikan ketabahan..
amin
helvytr wrote on Apr 13, '06

wah perumpamaannya unik, dek. Thx ya dah dibagi dan sudah ikut mendoakan Ra...;D
helvytr wrote on Apr 21, '06

Masih selalu kita mendoakan Ra ya...
Semoga yang terbaik...amiiin
anadia wrote on Apr 21, '06
perempuan harus sangat jaga diri. kalau kepercayaan patah sekali, apalagi dua kali atau lebih. berarti wktnya utk berpikir strategis. apa2 saja yang bisa diselamatkan seandainya berlangsung hingga ke perceraian misalnya. Dengan track record itu, kalau suami memang minta maaf dan kembali, minta suami utk pindah nama rumah (kalau masih nama suami), mobil dll... bukan apa2... tp kebayang gak kalau suami berpulang lebih dulu, lalu tiba2 ada perempuan lain, atau anak2 perempuan lain yang sudah dinikahi di belakang kita? waduh... kita sendiri mkn bisa survive, tp dengan bertindak strategis spt itu insya allah merupakan upaya menjamin kelangsungan hidup dan pendidikan anak kita di masa depan, bahkan jika ibunya sudah tidak ada...tidak ada yang merecoki. maaf kalau sarannya lain...:) secara bercanda saya pernah ngobrol sama mas andi yudha dari mizan... mkn harus ada yang bikin buku: kiat bercerai strategis atau sukses... meminimalisir 'kehilangan2':P
helvytr wrote on Apr 21, '06
iya...setuju. Udah disakitin, terus kehilangan semua...? ;(
helvytr wrote on Apr 21, '06
ni imun kok mirip dini ya....hehe ....closeeeeeeeeeeeeeeeeeeee poko nya mah ya ni...:)depend on the case sih tp naudzubillah semoga dijauhkan dr yg beginian
tuk mbak Ra...sy setuju ma pendapat mas lukman, berdasarkan survey, pengalaman berinteraksi mksudnya satu dept dan sering curi2 dengar dgn para bapak2 "cheater" di kantor yg nyebelin yg suka nelp selingkuhannya pake telp kantor , kalo ngga diselesaikan ke akar2nya , mrk punya bnyk jurus utk meluluhkan hati istrinya, pdhal di hatinya ketawa2...dan bilang " lahhhh...benerkan...gue minta maaf aja pake acting agak mendalam, istri gue pasti maafin.."
yg pasti...dikasusnya mbak ra ini, ada bnyk kebohongan2 yg akhirnya ketauan ma mbak ra, hati2 mbak ra, saya kok rada pesimis ya hubungan 4 tahun hanya "touch" hand aja...biasanya yg nyampe tahunan apalagi ini 4 tahun ( apalagi sering ktemuan di tempat tertentu ) si perempuan selingkuhan itu pasti punya "jurus" atau "service" yg membuat suami mbak balik lg ke dia....maaf ya mbak...sy sengaja sering ngobrol ma bapak2 tukang selingkuh di kantor..sekedar ingin tahu motifnya dsb...dan spt itulah...mrk bilang "ngga mungkin dong gue tahan bertahun2 ma selingkuhan gue tanpa dia ngasih something special ke gue..kalo istri gue curiga...utk "touch" begini ,sumpah deh ngga bakalan gue kasi tau ke istri gue krn akibatnya pasti bakal fatal...jd para lelaki tuh kalo ketauan selingkuh ma istrinya dia akan ngaku khilaf, tp kalo istrinya nanya2 dah "touch" sampe mana...maka para cheater itu bakal abis2an ngeboong bahwa dia gak pernah sekalipun nyentuh selingkuhannya...bilang aja...cuma temen curhat...pdhal..gile aja..mana mau gue cuma sekedar curhat..."...ini yg sy benci habis2an dr para bapak2 tukang selingkuh yg beredar di kantor sy dulu.
ah mudah2an suami mbak tdk separah temen2 sy di kntr dulu....
jd mbak ra....sy rasa jurus nya mas lukman utk memberikan punishment ke suami mbak kayaknya bagus tuh...biar gak keulang lagi...
eniwei....salut utk tegarnya mbak ..memaafkan itu amat baik...tp hrs disertai efek jera utk org yg dimaafkan itu...biar dia ngga ngegampangin kata maaf

Dini sayang, nah ini ada kan?

Btw makasih atas masukannya untuk Ra.
Mengenai PM-mu pada mbak untuk Ra, ternyata Ra nggak marah kok. Malah dia berterimakasih sekali atas perhatianmu...dan semua saran...

Aniway...jazaakillah yaaaa...

NB: kemarin2 postingan ini memang sempat "ngilang"
helvytr wrote on Apr 21, '06
saya setuju sang suami harus dihukum (ini kan menjurus ke zina, lumayan dosa besar), misalnya disuruh menghafal semua ayat Quran yg melarang zina beserta artinya dan menyetornya pada istri. suami diminta menunjukkan baktinya pada istri (emang istri aja yg harus berbakti) sebagai tanda penyesalan, misalnya membuatkan teh manis tiap pagi dan memasak tiap weekend utk istrinya. kalo gak bisa masak? yaa, kudu belajar! komitmen2 baru perlu dibuat lagi utk mengembalikan fungsi suami yg soleh sbg pemimpin keluarga.
hehe maap kepanjangan.. abis gemes banget!

Wah benar, ini bagus ;D
Dukung banget deh! ;)
helvytr wrote on Apr 21, '06
Subhanalloh untuk Ra yg kesabarannya seluas dan sedalam samudra...
Untuk suami Ra : " Mas, janji mas kepada Alloh, kalo ndak di tepati, akan berbuntut panjang, sampai ke akhirat nanti.....hati-hati Mas......neraka-Nya amat sangat menyakitkan dan membakar....sekali lagi, hati-hatilah Mas.......TEPATILAH janji itu ".

Den, dijamin suami Ra, gemetar membaca pesanmu ini. Makasih ya udah ikut mengingatkan ;D
helvytr wrote on Apr 21, '06
Entahlah, saya pikir ini bakalan jadi cerita gosip tingkat tinggi. Namun ... subhanallah ketegaran mbak Ira (?) membuat saya ingat istri dan Masya Allah kelakuan sang suami membuat saya bergidik. Tapi saya (atau Kami para suami?) bisa juga melakukan hal itu (Naudzu billahi min dzalik). Ayo mbak ra jangan ragu untuk tetap bertahan. Jika ini sebuah permainan bagi suamimu, bertarunglah hingga mbak menjadi pemenangnya. Semoga suaminya benar2 jera sekarang. Tapi jika dia berbuat kesalahan yang sama, Allah dan kita semua yang ada di MP ini jadi saksi : suamimu akan menemukan perih tak berujung, seluruh air mata MPers akan digabung dalam setiap kesedihan hatinya, hari demi hari !!!

Salah satu reply yang juga paling menyemangati Ra. bayangkan kata Mas Oka: airmata seluruh MPers akan bergaung dalam kesedihan hati Ra! Dahsyat banget ;)

Makasih, Mas Oka...
bluesea7 wrote on Apr 21, '06
sungguh untuk berbesar hati memaafkan itu perlu perjuangan ya..juga air mata >_<
salut but mba Ra..

terima kasih, saya ikut memetik pelajaran..
helvytr wrote on Apr 22, '06

Terimakasih juga ya Abby...pelajaran tetap kita dapat dari sesuatu yang menyakitkan ini. Semoga tak akan terjadi (lagi)...
bintarie wrote on Apr 27, '06
hmmmm....gemes banget bacanya mbak. Saya setuju dengan pemberian punishment ini, karena kalo sudah punya track record gitu, biasanya lebih mudah untuk terjerumus lagi. Wallahu'alam.
helvytr wrote on Apr 27, '06

Kita doakan bersama ya...semoga mereka bahagia dan tak akan pernah terjadi lagi dalam hidup mereka...juga kita....amiin.
rykalolita wrote on Apr 28, '06
Mbak Helvy, penasaran ama endingnya... ampe 4 bagian gini :)

Dearest Mbak Ra yang selalu disayang Allah,

Ga bisa ngomong apa-apa, Mbak. Mungkin kalau saya yang jadi Mbak, saya udah nyerah di kali kedua Si Dia meminta maaf.

Jadi inget kalo Ibu Lutfiah Sungkar suka ngomong di tivi, biasanya men-courage para istri yang dikhianati istrinya untuk memaafkan suaminya. Karena apa? Balasannya mungkin bukan sekarang, tapi insyaAllah janji Allah adalah pasti. Dan do'a tulus dari hati ini untuk Mbak Ra yang cantik, semoga perih dan luka yang tergores di hati Mbak, setiap lirih do'a dan kepasrahan dalam sungkur kepadaNya, setiap kelapangan hati dan kemaafan yang luar biasa yang telah, tengah dan insyaAllah terus Mbak usahakan, dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang berlimpah dan moga menjadi tabungan akhirat yang berlipat-lipat untuk Mbak.

Salam cinta dari sini, Mbak Ra-ku sayang. You inspired us a lot.



helvytr wrote on Apr 28, '06

Ryka sayang, terimakasih atas simpati dan tanggapannya yaaa...
Saya cek, Ra juga dah baca...
Dia nggak bisa komentar langsung...tapi dia sangat berbesar hati dengan semua tanggapan dan kagum ;D
elbintang wrote on Apr 29, '06
hebat ! salute ! hati seorang perempuan yang seluas samudera bahkan lebih ...
hati memang milik Allah, gampang berbolak-balik...
tapi ya Allah...betapa kuatnya hati mbak Ra yang dipukul badai berkali-kali.
Ternyata kaca hati mbak Ra bukan terbuat dari bahan sembarangan. Semoga kaca itu terus bisa menjadi cermin bagi suaminya..aamiin..
Mbak Ra...walo hanya kenal lewat kisah ini : sepenuh cinta untukmu
Mbak Helvi tengkiyu pisan sudah membaginya disini...

--------------------
aseli perempuan --headshot tidak berbohong-- :p
helvytr wrote on May 1, '06

ya makasih juga sudah menanggapi...memang Ra hebat...subhanallah...
kanghadi wrote on May 1, '06
Untuk Mbak Helvy.. terima kasih sekali sudah mau berbagi cerita yang jujur saja amat memilukan dan menyakitkan. tapi subhanallah, saya salut dan angkat topi atas kebesaran hati Mbak Ra. semoga semua rasa sakit dan luka hati yang terasa mendapat limpahan pahala dan rahmatNya. amien.

Setiap janji yang terucap, akan diminta pertanggungan jawabnya nanti di persidangan nanti.
helvytr wrote on May 1, '06
Wah, Mb...kok ada ya cerita nyata yg kayak di novel2 gini...Jadi pengin tahu, tanggapan Mas Tommy-nya Mb Helvy pas denger atau baca ini (dari kacamata lelaki dan suami) hehehe....

Mas Tom? Gimana tanggapannya? ;)
Dah jangan sedih terus...ada yang nanya nih...;D
funnyfunky wrote on May 1, '06
mba helvy, sedih bgt. :( naudzubillah yah, jangan sampe aku punya suami yang selingkuh
helvytr wrote on May 3, '06

Iya Dew...insya Allah nggak akan pernah terjadi pada kita semua ya...amiiin.
ferryzuljanna wrote on May 18, '06
a'udzubillah, again.
indonesiansisterhood wrote on Jun 28, '06
Sedih..mbak Helvy,
Tetapi seperti mbak Helvy bilang, saya ikutan mengamini doa mbak Helvy dan teman2.
amsiku wrote on Sep 16, '06
assalamualaikum Ibu, saya saya mohon ibu mau mendengarkan cerita saya. Saya juga mohon ibu dapat memberikan pencerahan kepada saya serta pandangan apakah cerai ataukah tidak. ceritanya begini:
Saya berumur 26 tahun, istri 19 tahun. Sudah menikah 2,5 tahun yang lalu, blm mempunyai anak. Istri saya 5 bulan ini terpaksa kerja di warnet di bogor sambil menyelesaikan sekolahnya. Sejak istri saya di bogor, masalah-masalah sering muncul. dan saya mendapati bahwa istri saya telah selingkuh.
"Nyatalah sudah semuanya kini. Melalui pesan yang ada di FS (Inbox ataupun Trash) istriku, aku mengetahui bahwa memang engkau (istriku) telah berpaling dan membagi perasaan cintamu dengan orang yang lain. Setelah aku desak engkau untuk bercerita engkau berkata bahwa memang benar seperti itu. dan setelah aku konfirmasi sama teman lelakimu, yang bernama putra, ternyata juga benar.

Semunya sudah jelas. dan semakin jelas dengan bukti affair isatriku yang lain. Selain dengan putra, istriku juga menjalin affair dengan arul. Cerita istriku kepada putra jauh berbeda dengan ceritanya kepada arul. kepada arul engkau bercerita bahwa engkau belum menikah dan baru saja putus dengan cowokmu. kepada arul engkau bercerita sudah pernah menikah tetapi juga sudah bercerai. Mengetahui kenyataan itu arul sangat kecewa. Dalam pesannya arul mengatakan seperti ini :

"Salma, apa maksud dari semua ini..?Jadi begini cara Salma menjalin silaturahmi denganorang-orang?Jadi begini juga cara Salma memutuskan talisilaturahmi ?Aroel benar-benar KECEWA dengan Salma! Maksud Salma apa?
Aroel bener-bener ga ngerti?Sudah berapa orang yang kamu bohongi?
Jadi sebenarnya hubungan kamu dengan orang Bandung itu gimana?
Apa yang sebenarnya Salma inginkan?
Salma yang Aroel anggap lugu, polos, baik,ternyata Jauh Panggang Dari Api..!!!
Kenapa niat baik harus berbuah kejahatan?Aroel benar-benar ga nyangka..
Kenapa Salma tidak berterus terang kalo Salma belum cerai?Kenapa Salma harus menyakiti orang lain jika Salma telah disakiti oleh suami Salma?Apakah dengan cara ini kamu merasa puas…!?Mungkin kesalahan terbesar dalam hidup Aroel adalah: KENAL DENGAN KAMU SALMA..!Terimakasih Salma, kamu sudah memberikan pelajaran yang berharga bagi Aroel.SEMOGA KALIAN BERBAHAGIA".

Semakin nyata sudah. dan aku yang menjadi suaminya, yang mencitainya dengan sepenuh hati bisa dibayangkan sakit hati ini. ini bukan pertama kali salma melakukan hal yang sama. tetapi dengan kesabaran dan cinta aku selalu bisa memafkannya. aku selalu berharap dia bisa berubah dan mau menjadi istri yang baik untuk suaminya, serta mau bersama-sama membentuk keluarga yang sakinah. Tapi itu dulu............

Dari berita perselingkuhan tersebut, yang paling membuat hati ini sakit adalah ajakan salma kepada putra untuk menginap di bandung. dan salma inginnya menginap di wisma atau losmen. aku tidak tahu persis apakah mereka jadi menginap atau tidak. menurut salma dan putra, mereka memang belum pernah tidur bersama. tetapi hanya alloh yang tahu kan?. karena waktu itu, tgl 1-3 aku memimpin sebuah ekspedisi petualangan ke taman nasional di jawa barat.

Kepada putra dan arul, engkau hanyalah korban, seperti juga aku. Engkau tidak bersalah, karena engkau tidak mengetahui yang sebenarnya. Aku juga yakin engkau membaca tulisan ini. Semuanya tentang engkau baru aku ketahui pada hari kamis tgl 14 september kemarin. Aku yakin jika engkau mengetahui salma yang sebenarnya engkau pasti tidak akan menanggapi salma.

Salma lah biang semuanya. Salma tidak dapat menjaga kehormatannya sebagai seorang perempuan yang telah menjadi istri. salma telah menginjak-injak harga dirinya sendiri. salma selalu berbohong kepada orang-orang termasuk kepada putra, arul, falla, aviev, dll.

Mungkinkah ini adalah Habit salma. Pernah aku berpikir bahwa "HABIT IS HABIT". Cepat atau lambat habit itu pasti akan terulang. entah sekarang atau nanti, esok atau lusa, habit itu pasti akan datang. Ini hanya masalah waktu. Cantik hanyalah penampakan dan hanya akan menimbulkan petaka seandainya dibungkus dengan birahi setan. Telanjang mungkin lebih terhormat daripada membungkus tubuh dengan balutan jilbab tapi dalamnya penuh dengan kebusukan. Rahasia Ilahi juga tinggal ditunggu kedatangannya. Di saat vagina sudah mulai mengering lalu membusuk, dan klitoris sudah menjadi sarang belatung, mungkin kesadaran baru akan muncul. Atau mungkin malah terlambat???

Hubungan aku dan istriku selama ini sebenarnya sangat luar biasa hangatnya. Demikian mungkin menurut orang-orang. Dimanapun kami selalu kelihatan ceria dan saling sayang-sayangan. Dan tak jarang orang-orang yang iri melihat kami. banyak kenangan-kenangan manis yang sudah kami toreh bersama. Kami pernah diamuk badai dashyat di puncak merapi pada akhir tahun 2005, kami menaklukkan gunung-gunung di jawa hanya berdua saja, lalu memandang sunrise pada pagi harinya dalam suhu yang mencapai 0 derajad celcius. Kami juga pernah merasakan dinginnya udara puncak gede, slamet, merapi, merbabu, lawu, salak, hanya berdua saja.

Bulan Agustus kemarin, aku sangat mengharapkan salma mendaki bersamaku ke puncak tertinggi ke-2 di indonesia (di luar pegunungan jaya wijaya), Gunung Rinjani, di Nusa Tenggara Barat. kebutuhan sudah disiapkan, tetapi salma mengurungkan niatnya untuk mendaki bersamaku. salma lebih memilih di bogor. selama pendakian rinjani hatiku ini sangat kacau, entah kenapa hatiku benar-benar kacau. Waktu turun dari puncak setinggi 3.700 m lebih, aku berlari. aku ingin segera pulang ke jakarta untuk bertemu dengan istriku. Sesampai di lombok aku segera membeli tiket pesawat dan langsung pulang terbang ke jakarta. padahal waktu itu aku masih mempunyai beberapa hari libur untuk berada di sana. Teman-teman mendakiku mengajak aku untuk jalan-jalan ke Bali, tetapi aku menolaknya dengan alasan “aku tidak bisa bersenang-senang sendiri tanpa istriku”, demikan kataku kepada mereka.

Selama aku mendaki dan berada di lombok, hatiku selalu berada di jakarta, selalu memikirkan istriku. Aku tidak tahu waktu itu, waktu aku di rinjani itu, ternyata salma di bogor telah bersenang-senang dengan orang lain, dan itu baru terbongkar 2 minggu setelah aku pulang dari rinjani, padahal sepulang dari rinjani aku sudah menulis buku tentang perjalananku di rinjani yang didalamnya aku tuliskan tentang kesedihanku tidak bisa mendaki bersama istriku, tentang harapan suatu saat nanti aku bisa mendaki rinjani berdua dengan iastriku, dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan cintaku pada istriku. Dan yang lagi-lagi membuat aku pedih, ternyata salma diantar oleh putra waktu menjemput aku dari bandara. Waktu itu salma dan putra berboncengan dari bogor, dan salma hanya diantar sampai pondok labu. Dan aku waktu itu tidak tahu.

Aku baru tahu mendapatkan bukti mengenai perselingkuhan salma sewaktu aku membeli tiket pesawat secara online. Karena salma tidak bisa ke rinjani, aku akan mengajaknya ke tempat lain yang juga tidak kalah indahnya. Aku akan mengajaknya ke puncak tertinggi di pulau jawa, puncak mahameru gunung semeru. Bukan main-main, puncak tertinggi di pulau jawa. Setelah memutuskan itu, aku segera membeli tiket pesawat secara online. Setelah transaksi selesai, iseng-iseng aku membuka FS salma dan aku mengetahui semuanya.

Pedih, perih, sakit, dan kecewa hati ini. Mungkin lebih baik aku mati waktu aku mengetahui tentang semuanya. Mungkin lebih baik aku bunuh diri saja. Atau mungkin lebih baik aku bunuh salma juga. Atau mungkin aku juga akan membalas perbuatan salma. Aku juga bisa selingkuh kalau aku mau. Tetapi seperti disambar petir, badanku bergetar hebat, nadi-nadiku mengalirkan darah dengan begitu cepatnya, dan badan ini menggigil. Waktu ketika tiba-tiba keluar kata “Lailahaillah” dari mulutku. Tak kuasa air mata ini mengalir. Bukan meratapi kepeduhan telah dikhianati, tetapi aku merasa seperti di tampar oleh tuhan. Tuhan seperti mengingatkanku. Mengingatkan akan sholatku, akan ibadahku, akan puasaku yang selama ini bolong-bolong. Allah juga mengingatkan aku akan ajalku yang entah kapan aku merenggutku. Sungguh, waktu itu aku merasa dekat sekali dengan Allah setelah sekian lama aku tinggalkan.

Akhirnya aku hanya bisa berpasrah diri, bahwa lewat istriku Allah mengingatkan aku. Aku ingat bahwa sebentar lagi juga ramadhan, aku ingat bahwa ramadan lah saat-saat aku minimba pahala dan bertaubatan nasuha terhadap dosa-dosaku selama ini.
Lantas mengenai istriku, aku serahkan semuanya kepada Allah. Kalau dengan menceraikannya aku lebih bisa mencitai Alloh dan lebih bertaqwa, aku akan menceraikannya. Tapi kalau dengan bercerai aku justru jauh dari alloh, aku akan perbaiki rumah tangga ini. Ya Alloh tunjukkan mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah, mana jalan yang Engkau ridhoi dan mana jalan yang Engkau laknati. Amien amien ya robbal alamin/

Jakarta, 16 September 2006.

Wassalam
rahma
helvytr wrote on Sep 20, '06, edited on Sep 20, '06
Amsi atau Rahma (?), alaikum salam

Saya turut bersimpati terhadap masalahmu. Semoga Allah membukakan jalan yang lebih baik bagimu, sesuai dengan upaya dan doamu.

Setelah membaca semua, menurut saya, sebaiknya kamu dan istri berdialog dulu dari hati-ke hati, mau dibawa kemana pernikahan kalian. Apa yang membuat kalian harus bertahan? Apa yang membuat kalian harus berpisah? kalau perlu buat list bersama tentang hal tersebut. Meski sakit dan kecamuk di dada, usahakan membicaraan semua dengan baik-baik, dengan kepala dingin.

Minta ketegasa dari istri, apakah ia mau masih mau bersama? lalu komitmen apa yang bisa ia berikan? Apa yang bisa ia jelaskan tentang semua kelakuannya itu? Apa kekuranganmu di matanya? Begitu pula sebaliknya.

Lalu tanyalah pada dirimu sendiri, apakah kamu masih bisa bertahan? Dia selingkuh dengan dua orang sekaligus! Kamu tak pasti apa mereka sudah tidur bersama atau belum, tapi kamu pasti mereka sudah pernah berjanji ketemu di sebuah hotel. Kalau dia menyatakan tobat dan akan setia, masih bisakah kamu menerimanya? Percayakah? Kamu bisa saja bilang ya, oke kita coba. Beri dia tenggat, 3 bulan misalnya. Lihat apakah dalam waktu 3 bulan ada perubahan. Lihat kesungguhannya. Bila tidak berubah, mungkin memang sebaiknya berpisah.

Btw tinggal berjauhan antara suami istri memang beresiko ya...
Saran saya, coba sholat istikharah. Minta petunjuk Allah. Semoga Allah memudahkan ya....amiin
amsiku wrote on Sep 24, '06
Assalamualaikum
Terima kasih atas sarannya. Berbahagia sekali saya bisa mengenal Anda. Wassalam
Amsi
www.amsiku.multiply.com
helvytr wrote on Oct 1, '06

Terimaasih kembali Amsi. Semoga hari2mu kini sudah lebih bahagia...amiin
huning wrote on Oct 19, '06
Semoga pak amsi mendapat kemudahan dariNYA dalam menyelesaikan masalahnya. amin...
helvytr wrote on Nov 29, '06
Iya...semoga ada kabar baik dari Amsi....kita tunggu. Amiiin...
astaqauliyah wrote on May 29, '07
Menjadi sulit membedakan (jika ini hanya cerita) dengan kenyataan sebenarnya. Dunia semakin kejam, hanya menyisakan ruang-ruang maaf bagi kecenderungan yang selalu berulang. Semoga segala keekliruan disirnakan-Nya dan setiap hati diberikan petunjuk untuk meluruskan diri. Untuk Mbak RA, sakut atas ketabahan dan kesabarannya menghadapi cobaan sangat berat ini. Semoga tidak lagi ada perselingkuhan untuk masa -masa berikutnya. Wassalam
arifinahmad wrote on Jun 1, '07
Mbak Helvy, salam kenal. Saya udah beberapa kali baca multyply-nya, mbak helvy dan Faiz tapi baru kali ini kirim comment. Cerita yg sangat menyentuh dan cukup mengingatkan kami sebagai kaum suami untuk bersikap......
Salam kenal juga buat Faiz? Dulu anak saya juga sekolah di SDIF Al Fikri tapi mulai tahun kemarin kami boyongan ke kotanya "tour Eiffel".
bundaeisha wrote on Jun 25, '07
subhanallah...
callysta17 wrote on Jul 11, '07
Mbak helvy.. saya sudah pernah kirim personal message ke mbak, tapi nggak tau nyampe apa nggak.. saya salut banget dengan mbak Ra yang bisa memaafkan dengan tulus. saya sekarang ini berada diposisi mrs.X itu. saya sedang berusaha melepaskan diri dari belenggu cinta semu yang seperti ini, tapi sampe sekarang belum ada kemajuan.
Tapi bedanya saya dengan Mrs.X, saya benar2 bertemu didunia maya, chatting, telp dan sms.
emoel wrote on Aug 9, '07
Subhanalloh....!
Salut Abis deh buat mbak Ra.
Mengembalikan kepercayaan yang sudah ternodai adalah suatu hal yang blm bisa ane Lakukan....
Semoga Alloh senantiasa mencurahkan kasih sayang-Nya kepada Mbk Ra, dan kita semua
ramblingthought wrote on Aug 22, '07
Assalammu'alaikum mbak helvy,

Salam kenal. Membaca kisah mbak RA, saya seperti disentakkan dengan kenyataan yang sedang saya hadapi di rumah tangga saya. Persis sekali dengan kisah mbak RA. Suami saya yang dulu alim, baik, perhatian, dan suka bercanda, belakangan jadi sering pergi sendiri tanpa saya pernah tau kemana, kadang bilang ke bank tapi bisa berjam - jam ngga pulang, ditelpon HP-nya ga diangkat, gampang marah hanya gara2 hal kecil yang tidak sesuai maunya, tiba2 minta pisah karena katanya kita gak cocok lagi padahal kita nggak pernah bertengkar hebat, HP dibawa kemana - mana, lebih sering menghubungi satu nomor telepon kalo sedang pergi daripada nelpon saya. Masih banyak lagi perubahan2 sifat suami saya yang bikin saya curiga dia punya TTM. Saya merasa tau siapa perempuan itu karena saya juga kenal dia. Saya juga tau kalo perempuan itu tipe penggoda karena dia pernah terlibat affair dengan temannya yang juga teman suami saya. Suami saya orangnya terlalu baik, nggak tegaan, nggak bisa nolak, jadinya malah diperalat. Dulu dia adalah lelaki yang paling saya percayai sampai2 saya tidak punya rasa cemburu padanya walaupun lingkungan pekerjaannya mengharuskan dia bergaul dengan banyak wanita cantik dan muda. Saat ini saya sedang menguatkan hati untuk bicara baik2 dengan dia mengenai kecurigaan saya dan mau dibawa rumah tangga ini. Apakah dia masih mau imam untuk keluarga kecil kami atau dia ingin bebas dari tanggung jawab moral sebagai suami dan ayah. Saya tahu saya juga bukan wanita sempurna, bahkan mungkin belum bisa memenuhi harapannya tentang seorang istri dan ibu, tapi bukan berarti saya tidak bisa berubah. Saya mau berubah dengan syarat dia juga berubah, kembali menjadi lelaki yang dengan sadar saya pilih menjadi pendamping hidup. Mudah - mudahan saya diberi kebesaran hati seperti mbak RA untuk berpikir dengan kepala dingin saat saya mendapatkan kebenaran atas semua kecurigaan saya. Mudah - mudahan Allah SWT memberi kekuatan lahir dan batin pada saya atas semua kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.
racya wrote on Sep 11, '07
ass mba saya sangat kagum banget dengan sikap yang mba ambil meskipun sudah jelas2 bahwa suami mba itu telah main lagi dengan cewek lain tapi mba tetap dengan kesabaran hati memaafkan suami mba kalau saya jadi mba mungkin daya tidak akan memberikan kesempatan kepada suami saya soalnya dia itu sudah terang2an dan bahkan itu terjadi bukan sekali, kalau terjadi sekali mungkin saya bisa maafin tapi ini tuh lebih dari seklai sebab itu saya sangat kagum banget dengan mba dalam mempertahankan pernikahan mba pengen banget saya bisa bersikap seperti mba,mungkin gak yach??
mungkin cuma segitu komentar dari saya tapi satu yang pasti saya sangat kagum sekali dengan mba.wass
racya wrote on Sep 11, '07
ass mba saya sangat kagum banget dengan sikap yang mba ambil meskipun sudah jelas2 bahwa suami mba itu telah main lagi dengan cewek lain tapi mba tetap dengan kesabaran hati memaafkan suami mba kalau saya jadi mba mungkin saya tidak akan memberikan kesempatan kepada suami saya soalnya dia itu sudah terang2an dan bahkan itu terjadi bukan sekali, kalau terjadi sekali mungkin saya bisa maafin tapi ini tuh lebih dari sekali, sebab itu saya sangat kagum banget dengan mba dalam mempertahankan pernikahan mba pengen banget saya bisa bersikap seperti mba,mungkin gak yach??
mungkin cuma segitu komentar dari saya tapi satu yang pasti saya sangat kagum sekali dengan mba.wass
r4inbow wrote on Sep 25, '07
Mbak Helvy... titip salam sayang untuk mbak Ra ya... Semoga Yang Maha Mulia akan memuliakan mbak Ra karena ketegaran dan pengampunan yang diberikan kepada suaminya..
nengiien wrote on Dec 1, '07
Alhamdulillah ya mba akhirnya diberikan jg jalan yg terbaik
Seandainya para ibu/bapak yg sdg dalam masalah yg serupa menyikapinya spt mba Ra mgkn angka perceraian di indonesia *apalagi dikalangan artis yg akhir2 ini menjadi sorotan*bisa ditekan. Salam ya Mba Helvy buat mba Ra Barokallohu fiikum, Trimakasih Mba, Kisah yang begitu penuh makna
amin118 wrote on Dec 13, '07
Subhanallah..... (hiks....)
Ya Allah, jagalah kami dari terlenanya hati untuk mengingatMu yang menjadikan kami melenakan kasih sayangMu lewat pasangan2 kami, jagalah kami dari sesuatu yang membuatku melupakanMu sehingga menjadikan kami melupakan cintaMu dalam cinta kasihpendamping kami, rengkuhlah kami dalam rinduMu sehingga belahan jiwaku pun merengkuhku dengan rindunya, satukanlah kami dalam kedamaian seperti damainya jiwa raga kami saat bersatu menujuMu dalam sujud-sujud panjang itu. Jika aku lena, ingatkanlah aku. jika aku lupa, beritakanlah kepadaku. jika aku lemah, kuatkanlah dengan CintaMu. Jika aku lelah, sabarkanlah aku dengan nikmatmu. jika aku menangis dan terluka, tetesilah lukaku dengan embun-embun firmanmu...sehingga aku kuat untuk melanjutkan hidupku. demi masa depan bah hatiku, demi masa depanku, demi masa depan keluarga ini, demi masa depan generasi ini......

amin_ivo (djogja)
dyahpam wrote on Jan 17, '08
selamat ya kalian menang melawan badai walau ibarat piring sudah retak....rasanya tdk mungkin kelihatan bisa mulus spt semula,namun usaha untuk ke arah lebih baik dengan komitmen yang jelas itu jauh lebih berat di jalani.....semoga kalian berhasil melewatinya sampai di ujung umur.amin
nfitriani31 wrote on Mar 13, '08
Saya terharu, nangis. Mbak... jadi nggak mau kawin ni.... Hiks!
yherlanti1971 wrote on Sep 6, '08
dunia ini ibarat samudera laut luas. kita ada di dalam perahu dan sedang mencoba berlayar sampai darat. Jika fatamorgana menghampiri, paus pun terlihat seperti putri duyung. jika tidak pandai menjaga kesadaran (iman) dan fokus pada tujuan (istiqomah), niscaya akan terjebak pada rangkulan sang paus pembunuh! so....think it, and banyak doa agar dada kita dipenuhi iman, dan langkah kita beristiqomah dengan syariatnya...dan banyaklah bergaul dengan orang shaleh!
ummuariska wrote on Mar 18, '10
aku mau ikutan comment, tp ini x pertama aku buka ini, jd belum tau caranya....
putrilinggar wrote on Apr 7, '10
kisah ini mirip dengan kisah yang kualami setahun belakang ini, suamiku awalnya sekedar menerima curhatnya, dan mengenalkan perempuan yang berjilban itu kepadaku, dia menganggapku kakak ... saya tidak curiga krn sy tau pribadi suami ternyata tanpa sepengetahuan saya perempuan itu sudah berani pinjam uang jutaan dan suami saya memberi dengan mengalihkan kalo uang uang teman lakinya yang pinjam, sy tau dari hp suami ( padahal hp di lock, sy yakin ini pertolongan Allah ) saya tanya suami baik-baik dia tidak mengakui ... terakhir suami sudah berani nginap 2 malam sebelum pulang kerumah ( kebetulan suami dinas di luar jawa ) untuk bertemu perempuan itu dan sakitnya mereka berdua sudah memanggil abi bunda dan mulai merencanakan dengan memupuk pohon cinta ... saat ini saya dalam kondisi menata hati setelah tau kejadian tsb sy colaps dan suami berjanji akan berhenti... tapi hati saya sudah tidak ada kepercayaan lagi, saya bertahan karena ada 2 malaikat kecil yang mendampingi dan saya lebih mendekatkan diri ke ALLAH . ijin share cerita agar suami saya bisa membaca..syukron
yuniasaputro wrote on Jun 3, '10
Saya hanya tdk habis berfikir..Apa yg ada di benak wanita kedua,,Tidakkah mereka juga wanita.
beyoungcarerock wrote on Oct 5, '10
wah kisah yang mngharukan skali.. mudah-mudahan saya bisa mnulis sperti ini dengan kisah yang berbda, terima kasih pembelajarnnya.
Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.