Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryFeb 16, '05 1:27 AM
for everyone



Sajak Februari

:1991-1995

1
cinta adalah rasa
yang kuucap dalam setiap desah
dan cuaca
tak sampai-sampai getarnya padamu

2
setiap hari embun meneteskan kesetiaannya pada pagi
seperti aku yang tak pernah berhenti menari
dalam mimpi tentangmu
dan jatuh

3
maka kutanyakan pada mungkin
ia memandangku dengan mata kaca
mengecup luka dan berkata
pergi dan pakailah kerudung airmatamu
sebab tak ada tempat untuk cinta di sini

4
Engkaukah itu yang berkata?
Semua pejalan di bumi, semua pencinta
pasti akan menderita
tapi bagaimana agar tiap gerak berarti
hingga malaikat pun sudi mengecup
semua luka kita yang mawar

engkaukah itu yang berkata, cinta?
sementara diam-diam kita berikan
keping luka dan risau kita
pada angin yang tak desau

5
Di dalam bis yang membawa banyak orang,
Kau cari aku hari itu.
Tapi kau tak tahu
aku telah mencarimu sejak pertemuan pertama kita
Mengapa kau sisakan peta buram yang sama
hingga aku tak pernah bisa menatap punggungmu

Di antara dinding dingin di sekitar kita
kau cari aku hari itu
tapi kau tak tahu
aku telah mencarimu bermusim-musim
dan selalu hanya pilu
yang memeluk dan membujukku
Pulanglah, kau sudah begitu lelah

6
Begitulah
kata telah lama berhenti
pada napas dan airmata
Di manakah kau, di manakah aku?
Labirin ini begitu sunyi
dan cinta terus sembunyi

7
Seperti gelombang yang setia pada lautan
aku telah lama kau campakkan
ke pantai paling rindu itu
tapi sebagai ombak aku memang harus kembali
meski dengan luka yang paling badai

8
Begitulah perempuanmu
memintal lalu menguraikan kembali
kenangan di sepanjang jalan kaca yang retak itu
Kau mungkin lupa pernah
menitipkan kilat asa di mataku
yang menjelma beliung
namun tak perlu bulan, lilin atau kunang-kunang
selalu kutemukan jejak juga napasmu
di jalan raya kehidupanku

Membayangkan wajahmu aku pun bermimpi
tentang matahari lain yang menyala suatu masa
Mungkin kita bisa saling memandang lama
melepas beliung abai yang menyiksa selama ini


9
:Aku telah berjuang untuk melupakanmu

Seperti baru kemarin kau datang dan kita bicara
sambil menatap ubin, dinding dan pohon jambu itu
Kau bilang tak mungkin, sebab
ada yang lebih penting kau selesaikan

Seperti angin yang tak sadar disapa waktu
aku berpura tak mendengar
Dia akan datang, kataku.
Tapi katamu, kau akan datang setelah urusan selesai.
Bagaimana kalau dia yang tiba lebih dahulu?
Siapakah yang harus kuabaikan?
Siapa yang perlu kulupakan?

Kita terdiam mengamini ubin, dinding dan pohon jambu
suara sapu ibu kos di ruang tamu, kendaraan lalu lalang
beberapa mahasiswa dengan jaket kuning melintas
mungkin sebentar lagi gerimis

Dalam sepi itu tiba-tiba kita pun teringat
perkataan seorang sahabat
Katanya kita punya sesuatu, semacam hubungan indah,
yang tak bisa dirumuskan

Ketika kau pulang senja itu
aku tahu mungkin kita tak akan berjumpa lagi
untuk waktu yang lebih dari lama
Menyakitkan, tapi bukankah
tak semua kebersamaan
harus jadi monumen
kadang lebih baik dibuang
biar usang dalam tong sampah


10
Dan akhir adalah permulaan
kau aku tak pernah menapaki mula
juga mungkin tak pernah sampai
pada selesai
seperti puisi yang kutanam
di kuntum hatimu


11
Hai

katamu aku tetap perempuan itu
tak henti menyelami lautan huruf
demi yang Maha Cinta

dan kau sangat tahu
atas nama cinta pula
telah kuputuskan berhenti
menuliskan kenangan tersisa
titik tanpa koma
pada Februari ke lima

(Helvy Tiana Rosa)





41 CommentsChronological   Reverse   Threaded
iwan95 wrote on Feb 16, '05
I always adore this simple writing...
Bring Myself to the Real Me...
Thanx mBak Helvy :)
helvytr wrote on Feb 17, '05, edited on Feb 17, '05
Wan, ini cuma bisa-bisaan aja. Puisi ini dah lama banget ditulis. Tepatnya Februari 1995! Cuma nggak pernah dipublikasikan, takut ada yang tersungging ;). Tapi pas saya baca lagi beberapa hari lalu...kok agak keren ya (hi...hi ge er sendiri). Ya kali aja bermanfaat buat yang lain. Cinta kan selalu membuat kita produktif ;). Aniway thx banget ya udah berkunjung!
esduren wrote on May 3, '06
jangan heran kalau saya mampir2 lagi ya mbak.. sebab pengen baca lagi dan lagi.. :D
helvytr wrote on May 3, '06

He he he..., dengan senang hati, Tita sayang ;D
imar wrote on May 3, '06
mbak..he..he itu foto dicopot dari album lamanya ya he..he.. Jadi inget lihat2 album Mbak Helvy yg penuh..nuh dgn foto2 segala macam orang...:)
Dirangkai2 lagi plus komentarnya, udah kayak scrapbooking itu..:)
bluesea7 wrote on May 3, '06
:) emang keren kok mba Helvy!

ahhh cinta..
fadlan wrote on May 3, '06
waktupun berlalu
hatipun tak lagi menyimpan duka lama
saat kebahagiaan satu demi satu memenuhi
indahnya bahagia menawarkan kegetiran
mengganti memori kelabu
dengan seulas senyuman
senyuman penuh cinta
annidalucu wrote on May 3, '06
mbak, puisinya dipasang aja di buku chicken soup-nya MPers
kan tentang cinta....:)
bearahmat wrote on May 3, '06
Saya kira ini kisah cintanya Mba Helvy dulu. Maaf, saya memang kurang bisa memahami bahasa puisi. Tapi kalo emang bener siapakah sosok yang mengamini ubin, dinding dan pohon jambu itu ? <----"pengen tahu dot kom" :D
mamaabram wrote on May 3, '06
Bagus nian Mbak Helvy, I love it...
izziaryy wrote on May 3, '06
Dalem
helvytr wrote on May 3, '06
imar said
mbak..he..he itu foto dicopot dari album lamanya ya he..he.. Jadi inget lihat2 album Mbak Helvy yg penuh..nuh dgn foto2 segala macam orang...:)
Dirangkai2 lagi plus komentarnya, udah kayak scrapbooking itu..:)

Iya nih...foto waktu pertama masuk UI tahun 1989 ;D
helvytr wrote on May 3, '06
:) emang keren kok mba Helvy!

ahhh cinta..

Thx. Rencananya puisi2 cintaku dari dulu sampai sekarang mau dibukukan. Kira2 ada nggak ya yang mau beli? ;p (maksute laku apa nggak gitu lho...?). Kalau faiz mah laku....
helvytr wrote on May 3, '06
fadlan said
waktupun berlalu
hatipun tak lagi menyimpan duka lama
saat kebahagiaan satu demi satu memenuhi
indahnya bahagia menawarkan kegetiran
mengganti memori kelabu
dengan seulas senyuman
senyuman penuh cinta

Iya....sekarang mah udah usai. Tepatnya sudah bertambah cinta dan kebahagiaan itu ;D
helvytr wrote on May 3, '06
mbak, puisinya dipasang aja di buku chicken soup-nya MPers
kan tentang cinta....:)

Nggak ah say ;D
Kan kalau buku MPers isinya cerita kita semua...belum puisi. Kecuali kalau puisinya bagian dari cerita ;))
helvytr wrote on May 3, '06
Saya kira ini kisah cintanya Mba Helvy dulu. Maaf, saya memang kurang bisa memahami bahasa puisi. Tapi kalo emang bener siapakah sosok yang mengamini ubin, dinding dan pohon jambu itu ? <----"pengen tahu dot kom" :D

Yeeeeeee...nebak! ;)
Saya banyak nulis kisah cinta orang lho...;D
helvytr wrote on May 3, '06
Bagus nian Mbak Helvy, I love it...

Trims....

Dulu waktu pertama posting belum punya contacts...jadi jarang banget yang baca...eh muncul lagi ;D
brownhieze wrote on May 3, '06
:(( speechless..
helvytr wrote on May 3, '06
Dalem

Xixixi...nonjok nggak ya? ;p
helvytr wrote on May 3, '06
:(( speechless..

Salah satu memori aja yang...buat lucu2 an? Kayaknya nggak sih. Tapi tiba-tiba nulis aja tentang ini....

Banyak yang merasa puisi ini untuknya he he he (dilarang GR) ;p
mielnschatz wrote on May 3, '06
huuuuuuuu... kata-kata sederhana, tapi sangat menyentuh mbak... salut
aburasyidin wrote on May 3, '06
ahh...bagus banget mbak...:)

udintpi wrote on May 3, '06
helvytr said
tapi bukankah
tak semua kebersamaan
harus jadi monumen
saya suka bagian yang ini mbak! jadi mengingatkan pada sesuatu!
wishknew wrote on May 3, '06
keren euy.. luka yang badai... ini hasil dari otak kanan. Bukan otak kiri. Kreatif, berani, dan menancap pada maksud yang hakiki.
helvytr wrote on May 4, '06
huuuuuuuu... kata-kata sederhana, tapi sangat menyentuh mbak... salut

Selalu seperti saya, dek: sederhana ;D
helvytr wrote on May 4, '06
ahh...bagus banget mbak...:)

Wah kalau Wiku dah bilang bagus...tersanjung dah ;p
helvytr wrote on May 4, '06
udintpi said
saya suka bagian yang ini mbak! jadi mengingatkan pada sesuatu!

He he he...puisi ini dah laris dikutip banyak teman...
senang nambah lagi yang suka...;)
helvytr wrote on May 4, '06
keren euy.. luka yang badai... ini hasil dari otak kanan. Bukan otak kiri. Kreatif, berani, dan menancap pada maksud yang hakiki.

Waduh...wishknew banget dah...trim...otak kananku memang kayaknya berfungsi banget dibanding otak kiri he he he..., makanya nyari suami yang otak kirinya okeeeeee banget ;D
adesiti wrote on May 4, '06
aduuuuuuh, brugg!! (sampe kejedot mbak, saking terharunya)
ladyzie wrote on May 4, '06
oh My.. puisinya bagus sekali Mbak.. saya sampai berkaca-kaca bacanya...

oya.. salam kenal lho...

helvytr wrote on May 4, '06
adesiti said
aduuuuuuh, brugg!! (sampe kejedot mbak, saking terharunya)

Hiks...sampe kejedot dimana dek? ;p
Ada ada aja deh ;D
helvytr wrote on May 4, '06
ladyzie said
oh My.. puisinya bagus sekali Mbak.. saya sampai berkaca-kaca bacanya...

oya.. salam kenal lho...


Thx Zie...senang kamu suka ;D
Salam kenal kembali yaaa ;D
safa99 wrote on May 5, '06
tadinya aq penasaran ma judulnya krn itu tanggal lahirku...tapi setelah baca.....
ga bisa berucap deh....no coment....bagus bangetttt.......
helvytr wrote on May 5, '06

O, kamu lahir 5 Februari ya dek?

Iya...ini salah satu puisi yang paling aku suka ;D. dah lama banget juga....
safa99 wrote on May 7, '06
Yupp...benul...(eh...mo nulis benar ato betul bingung jadinya benul deh)
dulu waktu smp aq suka nulis puisi n pernah ikut lomba mengarang di kabupaten waktu sd tp sekarang ga bisa lagi...karna tak pernah diasah lagi,tersingkir oleh perjalanan mencoba mempertahankan hidup sendirian....
juminarsih wrote on May 10, '06
helvytr said
Dan akhir adalah permulaan
kau aku tak pernah menapaki mula
juga mungkin tak pernah sampai
pada selesai
Saya suka bagian ini Mbak.....indah dan maknanya tajeeemmm, macem filsuf aja deh. :)
helvytr wrote on May 10, '06
safa99 said
dulu waktu smp aq suka nulis puisi n pernah ikut lomba mengarang di kabupaten waktu sd tp sekarang ga bisa lagi...karna tak pernah diasah lagi,tersingkir oleh perjalanan mencoba mempertahankan hidup sendirian....

Hmmm...yuk diasah lagi ;D

MP salah satu tempat yang tepat untuk mengasah kemampuan menulis kita Kamu bisa! ;D
helvytr wrote on May 10, '06
Saya suka bagian ini Mbak.....indah dan maknanya tajeeemmm, macem filsuf aja deh. :)

menulisnya sepenuh hati neh....(dulu lho...sekarang kalau inget ketawa ketiwi aja...;))
awidya wrote on Jul 27, '07
ada yang bergetar didadaku membaca bait-bait katamu, Bunda, meski itu kenangan masa lalu, seperti sebuah kasih tak senada, perjuangan tanpa koma di masa muda, tapi aku belum menemukan spiritualitas disana benarkah itu untuk seseorang atau untuk Dia sang penuntun jiwa
helvytr wrote on Nov 10, '07

ha ha ha...untuk seseorang di masa lalu yang kini tak begitu kukenang ;p
rizkyfebria wrote on Nov 20, '09
Subhanallah..

Seandainya bisa merangkai kata seindah itu :)
Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.