Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Ketika remaja, saya pernah begitu "jatuh cinta" pada Putu Wijaya!

Saya membaca cerpen-cerpennya yang selalu  membuat jantung ini berdenyut lebih cepat dan meneror mental saya. Saya mulai menonton pertunjukan dramanya yang juga beraliran sama dengan cerpen-cerpen dan novel yang ia tulis.

Ketika remaja seusia saya sedang tergila-gila dengan bacaan remaja tahun 80-an, maka saya tergila-gila pada karya-karya Putu Wijaya, kemudian juga Budi Darma, Goenawan Muhammad dan Taufiq Ismail.

Pada suatu saat, saya berkesempatan bertemu Putu Wijaya dalam salah satu acara di Taman Ismail Marzuki. Saya menyeruak susah payah di tengah kerumunan untuk meminta tandatangannya.

 Ia menatap saya yang masih kelas II SMP dan bertanya, "Siapa namamu?"

"Helvy, nama saya Helvy, Pak!"

"Kamu boleh panggil saya Mas," katanya tertawa.

Saya menerima tanda tangan, juga sebaris pesan yang ia tulis di notes saya.

Saat pulang ke rumah pesan itu terus menerus saya baca. Kemana pun pergi, pesan itu menyertai saya. Melekat di benak dan hati saya: Helvy, menulis adalah berjuang!

Saya terus membaca karya-karyanya yang mungkin untuk remaja seusia saya sangat aneh, saya menonton pertunjukan-pertunjukannya dan terbengong-bengong melihat caranya memonologkan cerpen-cerpen yang sering bahkan belum ia tulis, dan dikarangnya seketika!

Ia menjadi sastrawan yang terus berkibar dan eksis dalam penulisan cerpen, novel, drama, juga dalam pertunjukan teater yang membawanya keliling dunia.

Sementara saya tertatih-tatih menulis dan menulis.

Helvy, menulis adalah berjuang!
Tulisan itu menemani saya di depan mesin tik, lalu kemudian, komputer saya. Saya pun menyadari, bahwa menulis pada hakikatnya memang berjuang.  Seorang penulis atau pengarang akan berjuang untuk mendapatkan ide yang menarik, berjuang untuk mengolahnya dalam kalimat-kalimat yang juga menarik, berjuang untuk menyampaikan sesuatu yang bermakna bagi pembaca, berjuang untuk bisa mempublikasikannya, berjuang untuk terus menulis, untuk tak berhenti menuliskan nurani yang mendesak-desak jiwa dan kepalanya....

Selain menonton pertunjukannya, sesungguhnya saya tak pernah bertemu langsung dengan Putu Wijaya setelah kejadian itu. Tapi saya terus menerus mengiriminya surat yang anehnya tak pernah saya pos-kan kemana pun.

Hari berlari....Saya semakin giat menulis dan mempublikasikan karya-karya saya...

Enam belas tahun kemudian, saya mendapat alamat E-mail Putu Wijaya dan mengirimkan kabar bahwa apa yang pernah ia tulis di notes saya, betul-betul memacu saya menjadi penulis. Saya tak menyangka, ketika kemudian saya terima balasannya yang sangat rendah hati:

Jakarta 21-05-01

Helvy,

Suratmu membuat saya kagum. Pada usia 31, usia ketika saya masih jadi wartawan
TEMPO mengurus desk hiburan, desk yang paling sepele di majalah itu, kamu
telah melakukan begitu banyak hal. Begitu banyak prestasi yang kamu miliki.
Yang paling memalukan, begitu banyak yang tidak saya ketahui.

Heran juga bagaimana mungkin ada dua buah kalimat yang dilemparkan iseng-iseng
berhasil membangkitkan seorang menjadi pengarang seperti kamu. Pastilah bukan
karena kalimat itu, tetapi karena kamu. Kalimat-kalimat itu hanya "kecelakaan"
kecil yang kalau bukan dia, pasti ada yang lain yang akan menemani kamu
saat-saat sedang sendirian dalam bekerja di dalam pertapaanmu.

Membaca suratmu saya menemukan kejujuran, ketulusan dan kesederhanaan yang
bening. Rasanya itulah kekuatan yang sudah menjadikan kamu seorang pengarang
dan akan memberikanmu lebih banyak lagi. Semoga kekayaan itu tidak hilang.

Selamat berjuang Helvy. Buat pekerja seperti kita tidak ada tujuan akhir,
tidak ada kata tamat, juga tak ada kata lulus, kita selalu diuji dan dalam
posisi krisis. Lebih dari itu tak ada orang lain, kamu selalu sendirian dan
akan tetap sendiri, meskipun kamu tak percaya.

Salam buat juniormu, anak saya juga seusia itu sekarang.

Putu

Saya masih penggemar Putu Wijaya. Penggemar yang sesungguhnya "tak berani" mengganggu, untuk sekadar bertanya ini itu. Maka saya pun "tak berani" terus mengirimkan surat atau email padanya. Tapi keberanian saya untuk terus berjuang melalui tulisan semakin terasa gila, setidaknya bagi saya sendiri.

Suatu hari, delapan belas tahun setelah tulisan di notes itu, tiga tahun sesudah email balasan Putu Wijaya, saya dikejutkan oleh sebuah undangan dari Amerika Serikat! Undangan dari Universitas Wisconsin untuk mengisi acara di sana!

Saya terpana. Ah, ini akan menjadi pengalaman pertama saya sebagai penulis muda..., pergi ke Amerika Serikat! Saya diundang ke sana karena saya menulis! Ini hebat!

Maaf, boleh saya tahu, darimana referensi yang Anda dapat, hingga mengundang saya? tanya saya melalui e-mail.

Profesor Ellen Rafferty yang mengundang saya, menyebut satu nama yang membuat saya semakin terpana:

 Putu Wijaya! Ia pernah lama menjadi dosen tamu di sini....

Tiba-tiba saya ingin menangis. Kami hampir tak pernah berinteraksi, namun orang yang saya kagumi itu ternyata cukup "mengikuti" saya.

Pulang dari Amerika Serikat, ada banyak acara sastra yang mempertemukan kami..., termasuk kemarin, di Workshop Cerpen Majelis Sastra Asia Tenggara. Saya, Budi Darma, Oka Rusmini dan Joni Ariadinata menjadi pembimbing dari Indonesia. Danarto dan Putu Wijaya menjadi penceramah.

"Hai, ada Helvy," katanya melambai dari depan panggung.

Ah, dia masih seperti lelaki yang saya jumpai dulu, dengan penampilan yang selalu prima,  dan tak henti memukau kami--meski kadang sedikit nakal-- kala membacakan cerpen-cerpennya.

"Jangan pernah kalah," katanya--dalam cerpen yang ia monologkan--- kemarin. "Kalau kau harus kalah, kalahlah dengan gagah dan indah!"

Dan seperti 23 tahun lalu, saya masih mencatatnya...,
masih akan terus mencatatnya....








100 CommentsChronological   Reverse   Threaded
tsuroiya wrote on Aug 2, '08
wow...very inspiring, Mbak...Thanks for sharing....

salam buat Pak Danarto kalau ketemu lagi (kalau Pak Putu saya tidak kenal secara pribadi...)
helvytr wrote on Aug 2, '08
wow...very inspiring, Mbak...Thanks for sharing....

salam buat Pak Danarto kalau ketemu lagi (kalau Pak Putu saya tidak kenal secara pribadi...)

Thx say...

Insya Allah kalau jumpa ya. Kemarin ketemu, Mas Dan seperti biasa; Seru! Tapi agak gemuk sekarang :)
tsuroiya wrote on Aug 2, '08
helvytr said
Mas Dan seperti biasa; Seru! Tapi agak gemuk sekarang :)
....kan beliau emang hobi makan:) Jika mendengar Abah ada di Jakarta, pasti beliau segera ngajak makan ke manaa gtu..:p
helvytr wrote on Aug 2, '08
....kan beliau emang hobi makan:) Jika mendengar Abah ada di Jakarta, pasti beliau segera ngajak makan ke manaa gtu..:p

Iya! Paling tahu tempat makan enak di mana aja ;).
Trus suka ngemil gorengan hehe. kemarin dinasehati sama Budi darma ;)
lanottescivola wrote on Aug 2, '08
Pengalaman yang indah. Rasanya saya jd lebih faham kenapa seseorang disebut sbg inspirator
helvytr wrote on Aug 2, '08
Pengalaman yang indah. Rasanya saya jd lebih faham kenapa seseorang disebut sbg inspirator

Ya. Mas Putu salah satu inspirasi terbesar saya. Thx
lanottescivola wrote on Aug 2, '08
Pengalaman yang indah. Rasanya saya jd lebih faham kenapa seseorang disebut sbg inspirator
yunisadewi wrote on Aug 2, '08
Pengalaman yang indah dituangkan dengan cantik...jadinya menginspirasi siapapun yang membacanya...subhanallah...
helvytr wrote on Aug 2, '08
Pengalaman yang indah dituangkan dengan cantik...jadinya menginspirasi siapapun yang membacanya...subhanallah...

Alhamdulillah...semoga bermanfaat ya say :D
yuridza wrote on Aug 2, '08
Touchy story mbak helvy. Thanks for sharing
helvytr wrote on Aug 2, '08
yuridza said
Touchy story mbak helvy. Thanks for sharing

Sama-sama say ;)
elbintang wrote on Aug 2, '08, edited on Aug 2, '08
wah! subhanallah...
jadi ingat hukum kekekalan energi...

terima kasih mbak Helvy, cerita yang kaya...
afiati wrote on Aug 2, '08
menyentuh banget. Sepertinya seorang Putu Wijaya juga mengagumi Mba Helvy. Jadinya saling menginspirasi dan memotivasi. Indah..
firman94 wrote on Aug 2, '08
wuiihhh!!! bisa gitu ya???
utara19 wrote on Aug 2, '08
he..he..he..
very nice story :D
brotherihda wrote on Aug 2, '08
makasih kak helvy buat ceritanya...
helvytr wrote on Aug 2, '08
wah! subhanallah...
jadi ingat hukum kekelan energi...

terima kasih mbak Helvy, cerita yang kaya...

Boleh dong dibagi. Hukum kekekalan energi itu seperti apa? kayaknya asyik ;)
helvytr wrote on Aug 2, '08
afiati said
menyentuh banget. Sepertinya seorang Putu Wijaya juga mengagumi Mba Helvy. Jadinya saling menginspirasi dan memotivasi. Indah..

Ya, saya memang kagum sekali. Saya banyak belajar darinya, terutama soal berkarya dan soal rendah hati :)
helvytr wrote on Aug 2, '08
wuiihhh!!! bisa gitu ya???

Agak ajaib ya? ;p
helvytr wrote on Aug 2, '08
utara19 said
he..he..he..
very nice story :D

Ehm...hehehe...
helvytr wrote on Aug 2, '08
makasih kak helvy buat ceritanya...

Thx juga dek, sudah membaca.
masfathin wrote on Aug 2, '08
luar biasa....
natayacr wrote on Aug 2, '08
wah, sekarang mbak helvy tulis di blog saya ya mbak..kata-kata penyemangat u berjuang
helvytr wrote on Aug 2, '08
luar biasa....

buat saya begitu juga! Trims
helvytr wrote on Aug 2, '08
wah, sekarang mbak helvy tulis di blog saya ya mbak..kata-kata penyemangat u berjuang

Haha...boleh
wiwieksulistyowati wrote on Aug 2, '08
such inspiring story, jadi spechless
tianarief wrote on Aug 2, '08
mbak helvy, adakah kata-kata penyemangat buatku juga?
helvytr wrote on Aug 2, '08
such inspiring story, jadi spechless

Thx dek :)
helvytr wrote on Aug 2, '08
mbak helvy, adakah kata-kata penyemangat buatku juga?

Hahaha...tukeran yuk...;p
Catat dari blog masing2 hihihi...;)
remangsenja wrote on Aug 2, '08
such inspiring putu!!!..
meski pernah tergelak mendengar cerita mas putu pernah on**i di mejanya GM sewaktu dia kerja di tempo... hahahaha.. nakalnya mas putu..
tapi dia dramawan, penulis yang hebat..

remangsenja wrote on Aug 2, '08
mbak helvy, adakah kata-kata penyemangat buatku juga?
aduuh mas tiaan.. tidak cukupkah blogger award untuk mu ?? hihihi..
reading your MP.. segar.. jenaka.. saya gak tau kalok ketemu orangnya :D
helvytr wrote on Aug 2, '08
hahahaha.. nakalnya mas putu..
tapi dia dramawan, penulis yang hebat..

Ya...memang nakal sampai sekarang hehe
helvytr wrote on Aug 2, '08
reading your MP.. segar.. jenaka.. saya gak tau kalok ketemu orangnya :D

Ketemu orangnya lebih kalem dikit dari blog-nya hehehe
remangsenja wrote on Aug 2, '08
helvytr said

Ya...memang nakal sampai sekarang hehe
hihihi.. ampuuun..
duh! tulisan saya belom selesai2 mbaaaak... saya gak taul agi mencari semangat dimana... saya biarkan saja naskah tergeletak.. I hate deadline!.. *padahal dunia kerja gak lepas dari deadline*
remangsenja wrote on Aug 2, '08
helvytr said

Ketemu orangnya lebih kalem dikit dari blog-nya hehehe
kalem yaaa.. hemhm....
duniaintan wrote on Aug 2, '08
di Usia 23 tahun itu saya baru memantapkan diri untuk belajar menulis dgn sungguh2:(( terlalu lambat dan lebih parah, itupun tidak konsisten:(((((
helvytr wrote on Aug 2, '08
di Usia 23 tahun itu saya baru memantapkan diri untuk belajar menulis dgn sungguh2:(( terlalu lambat dan lebih parah, itupun tidak konsisten:(((((

Tak mengapa...sama sekali belum terlamat, syg. Mas hernowo mulai menulis usia 40 tahun lebih. Dan dalam 2 tahun bisa menghasilkan 10 buku! :)
elbintang wrote on Aug 2, '08
helvytr said
Hukum kekekalan energi itu seperti apa?
hukum kekekalan energi I mbak helvy, bahwa " Energi tidak dapat diciptakan dan juga tidak dapat dimusnahkan "
implikasinya : energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya...

dari pertemuan ke karya, ke pertemuan dan karya lagi, begitu seterusnya...

setiap energi yg serupa/setingkat dapat bertemu dan bersinergi...sekali waktu bisa menjadi pusat pembangkit energi...

hehehe...ingatan yg aneh :D
snataly wrote on Aug 2, '08
wah.. Mba Helvy memang masih seperti dulu.. pekerja keras yg Ulet..
keep on Moving mba ku yg manis..
helvytr wrote on Aug 2, '08

hehehe...ingatan yg aneh :D

Ini tidak aneh, tapi keren. Thx sharingnya dek :)
helvytr wrote on Aug 2, '08
snataly said
wah.. Mba Helvy memang masih seperti dulu.. pekerja keras yg Ulet..
keep on Moving mba ku yg manis..

Adikku di masa SMP ini juga oke banget :D
yeyenkenta wrote on Aug 2, '08
Mbak Helvy.. saya bener bener terharu baca kisah perjuangan mbak dalam meniti karier dibidang menulis.... kata yang baik bisa memotivas seseorang untuk lebih baju......hidup mbak Helvy maju terus dengan karya karya sastranya...
helvytr wrote on Aug 2, '08
Mbak Helvy.. saya bener bener terharu baca kisah perjuangan mbak dalam meniti karier dibidang menulis.... kata yang baik bisa memotivas seseorang untuk lebih baju......hidup mbak Helvy maju terus dengan karya karya sastranya...

Terimakasih banyak, say...
Saling mendoakan! Sukses selalu juga untukmu dan keluarga ya...!
tianarief wrote on Aug 2, '08
saya gak tau kalok ketemu orangnya :D
mbak ari, tau nggak, waktu pertama ketemu mbak helvy di kopdar tepi danau ui beberapa tahun lalu, malah mbak helvy yang menyapa duluan. aku jadi nggak enak hati nih. mbak helvy memang rendah hati.
tianarief wrote on Aug 2, '08
helvytr said
Mas hernowo mulai menulis usia 40 tahun lebih. Dan dalam 2 tahun bisa menghasilkan 10 buku! :)
nah, ini baru jadi penyemangatku. terima kasih mbak helvy. :)
helvytr wrote on Aug 2, '08
mbak ari, tau nggak, waktu pertama ketemu mbak helvy di kopdar tepi danau ui beberapa tahun lalu, malah mbak helvy yang menyapa duluan. aku jadi nggak enak hati nih. mbak helvy memang rendah hati.

Halah, Mas Tian bisa aje dehhh...
Pokoke mas Tian oke! ;D
helvytr wrote on Aug 2, '08
nah, ini baru jadi penyemangatku. terima kasih mbak helvy. :)

Xixixixiiiii...
asal jangan minta diceritakan orang yang baru mulai nulis waktu umur 80 tahun ya....xixiixiii...

(Tapi memang ada lho, Mas! Dan tetap hebat! :))

Btw mas Tian kan dah banyak nulis dalam usia muda ;p
syaltout wrote on Aug 2, '08
Tulisan Mbak Helvy ini benar-benar ditulis dari dalam hati, karena itu pula, begitu dibaca dia langsung masuk ke dalam hati...

Aku juga "jatuh cinta" sama Mbak Helvy sejak SMA lho, sejak kawan-kawan di SKI SMA 5 Surabaya memperkenalkanku dengan cerpen-cerpen Mbak di Majalah Annida dan Ummi (ups ketahuan baca majalah perempuan, hehehe. Ini rahasia di antara kita yaa Mbak...)...

Tapi sayangnya, sampai sekarang aku belum pernah bertemu muka dan dapat tandatangan dari Mbak Helvy ...
helvytr wrote on Aug 2, '08
Tulisan Mbak Helvy ini benar-benar ditulis dari dalam hati, karena itu pula, begitu dibaca dia langsung masuk ke dalam hati...

Aku juga "jatuh cinta" sama Mbak Helvy sejak SMA lho, sejak kawan-kawan di SKI SMA 5 Surabaya memperkenalkanku dengan cerpen-cerpen Mbak di Majalah Annida dan Ummi (ups ketahuan baca majalah perempuan, hehehe. Ini rahasia di antara kita yaa Mbak...)...

Tapi sayangnya, sampai sekarang aku belum pernah bertemu muka dan dapat tandatangan dari Mbak Helvy ...

Aduuuuuh, kapan dong ketemu?
Hiks...belum ada undangan ke Paris sih hihihi...
Kalau ada, entah kapan, kita ketemuan ya!
Or...kalau kamu balik ke Indonesia, mesti mampir ke Depok ya...;)
nadnuts wrote on Aug 2, '08
so sweet...
mudah2an mbak helvy bisa jadi 'putu wijaya' buat kita semua ya :D
agungks wrote on Aug 2, '08
thx utk inspiring storynya. ini postingan yg indah dan hidup ditengah keributan tentang ryan yg menyesakkan.

dulu waktu kuliah saya sering menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan sastra UGM hanya untuk sekedar membaca tulisan Putu Wijaya
intipyuk wrote on Aug 2, '08
Buat pekerja seperti kita tidak ada tujuan akhir,
tidak ada kata tamat, juga tak ada kata lulus, kita selalu diuji dan dalam
posisi krisis. Lebih dari itu tak ada orang lain, kamu selalu sendirian dan
akan tetap sendiri, meskipun kamu tak percaya.

--> Rasanya seperti jatuh cinta pada pandangan pertama...membumi mbak...Rasanya saya tidak percaya kalau "perasaan selalu sendirian" itu hadir dalam kata2 seorg Maestro...girahnya hadir dalam kata2 sederhana...
Dan ini,
"Jangan pernah kalah," katanya--dalam cerpen yang ia monologkan--- kemarin. "Kalau kau harus kalah, kalahlah dengan gagah dan indah!"

Thanks mbak Helvy...
helvytr wrote on Aug 2, '08
nadnuts said
so sweet...

Rasanya seperti film yang baru diputar kemarin ;)
Comment deleted at the request of the author.
helvytr wrote on Aug 2, '08
agungks said
thx utk inspiring storynya. ini postingan yg indah dan hidup ditengah keributan tentang ryan yg menyesakkan.

dulu waktu kuliah saya sering menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan sastra UGM hanya untuk sekedar membaca tulisan Putu Wijay
thx, Gung...
masih terus baca PW kan?
Banyak karyanya yang betul2 kuat, meski beberapa yang terakhir cenderung lebih ringan ya :)

Selamat membaca selalu!
helvytr wrote on Aug 2, '08
Rasanya seperti jatuh cinta pada pandangan pertama...membumi mbak...Rasanya saya tidak percaya kalau "perasaan selalu sendirian" itu hadir dalam kata2 seorg Maestro...girahnya hadir dalam kata2 sederhana...

Iya...dan juga sangat bersahaja ya?
sikrit wrote on Aug 2, '08, edited on Aug 2, '08
aku dah baca kisah ini di versi Risalah cintaaaa hehehe...kagum ama keuletan mbak Helvy, gk heran kalo skrg jadi HTR yg skrg..
helvytr wrote on Aug 2, '08
sikrit said
aku dah baca kisah ini di versi Risalah cintaaaa hehehe...kagum ama keuletan mbak Helvy, gk heran kalo skrg jadi HTR yg skrg..

Ini kan baru dibuat tadi siang say...hehehe...belum ada di Risalah Cinta :D

Mungkin dengar cerita kali ya...

Miss u much, dear...
sikrit wrote on Aug 2, '08
gk mbak, sebagian isinya udha aku baca di mana gitu, jangan jangan di blog juga ya..mbak Helvy yg ketemu pak Putu di TIM yg baca puisi

kangen mbak juga :(
sikrit wrote on Aug 2, '08
hehhe kok aku ngotot dot com...hihih
pokoknya aku kangen ama kalian...
helvytr wrote on Aug 2, '08
sikrit said
mbak Helvy yg ketemu pak Putu di TIM yg baca puisi

Hihihi...itu cerita ama Taufiq Ismail ;p

Sun sayang buat Ilhan :D
sikrit wrote on Aug 2, '08
waaah masak iya ya, dah kena penyakit pikun aku hihihi..barusan ngubek ngubek Risalah Cinta emang gk ada, duuh parah aku lupanya.
maaf ya mbak :)
Oke mbak sun sayang juga untu Nadyaaaa....
met bobo ya mbak..
helvytr wrote on Aug 2, '08

Met bobo juga say...
pingin kilik2 kaki Ilhan ;p

Salam juga buat Pat ya, Ta!
ekkyij wrote on Aug 2, '08
mantap! saya pernah diskusi soal film perang dengan pak putu di CCF Salemba. Orangnya sangat rendah hati.
Jadi ingat tahun 1993, saat saya baru masuk FSUI dan ada rapat Formasi di gang material, Depok. Di sana, kalau tak salah tak jauh dari cermin, ada tulisan: "tulis apa saja, tulis aja saja, tulis aja saja". Dan itu menginspirasi saya saat, itu, hingga sekarang. pemilik kamar kos-kosan sederhana itu adalah mbak Helvy. :)
spattercone wrote on Aug 2, '08
kereeeennn, mbak, makasih udah share yah
helvytr wrote on Aug 2, '08
ekkyij said
Jadi ingat tahun 1993, saat saya baru masuk FSUI dan ada rapat Formasi di gang material, Depok. Di sana, kalau tak salah tak jauh dari cermin, ada tulisan: "tulis apa saja, tulis aja saja, tulis aja saja". Dan itu menginspirasi saya saat, itu, hingga sekarang. pemilik kamar kos-kosan sederhana itu adalah mbak Helvy. :)

Hahaha ada ada aja, Ky...
Tapi kamu juga banyak menginspirasi lho, dek! Sukses ya...:D
helvytr wrote on Aug 2, '08
kereeeennn, mbak, makasih udah share yah

Yup. Thx juga dah membaca :)
akhiiwan wrote on Aug 3, '08
bundaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....... kangen banget sm bunda helvy. duh, silnas kemaren gak dateng ya bunda hiksssss
helvytr wrote on Aug 3, '08
bundaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....... kangen banget sm bunda helvy. duh, silnas kemaren gak dateng ya bunda hiksssss

Datang kok, hari terakhir...tapi maaf, memang cuma sebentar. Sukses yaaa!
ti2n wrote on Aug 3, '08
whuaaahhhh... cerita yang inspiratif...!
dua-duanya hebat :-)
helvytr wrote on Aug 3, '08

Semoga bermanfaat dek.
Thx yaaa
idasw wrote on Aug 3, '08
mengharukan sekali Mbak. Beberapa kalimat yang inspiratif boleh kukutip ya Mbak buat memotivasi!
helvytr wrote on Aug 3, '08

Oke deh ;)
bambangpriantono wrote on Aug 3, '08
Thx juga ya Mbak Bun...:)
trully wrote on Aug 4, '08
makasih tulisannya mbak.. inspiring..

aku pengagum mbak helvy..
meski gak selalu reply :)
helvytr wrote on Aug 4, '08
Thx juga ya Mbak Bun...:)

Samiiiii ;)
helvytr wrote on Aug 4, '08
trully said
makasih tulisannya mbak.. inspiring..

aku pengagum mbak helvy..
meski gak selalu reply :)

Thx dear, sukses selalu...:)
burunghantupunya wrote on Aug 4, '08
Ibu, terimakasih tulisan Indahnya...
helvytr wrote on Aug 4, '08
Sama-sama Novi. Keep in touch ;)
ellyka08 wrote on Aug 5, '08
Ternyata hebat ya mbak jadi penulis itu... bisa memberikan inspirasi pada orang yang ingin terus belajar dan berjuang.
Thanks for sharing.. :-)
kohan2282 wrote on Aug 5, '08
hebat..hebat!! mau donk dikasih inspirasi, biar ketularan jadi penulis :D
virlina wrote on Aug 6, '08
yaps... keren bgt
wanailma77 wrote on Aug 12, '08
sukses tuk mbak helvy...
orang pertama yg saya kenal sebagai penulis islam dan bapak taufik...
kebanggaan buat suport diri sendiri tuk terus belajar menjadi pejuang melalui pena...
salam dari ilma ( flphk )
anankqu wrote on Aug 13, '08
Subhanallah
palaykatro wrote on Aug 14, '08
kalo mbak baca cerpen cerpennya Putu Wijaya membuat jantung berdenyut lebih cepat dan meneror mental, berarti itu sudah menular pada karya-karya mbak
genkeis wrote on Aug 14, '08
wow, salut ^_^
*pada kalian berdua ;)
fathiana wrote on Aug 15, '08
like teacher like student ya bun ;)
fitnaya wrote on Aug 18, '08
thanks m helvy, blognya bener2 inspiring, apapun yang kita tekuni adalah perjuangan, jadi makin semangat berjuang nih :), tx sekali lagi, i luv u'r site
sandybeji wrote on Aug 29, '08
Subhanallah, Kak...
Sekali lg tulisan Kakak benar2 membuat saya termotivasi utk berbuat yg terbaik, day by day.
Semoga ALLAH senantiasa memberkahi perjuangan Kakak! Amiiin...
nasrijan wrote on Nov 12, '08
mbak helvy penuh inspirasi...:-)
ashiacool wrote on Nov 17, '08
bagus banget kata-katanya mbak
menjelangsubuh wrote on Dec 21, '08
Deep touching & inspiring,,
Mbak Helvy mohon izin untuk di posting di milis ya,,,
Jazakillah...
pardannen wrote on Mar 11, '09
Helvy, selalu meng_inspirasi.........
mermaidlove wrote on Mar 12, '09
The center of inspiration...
*berharap dpt meniti jejak seperti mbak...*

^__^
shabrina02 wrote on Apr 1, '09
Subhanallah.,
arhnasir wrote on Apr 13, '09
wah ceritany inspiratif banget mbk.
lapra26 wrote on Nov 19, '09
terispirasi dari seorang budayawan Indonesia,menyenangkan.
simeong28 wrote on Sep 15, '10
kereennnn....... I like it so much..:)
soeto wrote on Sep 22, '10
Entah berapa kali sy baca tulisan ini. Entah mengapa tetap saja saya maerinding dibuatnya. Terutama surat Putu wijaya untuk mba Helvy
egyptus wrote on May 23, '11
TERUS BERJUANG MBAK HELVI,,,,,TETAP SEMANGAT!!!!!!!!!!
Add a Comment
   
© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.